BatamNow.com – Rabu, 25 Desember 2024, sekira pukul 12.00, KMP Mulia Nusantara terbakar saat hendak berlabuh di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur, Batam
Api sempat melalap bagian kapal muncul tiba-tiba dari area kamar mesin kapal dengan IMO 8135590 itu terjadi.
Tak terdapat korban jiwa. Sebanyak 122 penumpang dan 18 ABK kapal serta 45 unit kendaraan terselamatkan.
@batamnow Kapal Roro Telaga Punggur Kebakaran Lagi Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #fyp #fypシ ♬ Powerful songs like action movie music – Tansa
Sebelumnya, KMP Mulia Nusantara juga pernah mengalami kandas akibat angin kencang, Jumat (19/07/2024)
81 penumpang yang diangkut dari Tanjung Uban berhasil dievakuasi ke Pelabuhan ASDP Telaga Punggur dari kapal yang kandas di posisi 2 mil sebelum tiba di tujuan.
Hasil penelusuran BatamNow.com, KMP Mulia Nusantara dengan bobot GT 681 sudah berusia 42 tahun atau dibuat sekitar tahun 1982. RoRo ini berlayar dengan rute Batam – Tanjung Uban (Bintan) dan sebaliknya.
Sebelumnya, atau sekitar Oktober lalu, KM Tandemand dengan 13 ABK yang terbakar di perairan Telaga Punggur saat lego jangkar dalam keadaan kosong. Api muncul karena korsleting listrik.

KMP Tandemand dengan IMO 9027386 itu dibuat tahun 1991 atau sudah berusia 33 tahun. Kapal itu dengan penugasan Batam – Tanjung Balai Karimun – Sei Selari (Riau), dan sebaliknya.
Pada Rabu, 25 Desember 2024, kapal RoRo KMP Citra Nusantara tujuan Batam rusak di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung, Jambi.
Sebanyak 400 penumpang tidak dapat diberangkatkan. Batalnya keberangkatan ratusan penumpang itu disebabkan oleh kapal RoRo itu mengalami kerusakan mesin. Akibatnya, tidak bisa beroperasi.
Atas permasalahan transportasi laut itu, kapal KN Sarotama-P.112 milik PPLP Tanjunguban, Bintan, Kepri terpaksa diberangkatkan menjemput dan mengantar penumpang ke Batam.

KMP Citra Nusantara berbobot GT 1.007 dengan IMO 8132160 itu dibuat pada tahun 1981, atau sekitar 43 tahun yang lalu. RoRo ini melayani rute Batam – Kuala Tungkal (Jambi) dan sebaliknya.
Ada beberapa kapal RoRo dari dan ke Batam dengan usia rata-rata di atas 30 tahun.
Misalnya, KMP Citra Mandala Abadi berbobot GT 580 dengan IMO 7126059 buatan tahun 1971 atau sudah berusia 53 tahun. Kapal RoRo ini melayani rute Sei Selari (Riau) – Batam dan sebaliknya.

Lalu KMP Tanjung Burang dengan IMO 9027398, berbobot GT 507, dibuat tahun 1993 atau sudah berusia 31 tahun. RoRo ini melayani pelayaran rute Batam – Tanjung Uban (Bintan) dan sebaliknya.

Kemudian KMP Niaga Ferry II, GT 421 dengan IMO 8610320 dibuat tahun 1987 atau sudah berusia 35 tahun. Pelayaran RoRo ini untuk rute Batam – Tanjung Uban (Bintan) dan sebaliknya.

Kecuali, KMP Sembilang (GT 560) dengan IMO 8662567 buatan tahun 2011 atau sudah berusia 13 tahun. Kapal ini melayani rute Batam – Kuala Tungkal (Jambi) dan sebaliknya.

Apakah kapal RoRo berusia di atas 30 tahun ini masih laik laut (sea-worthy) dan laik muatan (cargo-worthy) sesuai ketentuan dan peraturan pemerintah?
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Kepulauan Riau, Dini Kusumahati Damarintan, bungkam kala dikonfirmasi BatamNow.com.
Demikian juga GM ASDP Telega Punggur, Hermin Welkis pun sama diamnya. (red)

