Kapolda Kepri Imbau Warga Batam Tak Terprovokasi Bentrokan Maut di Setokok, Bukan Konflik Suku - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Kapolda Kepri Imbau Warga Batam Tak Terprovokasi Bentrokan Maut di Setokok, Bukan Konflik Suku

15/Sep/2026 01:57
Kapolda Kepri Imbau Warga Batam Tak Terprovokasi Bentrokan Maut di Setokok, Bukan Konflik Suku

Kapolda Kepulauan Riau (Kepri), Irjen Pol Asep Safrudin. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Kapolda Kepulauan Riau (Kepri), Irjen Pol Asep Safrudin mengimbau masyarakat, khususnya di Kota Batam, tidak terprovokasi isu etnis maupun suku menyusul bentrokan antarkelompok yang terjadi pada Senin (14/09/2026) sore.

Asep menegaskan, bentrokan tersebut tidak berkaitan dengan persoalan etnis atau konflik antarsuku. Berdasarkan penyelidikan sementara, insiden tersebut berkaitan dengan konflik kepemilikan lahan antara dua kelompok.

“Imbauan saya kepada seluruh masyarakat Kepri dan Batam khususnya, jangan terprovokasi. Banyak media-media sosial yang mengangkat tentang isu etnis, isu suku. Ini tidak ada hubungannya antarsuku. Ini adalah konflik kepemilikan lahan antara kelompok satu dengan kelompok lainnya,” kata Asep saat ditemui di lobi Polresta Barelang.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban dalam insiden tersebut.

“Pertama, saya mengucapkan turut berbelasungkawa atas kejadian tadi sore, kemudian ada korban dari kelompok-kelompok yang datang ke tempat kejadian tersebut,” ujarnya.

@batamnow Bentrokan dua kelompok terjadi di kawasan Setokok, tepatnya di sekitar Jembatan Tiga Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (14/09/2026). Dua orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut. Kedua korban diketahui berinisial HE dan ED. Berdasarkan informasi yang dihimpun BatamNow.com, keduanya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Graha Hermine sebelum kemudian dibawa ke RS Bhayangkara. Selain dua korban meninggal dunia, sejumlah orang lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka. Beberapa di antaranya diduga mengalami luka akibat senjata tajam. Bentrokan tersebut diduga dipicu perselisihan terkait penguasaan lahan di kawasan Setokok. Informasi yang dihimpun menyebutkan, terdapat dua kelompok yang terlibat dalam perselisihan tersebut. Salah satunya merupakan massa dari organisasi kemasyarakatan (ormas) Lang Laut yang disebut berada di pihak perusahaan, PT MIG. Kelompok tersebut disebut mendapat kuasa untuk melakukan pemagaran dan pembersihan lahan di lokasi. Sementara kelompok lainnya merupakan warga yang mengaku sebagai pemilik atau penggarap lahan. Mereka disebut belum menerima ganti rugi meski lahan tersebut telah dikuasai. Perselisihan terkait lahan kemudian memanas hingga berujung bentrokan antara kedua kelompok. Hingga berita ini diterbitkan, BatamNow.com masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei terkait bentrokan dan jumlah korban dalam insiden tersebut. Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ original sound – BatamNow.com

Polisi Periksa Sekitar 10 Saksi

Asep mengatakan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam bentrokan tersebut.

Baca Juga:  Bentrokan di Setokok Batam: Dua Tewas

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa sekitar 10 orang saksi, baik dari kelompok yang datang ke lokasi maupun kelompok yang berada di lokasi saat kejadian.

“Saksi dalam proses pemeriksaan kurang lebih 10 orang. Ditangani oleh jajaran Polresta Barelang dan Polda Kepri, Direktorat Reserse Kriminal Umum,” katanya.

Menurut Asep, pemeriksaan saksi masih terus dilakukan untuk mengetahui secara pasti pihak-pihak yang diduga melakukan perbuatan melawan hukum.

“Penyelidik terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Selanjutnya nanti kita bisa melihat siapa yang melakukan perbuatan melawan hukum,” jelasnya.

Polisi Dalami Kemungkinan Penetapan Tersangka

Asep menyebut, hasil pemeriksaan terhadap para saksi akan menjadi dasar penyidik untuk menentukan langkah hukum selanjutnya, termasuk kemungkinan menetapkan tersangka.

“Nanti progresnya bisa kita lihat. Mungkin besok pagi dari hasil pemeriksaan saksi-saksi itu, apakah bisa dinaikkan menjadi tersangka, atau kita harus mencari bukti-bukti lainnya,” ujarnya.

Selain korban, polisi juga mencatat adanya kerugian material akibat bentrokan tersebut. Kerusakan antara lain terjadi pada pagar yang telah dibangun dan sejumlah kendaraan milik warga.

“Kerugian material di situ terjadi pengerusakan terhadap pagar yang sudah dibangun. Kemudian ada juga kendaraan warga yang rusak, kemudian ada juga warga yang terkena dampak daripada bentrokan tersebut,” pungkas Asep. (H)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Konflik Lahan di Batam Berujung Maut, Kapolresta Barelang: Tidak Ada Kaitan SARA

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com