Sumber Terpercaya: Sudah Pernah Ditetapkan Tersangka
Kasipenkum Kejati Kepri, Ali Rahim membenarkan pihaknya masih sebatas pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) atas laporan dugaan masalah yang ada di proyek IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) BP Batam.
”Mengenai proyek IPAL, memang sudah ada yang dimintai keterangan, tapi masih pulbaket,” kata Ali menjawab :batamnow: di kantornya, Senin (20/1).
Siapa pelapor dan yang dilaporkan?
”Identitas pelapor dan terlapor, harus kami jaga dan lindungi,” tambah Ali di kantornya di Sengarang, Tanjung Pinang.
Dan dalam kasus apa?
Setiap laporan dari masyarakat belum bisa dibuka dan terhadap permasalahan yang ada akan kami tindak lanjuti.
Kapan laporan itu diterima Kejati?
Dua minggu lalu.
Sumber kami menyebut sekitar Oktober tahun lalu?
Bukan, baru dua minggu lalu.
Sementara seorang petinggi salah satu kantor lembaga negara di Batam, mengatakan kepada :batamnow: kasus di pusaran proyek IPAL BP Batam sudah masuk ke penyidikan, sekitar Oktober lalu.
Proyek Tinja Dipertanyakan
Proyek IPAL yang tengah digesa ini memang lagi dipertanyakan banyak warga Batam.
Dipertanyakan karena proyek BP Batam hasil pinjaman dari Korea ini dianggap bukan prioritas yang mendesak.
Apalagi dibiayai dengan pinjaman luar negeri tahun 2014 dari Korea.
Pengerjaan proyek IPAL di Batam, kini lagi dikebut paksa penyelesaiannya.
Proyek yang didanai dari pinjaman Luar Negeri (LN) ini dikerjakan main kontraktor PT Hansol EME dari Korea. Proyek ini sekarang disorot kencang oleh publik, sekencang penyelesaian fisiknya.
Proyek ini riuh dipertanyakan. Dianggap tidak tepat guna dan muncul dengan minim sosialisasi kepada masyarakat.
Tak jelas atas inisiatif siapa. Masuk dalam skema pinjaman nasional kah atau lokal.
Pertanyaan lanjutan, seurgensi apa proyek ini digesa di Batam, apalagi harus menggadaikan negara ini ke dolar Amerika kepada Korea?
Mengapa pengerjaan proyek yang dikerjakan sejak tahun 2014 sampai diamandamen?
Mengapa besaran dana pinjaman yang sudah diteken sebesar US$ 50 Juta (Rp 550 Miliar ) itu, diturunkan lagi menjadi US$ 47 Juta? (Diedit, sebelumnya US$ 40 Juta)
Banyak mengapanya dan ini akan dibedah di edisi :batamnow: berikutnya.(*)

