Kemenkes Sebut Tak Ada Tes Acak untuk Cegah Hepatitis Misterius - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Kemenkes Sebut Tak Ada Tes Acak untuk Cegah Hepatitis Misterius

by BATAM NOW
09/Mei/2022 14:20
IDAI soal Hepatitis Misterius: Pastikan Kebersihan Makan dan Minum

Ilustrasi hepatitis. (F: Getty Images/ iStockphoto/ Alena Dzihilevich)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membeberkan sejumlah langkah mitigasi penularan kasus infeksi hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Tak ada tes acak untuk mengurangi dampak hepatitis misterius ini.

Dilansir CNN Indonesia, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan dalam melakukan upaya preventif ini harus dibarengi kolaborasi masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Mitigasi tentunya deteksi dini dan kecepatan untuk membawa pasien ke fasilitas kesehatan agar bisa mendapatkan pertolongan segera,” kata Nadia kepada CNNIndonesia.com, Senin (09/05/2022).

Nadia juga memastikan pemerintah terus melakukan upaya investigasi kasus dan tracing kontak erat. Pemeriksaan terutama dilakukan untuk mengetahui hasil non hepatitis A, B, C, D, maupun E serta adenovirus. Untuk hepatitis E dan adenovirus biasanya membutuhkan waktu selama 10-14 hari.

Ia sekaligus menjelaskan bahwa pola surveilans pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit hepatitis akut misterius tidak dilakukan secara acak, melainkan menelusuri kontak erat dan warga sekitar pasien.

“Jadi ini tidak ada ya tes random, karena untuk pemeriksaan non-hepatitis A-E membutuhkan pemeriksaan genome sequencing. Jadi yang diperiksa kontak erat atau orang di sekitarnya,” jelasnya.

Baca Juga:  Tersangka Dugaan Kekerasan di SPN Dirgantara Batam Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Polisi

Lebih lanjut, Nadia juga mencatat saat ini terdapat empat kasus kematian anak-anak yang diduga akibat terinfeksi hepatitis misterius. Namun karena pihaknya masih melakukan investigasi, maka keempat kasus kematian itu masih dikategorikan pending klasifikasi.

Keempat kasus kematian pada anak-anak itu menunjukkan gejala yang hampir sama. Di antaranya mirip gejala penyakit kuning. Kemudian demam, diare, urine berwarna lebih pekat dan feses berwarna pucat.

Oleh sebab itu, Nadia mewanti-wanti warga harus mulai sadar mencegah penularan hepatitis misterius. Salah satunya penularan melalui saluran pernapasan bisa dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas.

Sementara mencegah penularan lewat saluran pencernaan dilakukan dengan cara memastikan kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Ia juga menyarankan, sebaiknya masyarakat menghindari membeli makanan dan minuman dari luar.

“Dan kewaspadaan terhadap kasus demam kuning dan gejala saluran cerna lainnya, seperti mual, muntah, diare hebat, untuk segera masyarakat melaporkan,” kata Nadia. (*)

Berita Sebelumnya

Satgas Covid-19 Pastikan PPKM Tetap Ada Selama Kasus Aktif Ditemukan

Berita Selanjutnya

DPR Ngotot Ekspor Pasir Laut, LSM Tegas Menolak

Berita Selanjutnya
Pemegang IUP OP Pasir Laut Gusar? Ihwal Draf RPP yang Beredar: Izin Lama Tak Berlaku

DPR Ngotot Ekspor Pasir Laut, LSM Tegas Menolak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com