Kemenkes: Vaksin AstraZeneca Efektif bagi Pemilik Komorbid - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Kemenkes: Vaksin AstraZeneca Efektif bagi Pemilik Komorbid

12/Jun/2021 06:04
Kemenkes: Masih Ada Risiko Terpapar Covid Meski Sudah Vaksin

Sejumlah tenaga kesehatan mengikuti vaksinasi dosis pertama vaksin Covid-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (04/02/2021). (F: Antara)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan menyatakan vaksin virus corona (Covid-19) asal Inggris, AstraZeneca memiliki efikasi atau tingkat kemanjuran yang sangat tinggi terhadap sasaran warga dengan penyakit penyerta alias komorbid hingga warga lanjut usia (lansia).

“Kalau AstraZeneca itu efikasinya untuk yang punya penyakit komorbid sangat tinggi, pada usia lanjut juga sangat tinggi,” kata Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube BINUSTV Channel, Jumat (11/06/2021).

Dilansir CNNIndonesia.com, Nadia meminta publik tak lagi pilih-pilih vaksin. Ia menegaskan seluruh jenis vaksin Covid-19 yang didatangkan di Indonesia telah dijamin keamanan dan keefektivitasannya. Termasuk juga AstraZeneca.

Dia menegaskan bahwa vaksin AstraZeneca telah dijamin keamanannya untuk usia di atas 18 tahun ke atas. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan beberapa kasus penghentian AstraZeneca pada usia non-lansia.

Selain itu, hingga saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) masih belum mencabut rekomendasi penggunaan vaksin asal Inggris itu untuk warga berusia 18 tahun ke atas.

Perihal kasus pembekuan darah yang diduga disebabkan karena pemberian vaksin AstraZeneca, Nadia menyebut persentase kasus yang ditemukannya hanya 0,0004 persen. Ia kemudian menyinggung perokok yang memiliki risiko pembekuan darah lebih tinggi lagi, yakni 0,05 persen hingga 0,12 persen.

“Jadi pembekuan darah empat kasus dalam sejuta. Tapi sebenarnya risiko pembekuan darah lebih tinggi pada orang yang perokok dan yang menggunakan pil KB,” kata dia.

Nadia mengaku agak jengkel ketika masyarakat lebih banyak menyoroti efek samping ketimbang manfaat vaksin. Ia menyebut sebagian masyarakat yang menceritakan efek samping terlalu berlebihan akan membuat warga lainnya takut sehingga menghambat program vaksinasi.

“Kalau saya mau bilang, anak umur 6 bulan demam, meriang dia hanya bisa nangis, rewel. Kalau yang disuntik orang dewasa, begitu demam, muntah apa yang dilakukan? update status,” katanya.

Indonesia baru saja kedatangan sebanyak 1.504.800 dosis vaksin AstraZeneca pada Kamis (10/06) malam. Dengan kedatangan itu, saat ini Indonesia sudah menerima 8.228.400 dosis vaksin AstraZeneca yang didapatkan secara gratis.

Sementara secara keseluruhan, saat ini Indonesia sudah menerima 93.728.400 dosis vaksin baik bulk (mentah) maupun vaksin jadi.(*)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Breaking News: Satu Tangki di Kilang Cilacap Milik Pertamina Terbakar

Berita Selanjutnya

Melonjak Lagi, Bertambah 195 Positif Covid-19 di Batam. 141 Sembuh dan 1 Meninggal

Berita Selanjutnya
1 Juni 2021, Kasus Covid-19 Batam Naik 124 Positif. Berikut Tips Menjaga Kesehatan Selama Pandemi

Melonjak Lagi, Bertambah 195 Positif Covid-19 di Batam. 141 Sembuh dan 1 Meninggal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com