Kemenristek Paparkan Perkembangan Vaksin Merah Putih - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Kemenristek Paparkan Perkembangan Vaksin Merah Putih

09/Feb/2021 19:49
Produksi Massal Vaksin Merah Putih Awal 2022

Ilustrasi vaksin Merah Putih. (F: CNBCIndonesia)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Vaksin Merah Putih buatan sejumlah lembaga dan perguruan tinggi saat ini dalam tahap pengembangan. Salah satunya dari lembaga Eijkman akan dikirim ke Biofarma untuk proses selanjutnya.

“Eijkman lewat protein rekombenan di Maret ini atau paling lambat April diserahkan ke Biofarma,” kata Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek, Ali Gufron, dalam konferensi pers secara online, Selasa (09/02/2021).

Dilansir CNBCIndonesia.com, di Biofarma, nantinya vaksin itu akan diproses untuk uji preklinik lalu tiga tahap uji klinis dan proses perijinan.

Juru Bicara Vaksinasi Biofarma, Bambang Heriyanto menjelaskan jika pihaknya sudah siap menerima kandidat vaksin dari Eijkman. Dia mengatakan persiapan dari sumber daya manusia dan juga fasilitas yang ada.

Menurutnya platform yang digunakan Eijkman untuk vaksin juga sudah memiliki kompetisi tersebut. Salah satunya adalah seperti yang ada Hepatitis B.

“Tidak jauh teknologi dari vaksin Covid-19, 100% insya allah siap menerima kandidat vaksin dari Eijkman,” jelasnya.

Sementara itu, vaksin dari Universitas Airlangga memiliki target akhir 2021 sudah uji klinis mendapatkan izin atau emergency use authorization dari BPOM. Namun menurut Ali Gufron saat itu produksi belum bisa dalam jumlah yang banyak.

“Akhir 2021 bisa dipakai di masyarakat namun dengan jumlah yang belum banyak. Banyaknya nanti,” kata Ali Gufron.

Saat ditanyakan soal apakah vaksin Merah Putih akan digunakan bersamaan dengan vaksin yang ada saat ini, Ali Gufron tergantung dari kesiapan para pembuatnya. Misalnya saja dengan target 15 bulan atau setahun berbarengan dengan rencana Unair di akhir 2021 nanti.

Namun juga bisa digunakan dalam tahap berikutnya. Yakni untuk boosting tubuh masyarakat setelah nanti vaksinasi selesai.

“Kita tidak tahu orang divaksin berapa lama masih kebal. Apakah pakai reboosting. Iya di tahap pertama (vaksinasi) kalau tidak masuk reboosting memakai vaksin Merah Putih,” kata dia.

Ini juga membuat produksi vaksin tidak terhenti pada 2021 saja. Namun juga seterusnya karena menurutnya tidak ada yang tahu ketahanan vaksin pada tubuh.

Selain itu dia juga mengatakan produksi vaksin Merah Putih selain untuk kebutuhan dalam negeri, juga bisa diekspor ke negara lain yang membutuhkan.

“Masih tetap diupayakan meskipun selesai kalau 2022. Kalau selesai pandemi cepat ya kita senang,” ungkap Ali Gufron.(*)

Berita Sebelumnya

Dinkop UKM dan Dekopinda Batam Lakukan Penyuluhan dan Sosialisasi Manfaat Koperasi

Berita Selanjutnya

Jasad Ediyanto yang Hilang Terseret Arus di Pantai Biru Hati Piayu Laut Sudah Ditemukan Tim SAR Gabungan

Berita Selanjutnya
Jasad Ediyanto yang Hilang Terseret Arus di Pantai Biru Hati Piayu Laut Sudah Ditemukan Tim SAR Gabungan

Jasad Ediyanto yang Hilang Terseret Arus di Pantai Biru Hati Piayu Laut Sudah Ditemukan Tim SAR Gabungan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com