Kementerian PUPR: Awal 2022, Desain Jembatan Batam-Bintan Rampung Dibahas - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Kementerian PUPR: Awal 2022, Desain Jembatan Batam-Bintan Rampung Dibahas

15/Des/2021 16:02
Wahyu Utomo: Pembangunan Jembatan Batam-Bintan Tahap Persiapan. Kerja Sama dengan Singapura Dimungkinkan

Ilustrasi Jembatan Batam-Bintan. (F: Aristya Rahadian Krisabella)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Desain Jembatan Batam-Bintan saat ini tengah dalam pembahasan dengan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ). Diharapkan awal 2022, sudah bisa dirampungkan.

“Jembatan Batam-Bintan (Babin) terdiri dari dua segmen dalam pola pembiayaan, yakni segmen porsi pemerintah/ loan dan segmen porsi kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU),” terang Direktur Pembangunan Jembatan Kementerian PUPR Yudha Handita Pandjiriawan menjawab surat wawancara tertulis dari BatamNow.com, Rabu (15/12/2021).

Sejauh ini, lanjutnya, Detail Engineering Design (DED) untuk porsi pemerintah sudah dirampungkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri), yang kini masih dalam proses pembahasan dengan KKJTJ. Sedangkan untuk porsi KPBU, hanya dibutuhkan basic design, dimana nanti akan didetailkan oleh badan usaha pelaksana KPBU.

Dijelaskan, untuk pembangunan jembatan porsi pemerintah dibutuhkan informasi kondisi tanah di laut, dimana sebelumnya hanya informasi kondisi tanah di darat.

Disinggung soal kepastian penyelesaian pembangunan di 2024, KemenPUPR mengatakan, pihaknya hanya membantu Pemprov Kepri dalam finalisasi DED porsi pemerintah. Sedangkan pada porsi KPBU, DED akan dibuat oleh pemenang lelang (badan usaha). “Saat ini sedang dilakukan proses persiapan lelang KPBU dan diharapkan tahun 2024 akan selesai,” terangnya.

Baca Juga:  Pemerintah Tunda Putuskan Cuti Bersama 2022
Skema Pembiayaan Jembatan Batam-Bintan. (F: Direktorat Pembangunan Jembatan KemenPUPR)

Selama ini, diketahui Jembatan Batam-Bintan dirancang memiliki vertical clearance. Demikian juga didesain dengan satu on/off ramp yang berlokasi di Pulau Tanjung Sauh. Terkait hal tersebut, KemenPUPR menerangkan, dengan rancangan vertical clearance, maka bisa mengakomodir alur pelayaran di sekitar lokasi jembatan.

“Direncanakan vertical clearance pada jembatan utama (KPBU) setinggi 40 meter dari muka air tertinggi. Sementara untuk jembatan porsi pemerintah, vertical clearance-nya setinggi 20 meter dari muka air tertinggi pada jembatan balance cantilever,” terangnya.

Menurutnya, hal tersebut sudah sesuai dengan persyaratan vertical clearance dari otoritas yang berwenang.

Untuk desain on/off ramp, dimaksudkan untuk mengakomodir pengembangan wilayah di Pulau Tanjung Sauh.

Ketika ditanya pengelola jembatan tol ini nantinya, KemenPUPR mengatakan, “Jembatan Babin merupakan proyek KPBU yang di-support oleh pemerintah. Tentunya, pemenang lelang akan bertanggung jawab dalam pembangunan dan pengelolaan jembatan kedepannya sampai waktu konsesinya selesai,” urainya. (RN)

Berita Sebelumnya

KSP Moeldoko Minta Persoalan Mangkraknya Sertifikat Tanah Program Jokowi di Batam Bisa Dituntaskan Segera

Berita Selanjutnya

Riset Sebut Sinovac Tak Ampuh Lawan Omicron, Butuh Booster

Berita Selanjutnya
Studi China: Antibodi Sinovac Memudar 6 Bulan, Butuh Booster

Riset Sebut Sinovac Tak Ampuh Lawan Omicron, Butuh Booster

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com