Kemungkinan Isdianto Diusung Nasdem dengan Hanura - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Kemungkinan Isdianto Diusung Nasdem dengan Hanura

by Omrad Nainggolan
08/Feb/2020 12:04

Ilustrasi.

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook
Ilustrasi.

Kabar Soeryo Respationo pecah kongsi dengan Isdianto di Pilgub Kepri 2020, berhembus kencang.

Isdianto yang Plt Gubernur Kepri ini, dikabarkan memilih “perahu” lain untuk “mengarungi samudera” politiknya di pilgub Kepri mendatang.

“Oh ya, kalau memang itu yang dimaui oleh Pak Isdianto, ya gak apa apa. Biarlah dan itu hak politik beliau. Perkara beliau dianggap melupakan masa lalu, saya kembalikan kepenilaian masyarakat,” ujar Soeryo dengan narasi yang lembut menjawab  BatamNow, Jumat(7/2) lewat whatsapp.

Hingga pagi tadi, Isdianto, belum dapat dikonfirmasi karena masih berobat di Singapura.
Tapi seorang di ring satu Isdianto, melihat arah jalan sendiri-sendiri itu.

“Memang sudah dua minggu ini, antara Soeryo dengan Isdianto tak ketemu,” katanya tadi malam, Jumat(7/2).

Sedangkan partai pengusung Isdianto dalam Pilgub Kepri yang dihelat 23 September 2020, disebut-sebut Partai Hanura dengan Nasdem.

Kedua partai itu dikatakan memberi lampu hijau dari markas besar Partai Politik (parpol) itu di Jakarta.
Kekuatan kursi kedua partai ini di DPRD Kepri mencukupi quota mengusung pasangan calon: Nasdem dengan 6 kursi dan Hanura 3 kursi.

Isdianto kemungkinan berpasangan dengan Hj Marlin istri Wali Kota Batam Muhamad Rudi. Isdianto sebagai Calon Gubernur (Cagub) dan Hj Marlin untuk Calon Wakil Gubernur (Cawagub).
Sementara itu Rudi akan dilantik menjadi Ketua DPD Nasdem Kepri oleh Surya Paloh dalam waktu dekat.

Semula Isdianto dikatakan ragu-ragu berpisah dengan Soeryo. Tapi, karena dorongan moral berbagai pihak, Isdianto berketetapan hati meninggalkan PDI P.

“Isdianto belum bicara langsung ke Duta Mas,” ujar sumber terpercaya.

Sejurus dengan isu itu, menurut sumber, Isdianto, April ini, berharap ditetapkan menjadi Gubernur Kepri defenitif. Tentu menunggu putusan inkrah Nurdin Basirun, mantan Gubernur Kepri atas kasus korupsi OTT KPK, tahun lalu.

Belakangan ini, Isdianto, dikabarkan pula,
agak intens berkomunikasi dengan Ketua Besar Hanura, OSO,  di Jakarta.

Ketua Tim penjaringan pilgub Hanura Kepri Uba Ingan Sigalingging dikonfirmasi BatamNow soal kabar partai Hanura menjadi “kendaraan” politik Isdianto di Pilkada mendatang.

Uba yang juga Sekertaris DPD Hanura Kepri menjawab diplomatis, “kita masih menyeleksi Bakal Calon,” jawab Uba singkat, lewat pesan WhatsApp, Sabtu(8/2).

Soal bukti dorongan kepada Isdianto untuk maju jadi Bakal Calon Gubernur Kepri terlihat dari mulai banyaknya spanduk dan pernyataan politik di mana-mana.

Dan Ketua DPD PDI Kepri yang biasa dipanggil Romo itu pun sudah melambaikan tangannya ke arah “lancang kuning berlayar malam” milik sobatnya itu.

“Saya mengalir saja. Cuma jangan berharap dari PDI Perjuangan. Kalau beliau mau maju jadi Cagub, ayo kita bertarung pada Pilkada Kepri,” tambah Soerya

Menurut sumber di ring satu PDI P, soal gelagat sohib politiknya itu, Romo pun sudah membaca gestur Isdianto, bekakangan ini.

Menjadi Wagub Berkat “Banteng”

Tak bisa dipungkiri peran politik PDI P Kepri lah yang lebih besar di balik naiknya Isdianto ke singgasana Wakil Gubernur Kepri.

Isdianto mengisi kursi Wagub Kepri yang kosong karena Nurdin Basirun dilantik menjadi Gubernur menggantikan almarhum Muhammad Sani.

Isdianto, adik kandung Muhammad Sani itu, memang bukan di usung PDI P dalam pencalonannya sebagai Wagub Kepri dulu. Karna PDI P adalah “lawan” dari partai pengungusung HM Sani-Nurdin Basirun di Pilkada Kepri 2015(Demokrat, PKB, PPP, Gerindra dan Nasdem).

Namun saat proses penetapan Wagub Kepri yang rumit saat itu, peran poloitik di PDI P sangat menentukan.

Bahkan sosok Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak, sobat Suryo, berperan besar mengantarkan Isdianto.
“Jadi, peran besar inilah, menjadikan Isdianto  ‘sesuatu’, “ tegas salah satu anggota DPRD Kepri, Sabtu(8/1) siang.

Tak lama, paska dilantik menjadi Wagub, Isdianto pun segera “indekost” di PDI P. Jabatannya hingga kini, Ketua Dewan Pertimbangan DPD PDI P Kepri.

Semenjak Wagub hingga Plt Gubernur Kepri, Isdianto masih bersama Soeryo mendaftar lewat PDI P.

Dan dari berbagai pernyataan, selama ini, partai  berlambang Banteng itu mengelu-elukan Soeryo dengan Isdianto, menjadi bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dari PDI P. Apalagi Kursi PDI P di DPRD Kepri sebanyak 8, tinggal mencari  koalisi efisien.

Hubungan keduanya pun, selama itu sangat akrab kalau tak mau diistilahkan bak perangko.

Tapi kabar yang menyebut, sudah dua minggu Isdianto tak “lengket” lagi dengan Duta Mas. Apakah ini pertanda keretakan akan semakin menganga? Hanya waktulah yang membuktikanya.

Dalam politik tak ada kawan abadi, kecuali kepentingan itu sendiri”, kata orang.(on/js)

Berita Sebelumnya

7 Private Jet Asal Hongkong Di Pulangkan Otoritas Bandara Changi

Berita Selanjutnya

Ketua Harian JC: Arman Depari Pantas Jabat Dirjen Imigrasi

Berita Selanjutnya
Ketua Harian JC: Arman Depari Pantas Jabat Dirjen Imigrasi

Ketua Harian JC: Arman Depari Pantas Jabat Dirjen Imigrasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com