Kepala BP Batam Bahas Tata Ulang Pengelolaan Bandara dan Pelabuhan dalam RDP Komisi VI - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Kepala BP Batam Bahas Tata Ulang Pengelolaan Bandara dan Pelabuhan dalam RDP Komisi VI

Amsakar: Kenapa Nggak BP Batam Saja yang Kelola?

by BATAM NOW
10/Jul/2025 10:56
Kepala BP Batam Bahas Tata Ulang Pengelolaan Bandara dan Pelabuhan dalam RDP Komisi VI

Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI pada Rabu (09/07/2025). (F: Youtube/ TVR PARLEMEN)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, membahas transformasi tata kelola bandara serta pelabuhan laut di Batam dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Rabu (09/07/2025).

Menjawab pertanyaan anggota Komisi VI, Mufti Anam, Amsakar menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi besar yang tengah dilakukan BP Batam.

Soal bandar udara, menurutnya, sudah hampir empat tahun ini pengelolaan Bandara Intetnasional Hang Nadim beralih dari Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) BP Batam ke konsorsium yang membentuk PT Bandara Internasional Batam (BIB).

Konsorsium BIB dibentuk oleh Angkasa Pura I dengan kepemilikan saham 51 persen, Incheon International Airport Corporation (IIAC) 30 persen, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 19 persen.

Amsakar enggan mengungkap detail alasan yang menjadi musabab rencana tata ulang pengelolaan bandara Batam.

Tapi Kepala BP Batam yang baru menjabat sekitar empat bulan itu, menyinggung soal tak ingin mempersoalkan masa lalu.

“Konsorsium itu ditopang oleh tiga. Tapi pada praktiknya hari ini, singkatnya saya tak usah bahas, kami tidak juga suka mempersoalkan masa lalu, Pak. Kami sedang ingin memperbincangkan masa depan. Lebih bagus, lebih bagus kita tata ulang soal di bandara ini,” ujar Amsakar dalam RDP, Rabu (09/07).

Ia menambahkan bahwa BP Batam membutuhkan dukungan pendanaan untuk mewujudkan transformasi tersebut.

@batamnow Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, membahas transformasi tata kelola bandara serta pelabuhan laut di Batam dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Rabu (09/07/2025). Menjawab pertanyaan anggota Komisi VI, Mufti Anam, Amsakar menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi besar yang tengah dilakukan BP Batam. Soal bandar udara, menurutnya, sudah hampir empat tahun ini pengelolaan Bandara Intetnasional Hang Nadim beralih dari Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) BP Batam ke konsorsium yang membentuk PT Bandara Internasional Batam (BIB). Konsorsium BIB dibentuk oleh Angkasa Pura I dengan kepemilikan saham 51 persen, Incheon International Airport Corporation (IIAC) 30 persen, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 19 persen. Amsakar enggan mengungkap detail alasan yang menjadi musabab rencana tata ulang pengelolaan bandara Batam. Tapi Kepala BP Batam yang baru menjabat sekitar empat bulan itu, menyinggung soal tak ingin mempersoalkan masa lalu. “Konsorsium itu ditopang oleh tiga. Tapi pada praktiknya hari ini, singkatnya saya tak usah bahas, kami tidak juga suka mempersoalkan masa lalu, Pak. Kami sedang ingin memperbincangkan masa depan. Lebih bagus, lebih bagus kita tata ulang soal di bandara ini,” ujar Amsakar dalam RDP, Rabu (09/07). Ia menambahkan bahwa BP Batam membutuhkan dukungan pendanaan untuk mewujudkan transformasi tersebut. Transformasi Pengelolaan Pelabuhan Laut Selain bandara, BP Batam juga tengah menyiapkan langkah untuk tata kelola pelabuhan laut. Amsakar menuturkan, saat ini pelabuhan dikelola oleh satu badan usaha yang pendanaannya bukan mandiri, justru memperolehnya dari berbagai sumber. “Kita punya pelabuhan lalu kita kerjasamakan dengan satu badan usaha. Badan usaha ini juga harus mencari pinjaman dari berbagai daerah, dari berbagai sumber termasuk dana reksa apa reksa dana, nah terbalik-balik,” katanya. “Setelah kita pelajari, kenapa enggak BP Batam saja yang kelola? Nggak ada manfaatnya, Pak. Namanya badan pengusahaan, boleh kita berusaha kok,” lanjut Amsakar. Saat ini, lanjutnya, BP Batam sedang dalam proses pembahasan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) untuk pengambilalihan pengelolaan pelabuhan tersebut. “Akan kita ambil alih dan sekarang dalam tahap sedang membahas MoU dan PKS-nya. Mudah-mudahan ini akan selesai,” ungkapnya. RDP Komisi VI ini membahas laporan keuangan, RKA, dan RKP dengan tiga mitra, salah satunya BP Batam. Hadir juga Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, ketujuh Deputi/ Anggota Bidang BP Batam, serta beberapa direktur di jajarannya. Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #galang #rempang #barelang #fyp #fypシ #fypシ゚viral ♬ original sound – BatamNow.com

Transformasi Pengelolaan Pelabuhan Laut

Selain bandara, BP Batam juga tengah menyiapkan langkah untuk tata kelola pelabuhan laut.

Amsakar menuturkan, saat ini pelabuhan dikelola oleh satu badan usaha yang pendanaannya bukan mandiri, justru memperolehnya dari berbagai sumber.

“Kita punya pelabuhan lalu kita kerjasamakan dengan satu badan usaha. Badan usaha ini juga harus mencari pinjaman dari berbagai daerah, dari berbagai sumber termasuk dana reksa apa reksa dana, nah terbalik-balik,” katanya.

“Setelah kita pelajari, kenapa enggak BP Batam saja yang kelola? Nggak ada manfaatnya, Pak. Namanya badan pengusahaan, boleh kita berusaha kok,” lanjut Amsakar.

Baca Juga:  Kemenkes: Harus Ada Pengawasan Terpadu Bagi Kualitas Air Minum dan Pipa SPAM Batam

Saat ini, lanjutnya, BP Batam sedang dalam proses pembahasan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) untuk pengambilalihan pengelolaan pelabuhan tersebut.

“Akan kita ambil alih dan sekarang dalam tahap sedang membahas MoU dan PKS-nya. Mudah-mudahan ini akan selesai,” ungkapnya.

RDP Komisi VI ini membahas laporan keuangan, RKA, dan RKP dengan tiga mitra, salah satunya BP Batam. Hadir juga Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, ketujuh Deputi/ Anggota Bidang BP Batam, serta beberapa direktur di jajarannya.

Pelabuhan BP Batam Ada Dikelola Sendiri dan Pihak Ketiga

Merangkum berbagai sumber, ada beberapa pelabuhan penumpang ataupun pelabuhan kargo milik BP Batam yang dikelola sendiri ataupun dikelola dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Menukil laman batamport.bpbatam.go.id, Pelabuhan Penumpang Domestik Sekupang adalah pelabuhan milik BP Batam yang dioperasikan secara mandiri.

Selain itu, BP Batam juga mengelola Pelabuhan Penumpang Domestik Telaga Punggur.

Sementara beberapa pelabuhan yang dikerjasamakan ke operator lain, sebagai berikut:

1. Pelabuhan Kargo Batu Ampar

Dalam pengelolaan pelabuhan kargo ini, BP Batam bermitra dengan PT Persero Batam (anak usaha PT Pelindo).

Persero Batam adalah pengelola Dermaga Utara dan Terminal Peti Kemas (TPK) Tahap 1 dengan perjanjian berjangka waktu 37 tahun, efektif per 1 November 2023.

Namun informasi diperoleh dan diberitakan media ini, pengelolaan akan diambil alih PT Batu Ampar Terminal Container (BATC) yang dibentuk konsorsium Interport dan ICTSI asal Filipina.

2. Pelabuhan Penumpang Internasional Batam Center, dikelola PT Metro Nusantara Bahari.

3. Pelabuhan Penumpang Internasional Sekupang, dikelola PT Indodharma Corpora.

Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Kota Batam. (F: BatamNow)

Dikerjasamakan, Pembangunan Terminal 2 Bandara Terseok?

Catatan BatamNow.com, Bandara Internasional Hang Nadim resmi dikelola dan dioperasikan oleh PT BIB sejak 1 Juli 2022 untuk masa konsesi 25 tahun. Perjanjiannya diteken di era Kepala BP Batam sebelumnya, Muhammad Rudi.

Salah satu menjadi tanggung jawab PT BIB adalah pembangunan terminal penumpang (Terminal 2) untuk mendukung pertumbuhan penumpang yang ditargetkan menjadi 9,6 juta penumpang per tahun.

Namun, pantauan media ini di lokasi pada Mei 2025 ternyata belum ada kemajuan berarti untuk pembangunan Terminal 2 Bandara Hang Nadim. Padahal sudah setahun sejak dilakukan groundbreaking.

Lokasi groundbreaking Terminal II Bandara Internasional Hang Nadim, di dekat gedung kargo bandara. (F: BatamNow)

Dikonfirmasi BatamNow.com, kala itu, Direktur Utama PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah, menjelaskan bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh sejumlah faktor teknis dan administratif.

“Perlu ada penyempurnaan desain, khususnya di area kanopi, agar pengalaman penumpang lebih nyaman,” tulis Pikri melalui pesan WhatsApp kepada BatamNow.com, Sabtu (03/05/2025).

Mengenai dana pembangunan, Pikri memastikan tak ada kendala. Angkasa Pura I bersama mitranya, Incheon International Airport Corporation (IIAC), telah menyetor modal awal sebesar Rp 790 miliar dari total investasi yang direncanakan mencapai Rp 5,5 triliun.

Dalam publikasi BP Batam sebelumnya, total investasi untuk kerja sama ini sebesar Rp 6,89 triliun, meliputi:

  1. Renovasi, pembangunan Terminal 1, membangun Terminal II, serta seluruh pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur sisi darat bandara;
  2. Membuka jalur penerbangan domestic seluruh Indonesia;
  3. Membuka jalur penerbangan Internasional ke Cina, Korea Selatan, India, Thailand, dan perjalanan Ibadah Umrah/Haji untuk pertama kalinya;
  4. Mengembangkan tujuan pariwisata kolaboratif;
  5. Mengembangkan pasar sebagai paradigma market dan memperkuat Batam sebagai Cargo Hub.

BP Batam Minta Tambahan Anggaran Rp 2,88 T, Naik 118 Persen

Dalam RDP ini, BP Batam menyampaikan laporan keuangan TA 2024 dan Realisasi Anggaran Tahun 2025, serta Rancana Kerja dan Anggaran dan Rencana Kerja Pemerintah TA 2026.

Amsakar memaparkan, BP Batam membutuhkan tambahan anggaran rupiah murni sebesar Rp 2,88 triliun dari pagu indikatif 2026 sebesar Rp 2,44 triliun.

Sehingga total anggaran yang dibutuhkan naik sekitar 118 persen, menjadi Rp 5,328 triliun di tahun depan.

Dalam slide presentasi yang dipaparkan Amsakar saat RDP, dimuat uraian singkat kebutuhan tambahan anggaran Rp 2,88 T untuk pembangunan infrastruktur di berbagai sektor.

Khusus untuk prasarana bidang udara, direncanakan 12 kegiatan yang akan menelan biaya Rp 85,35 miliar. Sementara bidang konektivitas laut butuh Rp 188,43 miliar untuk 26 kegiatan.

Anggaran terbesar dialokasikan untuk prasarana bidang konektivitas laut yang memburuhkan Rp 1,98 triliun. Lalu Rp 354, 56 miliar untuk bidang sumber daya air.

Prasarana dan Sarana pengembangan kawasan butuh Rp 179,44 miliar. Paling kecil untuk prasarana bidang kesehatan yang hanya Rp 84,70 miliar.

BatamNow.com mengkonfirmasi terkait rencana tata ulang pengelolaan aset BP Batam itu, kepada Amasakar Achmad, Kepala Biro Umum BP Batam Muhamad Taofan, serta Coporate Secretary PT BIB I Wayan Widana, pada Kamis (10/07/2025), namun belum direspons. (D)

Berita Sebelumnya

Eks Karyawan PT TJI Lapor Ijazah Ditahan, Disnakertrans Kepri: SE Menteri Larang Penahanan Dokumen Pekerja

Berita Selanjutnya

Amsakar Bantah Tebang Pilih Penertiban Reklame, Ungkap Peralihan ke Videotron Berpotensi Raup Rp 100 Miliar

Berita Selanjutnya
Transformasi Pengelolaan, BP Batam akan Ambil Alih Bandara Hang Nadim?

Amsakar Bantah Tebang Pilih Penertiban Reklame, Ungkap Peralihan ke Videotron Berpotensi Raup Rp 100 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com