Kisah Pengemis yang Raup Rp 18 Juta Per Bulan, Bisa Bangun Rumah dan Beli Sepeda Motor - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Kisah Pengemis yang Raup Rp 18 Juta Per Bulan, Bisa Bangun Rumah dan Beli Sepeda Motor

11/Mei/2021 13:56
Kisah Pengemis yang Raup Rp 18 Juta Per Bulan, Bisa Bangun Rumah dan Beli Sepeda Motor

Pengemis T di Kota Batu yang meraup pendapatan rata-rata Rp 600 ribu per hari, Minggu (09/05/2021). (F: Tribun Jatim/ Benny Indo)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Seorang pengemis berinisial T asal Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, meraup uang belasan juta rupiah dalam satu bulan.

Bahkan, T bisa membangun rumah dan membeli sepeda motor dari hasil mengemis.

Dilansir KOMPAS.com, kesehariannya, T biasanya mengemis di depan Pom Bensin, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Batu, Jawa Timur.

Dia adalah seorang penyandang disabilitas yang sehari-hari menggunakan kakinya untuk beraktivitas, termasuk untuk makan dan minum. Menurut T, penghasilan yang dia peroleh dari mengemis cukup besar.

“Kota Batu adalah lahan basah untuk meminta-minta,” kata T, seperti dilansir Tribun Jatim, Minggu (09/05/2021).

“Saya sudah lima tahun di Kota Batu. Saya mangkal di Karangploso dulu, tapi penghasilannya sedikit, jadi pindah ke Kota Batu,” katanya, Minggu (9/5/2021).

Penghasilan T rata-rata dalam sehari ialah Rp 600.000. Jika sebulan tak berhenti mengemis, dia bisa meraup Rp 18 Juta.

Raup Rp 18 Juta Per Bulan

Pengeluaran bulanannya antara lain membayar indekos Rp 500.000.

Hal itu yang membuat T mampu membangun rumah di kampung halamannya. Dia juga membeli sepeda motor yang dioperasikan temannya untuk mengantar dan menjemput T setiap hari.

Keterangan saksi

Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya membenarkan kisah tentang T.

T setiap hari dijemput seseorang untuk berangkat pada sore dan pulang pada malam hari.

Motor yang digunakan untuk menjemput adalah Honda Beat dan kini berganti menjadi Honda Vario terbaru.

“Kadang-kadang pulang pukul 18.30 WIB. Kalau bulan Ramadhan pulangnya agak malam sedikit, pukul 20.00 WIB,” paparnya.

Dia pun mengaku pernah melihat T dan kawannya menghitung uang hasil mengemis.

“Sering mendapat sejuta, Rp 400.000. Paling sedikit Rp 300.000, yang paling sering Rp 600 per hari. Apalagi kalau ada orang Tionghoa, sekali ngasih bisa sampai Rp 300.000,” ujarnya.(*)

Berita Sebelumnya

JPU Lepaskan Terdakwa dari Dakwaan Kepemilikan Senjata. Nakhoda MT Horse Langgar Koridor ALKI

Berita Selanjutnya

Satgas: Vaksinasi Gotong-royong Dimulai Setelah Idul Fitri 1442 Hijriah

Berita Selanjutnya
Satgas: Vaksinasi Gotong-royong Dimulai Setelah Idul Fitri 1442 Hijriah

Satgas: Vaksinasi Gotong-royong Dimulai Setelah Idul Fitri 1442 Hijriah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com