BatamNow.com – Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Batam tengah memeriksa dan mengusut temuan pemalsuan surat keterangan Rapid Test Polymerase Chain Reaction (PCR) di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center.
Kepala KKP Batam AKP Budi Hartono mengakui, DH sebagai agen atau ‘aktor’ di balik pemalsuan surat keterangan palsu PCR itu sedang diperiksa di KKP di Sekupang.
DH, di Batam adalah perwakilan agen Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang terletak di Jawa Timur (Jatim).
“Sekarang kita sedang mendalami kasus tersebut dan akan kita cari semua siapa-siapa yang terlibat,” kata Budi.
Kapolsek lulusan Akpol tahun 2008 itu menuturkan kronologi pemalsuan surat PCR sebagai berikut;
Pada tanggal 7 Mei 2021, DH membawa tiga orang perempuan untuk tes PCR ke Rumah Sakit (RS) Awal Bros Batam.
Hasil tes PCR itu ketiga orang itu pun keluar pada tanggal 8 Mei 2021 dengan hasil positif Covid-19.
Mengetahui hasil tes PCR positif, DH mengirimkan lembaran surat tes PCR dari RS Awal Bros ke kantor keagenan di Jatim.
Surat tes PCR hasil Positif Covid-19 itu lah yang diduga di-edit menjadi hasil negatif oleh agen di Jatim, lalu dikirim kembali kepada DH melalui email.
Pada tanggal 9 Mei 2021, DH berupaya memberangkatkan tiga orang tersebut ke Singapura melalui Pelabuhan Feri Internasional Batam Center.
Saat melalui pemeriksaan, petugas menemukan kejanggalan surat tersebut dan dilakukan interogasi.
Setelah memastikan surat keterangan itu palsu, DH didatangkan ke pelabuhan BC, lalu digiring ke Kantor KKP Sekupang untuk diperiksa.
Sementara tiga wanita itu berinisial TW, LR dan KS yang terkonfirmasi positif dibawa ke Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang.
“Kita akan usut semua yang terlibat, termasuk mendatangkan editornya dari Jatim untuk diperiksa,” kata Budi.
Humas RS Awal Bros: Sudah Kami Laporkan ke Gugus Tugas
Sementara itu Humas RS Awal Bros Cynthia membenarkan ketiga perempuan itu positif setelah diperiksa di RS Awal Bros.
Apakah setelah diketahui positif, pihak RS Awal Bros tidak dengan segera melaporkannya ke Gugus Tugas Covid-19 Batam, untuk segera dilakukan tracing?
Sebenarnya kami sudah melaporkan kepada Gugus Tugas.
Lalu mengapa tidak ada penanganan yang cepat agar ketiga yang positif diamankan dan tidak berjangkit ke mana-mana, sementara mereka sempat lolos ke Pelabuhan Batam Center?
Ya kalau itu ranahnya Gugus Tugas.
Kapolsek Budi Hartono senada dengan Cynthia. “Itu bukan ranah saya,” ujarnya ketika ditanya mengapa ketiga terpapar Corona itu sempat lolos ke pelabuhan.
Sebab, menurut sumber BatamNow.com harus dilakukan tracing yang cepat untuk mengisolasi agar Covid-19 tam menyebar ke mana-mana.
Beberapa kali Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Azril Apriansyah dihubungi media ini lewat telepon tapi tak pernah merespons. Demikian juga Senin (10/05) sore.
Sumber tadi juga menyayangkan acap bungkamnya Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 ini. “Itu tak boleh, mereka hendaknya respek komunikasi dengan media dan masyarakat. Bukan bungkam,” ujarnya.
Berita media ini pada hari Minggu (09/05), petugas karantina Pelabuhan Batam Center mendapati tiga orang perempuan yang hendak ke Singapura positif terpapar Covid-19 dengan membawa surat hasil tes PCR palsu.
Mereka hendak dikirimkan ke Singapura, Minggu (09/05). Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu diberangkatkan agen resmi dari Jawa Timur lewat Batam.(R/H/P)

