BatamNow.com – Kodim 0316/Batam seperti membenarkan laporan yang diterima Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengenai maraknya masuk beras impor ilegal ke Batam.
Respons cepat ini muncul tak lama setelah penyegelan 250 ton beras impor di gudang milik PT Multazam Sabang Group (MSG) di Sabang, Aceh, yang diduga berasal dari jalur ilegal di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Sabang.
Dalam konferensi pers di kediamannya, Minggu (23/11/2025), Amran mengungkap bahwa ia telah menelepon Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin untuk meminta penelusuran terkait laporan masuknya beras impor ke Batam.
Hingga kini, Polda Kepri belum memberikan penjelasan, meski konfirmasi telah disampaikan BatamNow.com melalui WhatsApp.
Kodim 0316/Batam Amankan 40 Ton Beras Impor Ilegal
Saat Polda Kepri belum merespons, jajaran Kodim 0316/Batam justru bergerak lebih cepat.
Dirangkum dari berbagai sumber, Kodim menggelar operasi senyap di Pelabuhan Rakyat Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, yang dikenal dengan Pelabuhan Haji Sage, pada Senin (24/11/2025) malam.
Dalam penyisirannya di lokasi, jajaran Kodim menggagalkan upaya penyelundupan berbagai komoditas impor ilegal, termasuk 40,4 ton beras.
Operasi dipimpin langsung Dandim 0316/Batam Kolonel Arh Yan Eka Putra, didampingi Dandenpom I/6 Batam Letkol CPM Della Guslapa dan Pasiintel Kodim Mayor Inf Zulkarnaen.
Dalam operasi sekitar pukul 23.00 WIB tersebut, petugas menemukan berbagai barang impor tanpa dokumen resmi, seperti gula, minyak goreng, tepung terigu, susu, parfum, mi instan impor, hingga beragam produk frozen food.

Tiga Kapal dan Tiga Truk Ikut Diamankan
Tim gabungan mengamankan tiga kapal dan tiga truk yang diduga digunakan sebagai sarana distribusi barang ilegal itu.
Kapal yang diamankan:
- KM Permata Pembangunan (Nakhoda: A)
- KM Permata Pembangunan (Nakhoda: M)
- Satu unit kapal lain dengan nama sama (nakhoda tidak berada di lokasi)
Truk yang diamankan:
- Truk besar BP 8419 EH
- Truk besar BP 9849 DE
- Truk sedang BA 8302 AU.
Beras Impor Gangguan Terhadap Swasembada Pangan
Barang yang ditangkap menunjukkan skala penyelundupan dalam jumlah besar selama ini lewat Batam.
Temuan awal meliputi:
- Beras: 40,4 ton
- Gula pasir: 4,5 ton
- Minyak goreng: jumlah belum dirinci
- Tepung terigu: jumlah belum dirinci
- Susu: jumlah belum dirinci
- Parfum: jumlah belum dirinci
- Mi impor: jumlah belum dirinci
- Frozen food: jumlah belum dirinci.
Total nilai muatan diperkirakan sangat besar dan berpotensi menimbulkan kerugian negara apabila berhasil diedarkan.
Kapal Beroperasi Tanpa Dokumen
Sebanyak tujuh anak buah kapal (ABK) diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari pemeriksaan awal, kapal-kapal tersebut diketahui tidak memiliki Surat Izin Berlayar dan tidak mengantongi manifes muatan.
Para ABK juga menyebut adanya kapal lain yang diduga bagian dari jaringan penyelundupan.
Dua kapal yang disebut adalah KM Sampurna 03 dan KM Rizki, yang disebutkan membawa muatan serupa menuju Tanjung Balai Karimun.
Penyeludupan beras impor ke Indonesia dinilai menganggu kondisi swasembada pangan termasuk beras, yang sudah stabil di Indomesia dan menciderai Asta Cita Presiden Prabowo. (A/Red)

