BatamNow.com, Jakarta – Relawan kemanusiaan yang berada di bawah naungan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, memprotes keras kebijakan pemberian masker dan hand sainitizer pada acara pernikahan putri Habib Rizieq Shihab.
Mengingat kondisi pandemi sekarang, semestinya perhelatan tersebut menerapkan protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M) agar tidak terjadi kerumunan dan melanggar aturan yang telah ada.
Koalisi Peduli Jakarta (KPJ) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memanggil Kepala Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang juga ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk dimintai pertanggungjawaban atas pemberian masker dan hand sanitizer pada acara tersebut.
“Kepala BNPB yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo telah membuat gaduh situasi di Jakarta yang berimbas pada pencopotan Kapolda Metro Jaya dan dipanggilnya Gubernur DKI Jakarta serta jajarannya ke Polda untuk dimintai keterangan atas agenda pernikahan tersebut,” kata Ketua Umum KPJ, Amos Hutauruk.
Dimana bila kegiatan pemberian masker dan hand sanitizer ke acara tersebut tidak dilakukan, mungkin kegaduhan ini tak akan terjadi.
Menurutnya, anggaran penanganan Covid-19 yang menggunakan uang rakyat jangan disia-siakan untuk yang bukan pos penggunaannya.
“Anggarannya dari mana, siapa yang perintahkan memberinya, itu harus jelas,” tegas Amos.
Apalagi banyak relawan kemanusiaan yang telah gugur menjalankan tugas, ditambah para relawan yang saat ini masih bekerja di Wisma Atlet.
Situasi gaduh di Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) DKI Jakarta yang terjadi saat ini tidak boleh berlarut lama.
Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini dibutuhkan kekompakan sesama instansi, agar masa pandemi cepat berlalu.
“Janganlah kau dustai dalam bertindak semaunya,” pintanya.(cr)

