KSOP Batam Sebut Tidak Tahu Insiden Kapal Kontainer Meratus Ampana Tabrak STS Crane di Pelabuhan Batu Ampar - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

KSOP Batam Sebut Tidak Tahu Insiden Kapal Kontainer Meratus Ampana Tabrak STS Crane di Pelabuhan Batu Ampar

by BATAM NOW
22/Nov/2025 16:19
Gedung Baru, KSOP Khusus Batam Resmi Miliki Kantor Sendiri

Kantor KSOP Khusus Batam di Jalan RE Maratdinata, Sekupang. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam tidak mengetahui insiden Kapal Kontainer Meratus Ampana yang menabrak Ship-to-Shore (STS) Crane 05 ZPMC milik BP Batam di Dermaga Utara Pelabuhan Kontainer Batu Ampar, Kamis (20/11/2025).

Hal ihwal tersebut dikatakan Kasubbag Hukum dan Hubungan Masyarakat Kantor Kesyahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, Syahrul kepada BatamNow.com melalui pesan di WhatsApp.

Dikonfirmasi sehari setelah insiden, menurut Syahrul, pihaknya belum mendapat informasi mengenai kejadian tersebut.

“Saat ini kami belum dapat informasi kejadian tersebut, saya coba cari info dari petugas operasional dan kasie teknis terkait dulu ya,” kata Syahrul, Jumat (21/11/2025).

Namun hingga berita ini diterbitkan, Syahrul belum mengirimkan informasi dari Kasi Teknis dan petugas operasional yang bertugas di Pelabuhan Terminal Peti Kemas Batu Ampar.

Sementara menurut Undang-undang (UU) Nomor 17 Tahun 2008, pada Pasal 1 ayat (56), “Syahbandar adalah pejabat pemerintah di Pelabuhan yang diangkat oleh menteri dan memiliki kewenangan tertinggi, untuk menjalankan dan melakukan pengawasan terhadap dipenuhinya ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran”.

@batamnow BatamNow.com – Kapal kontainer Meratus Ampana berbendera Indonesia bertabrakan dengan Ship-to-Shore (STS) Crane 05 ZPMC milik BP Batam di kolam Dermaga Utara Pelabuhan Kontainer Batu Ampar, Batam, Rabu (19/11/2025). Akibat insiden tersebut, buritan kapal Meratus Ampana mengalami kerusakan cukup serius. Kapal dengan bobot 17.000 DWT dan ukuran LOA/Beam 179/27 meter itu mampu mengangkut sekitar 1.000–1.400 TEUs. Meratus Ampana merupakan kapal milik Pelayaran Meratus dan saat kejadian baru tiba dari Pelabuhan Kargo Belawan, Sumatera Utara. Direktur Pengelolaan Pelabuhan BP Batam, Benny Syahroni, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, meminta agar pertanyaan disampaikan melalui Humas BP Batam “Maaf, bisa saya jawab lewat Humas BP ya,” kata Benny kepada BatamNow.com, Kamis (20/11/2025). Dalam video yang diterima BatamNow.com, terlihat bagian buritan kiri kapal menyenggol STS Crane 05 ZPMC, crane baru yang sebelumnya merupakan aset PT Persero Batam dan kini dimiliki BP Batam. Ketika kapal bergerak mundur, buritan kapal tampak mengenai crane tersebut hingga menimbulkan lubang dan robekan pada bagian atas buritan. Setelah tabrakan terjadi, sejumlah petugas pelabuhan terlihat berlarian sambil berteriak “Awas! Awas, woi!”, disertai bunyi sirene dari crane nomor 05. Mengutip data dari VesselFinder.com, Meratus Ampana bernomor IMO 9262950, MMSI 525125033, dan dibangun pada tahun 2002, yang berarti kapal telah berumur 23 tahun. Profesionalisme Pandu–Tunda BP Batam Jadi Sorotan Pasca-insiden tersebut, sejumlah pihak menyoroti kualitas layanan pandu dan tunda yang hingga kini masih dikelola langsung oleh BP Batam. Layanan pandu–tunda merupakan layanan vital yang mengarahkan gerakan kapal saat masuk ke kolam pelabuhan, merapat ke dermaga, atau bergerak di area terbatas. Pandu bertugas memberi instruksi manuver kapal. Tunda bertugas membantu mendorong atau menarik kapal agar bergerak aman. Dalam struktur saat ini, kegiatan pandu dan tunda masih berada di bawah Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam, sehingga sejumlah kalangan mempertanyakan profesionalisme dan urgensi penyerahan layanan tersebut kepada pihak yang lebih ahli. Baca beritanya di BatamNow.com #batam #batamnow #batamnews #fyp #bpbatam ♬ News, news, seriousness, tension(1077866) – Lyrebirds music

Insiden buritan kapal kontainer Meratus Ampana itu terjadi sekira pukul 10.00 WIB ketika kapal hendak bertolak menuju pelabuhan Belawan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Dari informasi yang diterima BatamNow.com di lapangan, kapal Meratus Ampana dijadwalkan lepas tali sekira pukul 08.00 WIB, namun belum diketahui secara pasti apa penyebab kapal tersebut harus delay selama dua jam lamanya.

Sementara menurut Direktur Pengelolaan Pelabuhan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Benny Syahroni melalui Kabiro Humas BP Batam, Muhamad Taofan, bahwa peristiwa kapal yang menabrak STS Crane 05 milik BP Batam itu dikarenakan faktor cuaca yang kurang bersahabat.

Hal itu, menurut Taofan, berdasarkan laporan awal dari lapangan, di mana arus kuat dan angin yang cukup kencang pada saat kegiatan manuver kapal hendak bertolak

Atas insiden tersebut kapal dengan bobot 17.000 DWT dan ukuran LOA/Beam 179/27 meter itu menabrak STS Crane yang berdiri di dermaga segingga buritan kapal Meratus Ampana mengalami kerusakan di lambung buritan kapal.

Dijelaskan Taofan, seluruh prosedur pandu dan tunda telah dilaksanakan, di mana saat kapal hendak keluar dari dermaga menggunakan 2 (dua) unit kapal tunda.

Faktor alam yang berada di luar kendali operasional menjadi faktor utama penyebab terjadinya insiden kapal kargo yang mampu mengangkut sekitar 1.000–1.400 TEUs itu.

Hingga kini kata Taofan, Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk evaluasi kondisi cuaca pada saat kejadian.

Jika Taofan mengatakan insiden tersebut dikarenakan oleh cuaca yang kurang bersahabat, hal tersebut pun terbantah dengan data yang diterima BatamNow.com dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Batam.

Menurut Kepala BMKG Batam, Ramlan Djambak, pada hari peristiwa Kamis (20/11) hujan dan cuaca ekstrem terjadi di Batu Ampar sekira pukul 05.00 WIB hingga pukul 07.00, jauh sebelum kejadian.

“Hujan ektsrem di Batu Ampar tercatat pada pukul 05-07 yaitu 35,8 mm,” jawab Ramlan kepada BatamNow.com melalui pesan di WhatsApp.

Dalam rilis BMKG juga disebutkan pada hari yang sama, pada pukul 07.50 WIB berpotensi terjadi Hujan Sedang-Lebat yang dapat disertai Kilat/Petir dan Angin Kencang pada pukul 08.00, namun lagi-lagi Batu Ampar tidak termasuk.

“Di Kota Batam sendiri, Nongsa, Sei Beduk, Batam Kota, Sagulung, dan sekitarnya,” begitu kutipan rilis yang dikirimkan BMKG di WAG. (A)

Berita Sebelumnya

Kemampuan Jasa Pandu–Tunda di Pelabuhan Dipertanyakan, Berikut Perusahaan KSO dengan BP Batam

Berita Selanjutnya

Potensi Besar dan Ketidakpastian Hukum: Jalan Panjang Batam Menuju Pelabuhan Dunia

Berita Selanjutnya
Potensi Besar dan Ketidakpastian Hukum: Jalan Panjang Batam Menuju Pelabuhan Dunia

Potensi Besar dan Ketidakpastian Hukum: Jalan Panjang Batam Menuju Pelabuhan Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com