Lantik Pengurus PWI Kepri, Akhmad Munir Ingatkan Pers Harus Jadi Penjernih Informasi di Era AI - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Lantik Pengurus PWI Kepri, Akhmad Munir Ingatkan Pers Harus Jadi Penjernih Informasi di Era AI

17/Sep/2026 13:13
Lantik Pengurus PWI Kepri, Akhmad Munir Ingatkan Pers Harus Jadi Penjernih Informasi di Era AI
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir menegaskan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tidak akan menggantikan peran utama wartawan dalam melakukan verifikasi informasi.

Menurut Akhmad Munir, AI dapat dimanfaatkan untuk mempercepat dan membantu pekerjaan jurnalistik. Namun, inti profesi wartawan tetap berada pada kemampuan manusia dalam memverifikasi dan memastikan kebenaran informasi.

“AI membantu kita. Boleh men-support kita, boleh melengkapi profesi wartawan kita, boleh. Dia hanya sebagai pelengkap. Tetapi roh jiwanya adalah tetap terhadap yang namanya verifikasi melalui pikiran dan hati,” kata Akhmad Munir saat memberikan sambutan pada pelantikan Pengurus PWI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (17/09/2026).

Ia mengatakan perkembangan teknologi menuntut wartawan untuk terus beradaptasi. Menurutnya, perubahan teknologi tidak seharusnya membuat wartawan kehilangan jati diri sebagai pekerja pers.

“Jadi para wartawan jangan kecil hati, jangan malah termanfaatkan oleh teknologi, tetapi justru Anda harus berada di atas teknologi untuk bisa menjadi penerang informasi yang betul-betul baik, berkualitas, dan bermanfaat,” ujarnya.

Akhmad Munir mencontohkan perubahan cara kerja wartawan dari masa ke masa. Jika dahulu wartawan menulis dengan tangan, mengetik, kemudian mengirim berita melalui pos, telegram hingga faksimile, kini teknologi digital telah mengubah hampir seluruh proses kerja jurnalistik.

“Sekarang dengan kemajuan teknologi, wartawan-wartawan dituntut untuk segera menyesuaikan, beradaptasi dengan kemampuan teknologi,” katanya.

Menurutnya, salah satu kemampuan yang perlu dikuasai wartawan saat ini adalah memanfaatkan teknologi untuk membantu proses produksi berita, termasuk teknologi yang dapat mengubah suara menjadi teks.

Selain itu, wartawan juga dituntut mampu mengelola media sosial dengan tetap berpegang pada kaidah jurnalistik.

“Bagaimana kita mendigitalisasi cara kerja dan bagaimana kita beradaptasi dalam melakukan distribusi konten-konten yang berkaidah jurnalisme,” ucapnya.

Pers Dituntut Jadi Penjernih Informasi

Akhmad Munir menilai perkembangan teknologi dan disrupsi digital tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang bagi pers. Sebab, masyarakat tetap membutuhkan informasi yang benar, jernih dan akurat.

Ia menyebut masyarakat saat ini dibanjiri berbagai informasi yang belum tentu dapat dipastikan kebenarannya. Dalam kondisi tersebut, pers memiliki peran penting untuk melakukan verifikasi dan menghadirkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Peluangnya apa? Masyarakat masih membutuhkan informasi yang benar, informasi yang jernih, informasi yang cover both side, informasi yang akurat,” katanya.

“Ketika masyarakat dibanjiri berita-berita masif yang tidak jelas kebenarannya, maka pers di situ harus hadir. Maka pers di situ harus menjadi penjernih, maka pers harus menjadi pencerah, maka pers itu menjadi pembenar informasi, clearing house,” lanjutnya.

Baca Juga:  Kadisnaker Banten Sambut PWI Kepri dalam Malam Keakraban Usai HPN 2026

Akhmad Munir juga menyinggung kemampuan AI yang semakin berkembang, termasuk dalam membuat atau menduplikasi tulisan, foto maupun wajah.

Namun, menurut dia, teknologi tetap memiliki keterbatasan dalam hal verifikasi yang menjadi bagian penting dari kerja jurnalistik.

“AI bisa berduplikasi wajah, bisa menduplikasi tulisan, bisa menduplikasi foto. Tetapi AI tidak punya yang namanya verifikasi hati dan perasaan,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta wartawan terus memperkuat profesionalisme dan kemampuan jurnalistik di tengah perkembangan teknologi.

“Ketika ada ancaman AI dan teknologi disrupsi yang mungkin lebih masif lagi, maka Anda teruslah beradaptasi. Maka Anda haruslah terus meneguhkan jiwa profesionalisme wartawan,” katanya.

PWI Kepri dan Penyatuan Organisasi

Dalam kesempatan tersebut, Akhmad Munir juga menjelaskan pelantikan Pengurus PWI Kepri merupakan bagian dari proses penyatuan organisasi setelah sebelumnya terjadi dualisme kepengurusan PWI.

Ia menyebut dualisme terjadi di tingkat pusat dan sejumlah daerah, termasuk Kepri. Kondisi tersebut kemudian berakhir setelah digelar Kongres Persatuan pada Agustus 2025.

“Ceritanya berawal dari dualisme PWI terjadi dualisme tahun 2024 sampai tahun 2023. Ada dua kepengurusan. Satu dipimpin oleh Kongres Hasil Bandung, Bapak Henry Tilaar, tahun 2023. Tahun 2024 lahir Kongres Luar Biasa Jakarta yang dipimpin Zulmansyah Sekedang,” jelasnya.

Menurut Akhmad Munir, sejumlah daerah juga mengalami dualisme kepengurusan, di antaranya Jawa Barat, Banten, Kepri, Sumatera Barat, Bangka Belitung dan Riau.

“Agustus 2025 menggelar Kongres Persatuan, antar dua belah kubu yang terpilih di waktu Kongres Persatuan di Cikarang itu,” katanya.

Ia menambahkan, proses penyatuan organisasi telah diselesaikan dan tidak ada lagi dualisme kepengurusan. Pelantikan Pengurus PWI Kepri dilakukan untuk memperkuat soliditas organisasi di daerah.

“Pada bulan Maret kemarin sudah selesai semua, tidak ada lagi dualisme. Cak Iban melakukan PAW. Agar penyatuannya jadi kuat dan PWI Kepri solid, maka kami lakukan pelantikan pada hari ini. Tolong dijaga dan dirangkul,” ujarnya.

Akhmad Munir mengingatkan PWI merupakan organisasi wartawan yang memiliki sejarah panjang. PWI lahir pada 9 Februari 1946 dari kalangan wartawan yang turut memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Menjadi relevan apa yang disampaikan oleh Pak Iman Setiawan tadi, bahwa keberadaan PWI ini memiliki DNA pejuang,” pungkasnya. (H)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Liga Pesisir II BRK Syariah: Bukan Sekadar Perebutan Piala, Tapi Memperkuat Satu Keluarga

Berita Selanjutnya

Graha PWI Kepri di Batam Diresmikan Ketum PWI Pusat, Akhmad Munir: Tidak Ada Lagi Dualisme

Berita Selanjutnya
Graha PWI Kepri di Batam Diresmikan Ketum PWI Pusat, Akhmad Munir: Tidak Ada Lagi Dualisme

Graha PWI Kepri di Batam Diresmikan Ketum PWI Pusat, Akhmad Munir: Tidak Ada Lagi Dualisme

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com