Masyarakat Rempang Desak Pemerintah Tiongkok Cabut Investasi di Rempang - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Masyarakat Rempang Desak Pemerintah Tiongkok Cabut Investasi di Rempang

by BATAM NOW
14/Agu/2024 12:45
Warga Rempang Unjuk Rasa di Kedubes Tiongkok di Jakarta: Tolak PSN Rempang Eco-City

Warga Rempang unjuk rasa di depan Kedubes Tiongkok di Jakarta, Rabu (14/08/2024). (F: Dok. Warga)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Masyarakat Pulau Rempang bersama Tim Advokasi Solidaritas Nasional untuk Rempang menggelar aksi di Kedutaan Besar Tiongkok pada Rabu (14/08/2024) pagi.

Masyarakat Rempang menuntut Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok mencabut investasi Xinyi Grup yang menjadi bagian dari PSN Rempang Eco-City. PSN Rempang Eco-City tersebut menjadi ancaman atas eksistensi ruang hidup masyarakat di Pulau Rempang.

Warga bergantian berorasi. Mengabari kalau mereka tidak ingin terusir dari tanah yang telah mereka huni turun-temurun sejak ratusan tahun lalu. Ruang hidup tempat tumbuh dan berkembangnya budaya Melayu di sana.

“Kami sudah sejahtera dengan hidup kami sekarang. Kami tidak mau digusur atau digeser dari tanah adat leluhur kami. Lebih baik mati berdiri daripada hidup berlutut!” ujar Aris, warga Rempang.

Hadirnya warga Pulau Rempang di Kedutaan Tiongkok hari ini, menjadi ikhtiar warga yang telah sekitar setahun berjuang dari ancaman penggusran akibat PSN Rempang Eco-City. Mereka bertahan di tengah intimidasi dan rayuan untuk pindah dari rumah dan kampung mereka.

Manajer Kampanye Hutan dan Kebun Walhi Nasional, Uli Arta Siagian, dalam orasinya menyayangkan Perwakilan Kedubes Tiongkok tidak menemui massa aksi.

Namun pihaknya berharap pemerintah Cina dapat mengevaluasi rencana pendanaan Rempang Eco-City. Karena PSN Rempang Eco-City mengancam eksistensi 7.500 masyarakat Pula Rempang dan merusak ekologis Rempang, baik pesisir dan darat di Pulau Rempang.

Baca Juga:  Akademisi: BP Batam yang Bertugas Mencari Investor Bukan 'Dititip' ke Pihak Lain

“Jangan sampai tangan Tingkok melalui investasi di Rempang menjadi sebab kerusakan lingkungan dan peradaban masyarakat di Pulau Rempang,” kata Uli.

Walhi tetap percaya masyarakat akan terus konsisten berjuang mempertahan ruang hidup mereka. Dan pihaknya berharap perjuangan masyarakat Rempang juga didukung oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Divisi hukum KontraS, Vebrina Monicha, yang hadir dalam aksi tersebut, mengingatkan bagaimana negara melalui aparat penegak hukum (APH) baik Polisi maupun TNI, harus hadir melindungi warga, bukan justru melakukan tindakan kekerasan seperti intimidasi bahkan kriminalisasi.

“Puluhan warga Rempang sudah mengalami kriminalisasi dengan dalih pengrusakan kantor BP Batam. Pola inilah yang selalu digunakan oleh Negara untuk membungkam warga yang menolak PSN.”

Staf Advokasi Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA), Abib, menyampaikan pihaknya mendesak penghentian perampasan atas tanah dengan pola yang terus berulang. Ia mendesak semua pihak untuk menghormati hak atas tanah yang telah dimiliki masyarakat.

Aksi yang telah ditutup dengan damai, justru mendapatkan perlakuan represif oleh orang yang tidak dikenal. Saat peserta aksi sedang menunggu mobil jemputan yang akan menggantar peserta ke titik aksi selanjutnya, orang-orang tidak dikenal dengan jumlah kurang lebih 7 orang membubarkan paksa peserta aksi. (*)

Berita Sebelumnya

Warga Rempang Unjuk Rasa di Kedubes Tiongkok di Jakarta: Tolak PSN Rempang Eco-City

Berita Selanjutnya

Spekulasi Berkembang: Gibran Rakabuming Ketua Dewan Pembina Golkar

Berita Selanjutnya
Spekulasi Berkembang: Gibran Rakabuming Ketua Dewan Pembina Golkar

Spekulasi Berkembang: Gibran Rakabuming Ketua Dewan Pembina Golkar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com