Menag: Meski Kasus Covid-19 Melandai, Masyarakat Harus Tetap Patuhi Prokes Selama Ramadan - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Menag: Meski Kasus Covid-19 Melandai, Masyarakat Harus Tetap Patuhi Prokes Selama Ramadan

02/Apr/2022 16:58
SE Menag Yaqut: Volume Pengeras Suara Masjid Maksimum 100 Desibel

Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas. (F: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, tahun ini adalah tahun ketiga umat muslim Indonesia menjalankan ibadah puasa Bulan Ramadan di tengah pandemi Covid-19.

Dilansir Kompas, adapun pemerintah telah menetapkan 1 Ramadan 1443 H jatuh pada 3 April 2022.

Menag berpesan agar masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes) selama Ramadan.

“Pada tahun ini, momen Ramadan masih dalam suasana pandemi Covid-19. Meski telah melandai, namun mari kita tetap menjaga diri dengan terus meningkatkan kesadaran tentang kebersihan dan kesehatan,” kata Yaqut dalam keterangan tertulis, Sabtu (02/04/2022).

Yaqut mengatakan, bulan Ramadan ini juga menjadi momentum bangsa Indonesia bangkit dari pandemi.

Ia juga berharap dengan adanya solidaritas kemanusiaan dan ketaatan protokol kesehatan selama bulan Ramadan, menjadikan bulan suci ini memberikan dampak besar bagi bangsa.

“Ramadan karim, momentum bangkit dari pandemi untuk kemajuan NKRI. Atas nama Kementerian Agama, saya mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1443 H/2022 M,” ucap Menag.

Lebih lanjut, Yaqut mengajak umat muslim mejadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat solidaritas, dan membersikan residu manusiawi.

Baca Juga:  Jual Online Obat Covid Rp 8,5 Juta, Dua Pelaku Ditangkap

Menurutnya, solidaritas dengan sesama manusia dapat terwujud bila seseorang mampu menghilangkan kesombongan dari dirinya.

“Adalah kesombongan ketika menganggap diri kita lah yang paling benar, sementara orang lain selalu salah. Adalah kesombongan ketika menganggap diri kita yang paling jujur, sementara orang lain pasti berlaku curang,” tutur Menag.

Gus Yaqut, sapaan akrabnya, berharap masyarakat dapat mengambil hikmah di bulan suci Ramadan untuk membersihkan residu manusiawi tersebut.

“Satu bulan ke depan di bulan Ramadan ini, di bulan yang penuh maghfirah, di bulan yang penuh ampunan, di bulan yang penuh hikmah dan pelajaran kita akan ditempa untuk membersihkan residu-residu manusiawi seperti itu,” ujar Gus Yaqut

“Kita akan lihat nanti, apakah ibadah-ibadah kita selama di bulan Ramadan ini tuntas. Apakah ibadah kita selama di bulan Ramadan ini mampu memetik segala pelajaran yang diberikan langsung oleh Allah SWT kepada kita,” sambungnya. (*)

Berita Sebelumnya

5 Jenis Makanan yang Tidak Boleh Dimakan saat Sahur dan Buka Puasa

Berita Selanjutnya

Puasa Ramadan bagi Lansia, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Berita Selanjutnya
Puasa Ramadan bagi Lansia, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Puasa Ramadan bagi Lansia, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com