Mengadu ke Leluhur, Gerak Awal Warga Melayu Peringati Setahun Tragedi Rempang - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Mengadu ke Leluhur, Gerak Awal Warga Melayu Peringati Setahun Tragedi Rempang

07/Sep/2024 10:48
Mengadu ke Leluhur, Gerak Awal Warga Melayu Peringati Setahun Tragedi Rempang
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Warga Pulau Rempang berziarah ke Lubuk Lanjut, tempat yang diyakini sebagai titik awal pemukiman Masyarakat di Pulau Rempang. Mereka datang berkunjung ke kampung lama yang terletak di sebelah Kampung Pasir Panjang, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang di Pulau Rempang ini, pada Jumat (06/09/2024) sore.

Kunjungan ini menandai gerak awal warga memperingati momen bentrok antara mereka yang berupaya mempertahankan kampung, dengan aparat yang masuk untuk melakukan pengukuran tata batas lahan di Pulau Rempang pada 7 September 2023 lalu.

Di sana, warga menziarahi makam leluhur mereka. Mendatangi satu per satu makam, menyiraminya dengan air dari ceret besar yang mereka bawa. Warga juga berdoa, berharap ruh leluhur yang telah mendahului mereka, turut serta berjuang menjaga kampung dari ancaman penggusuran.

Momen ini dirasa penting, sebagai langkah untuk kembali dekat dengan asal mereka berasal. Berjuang menjaga kampung dengan semangat perjuangan seperti sebelumnya dilakukan leluhur mereka ketika menjaga Pulau Rempang.

“Kepada malaikat, kepade Allah, kita minta, mudah-mudahan batallah proyek Rempang Eco-City ini. Mudah-mudahan kampung kami tetaplah utuh seperti sedia kala. Bersama arwah datok nenek moyang kami, kabulkanlah hajat kami ini semuanya,” kata Muhammad Sani (64) satu dari warga yang hadir dalam agenda ziarah warga Rempang ini.

Bagi warga, tanah di Pulau Rempang ini bagai ibu, pemberi kasih sayang pada mereka. Tanah adat yang diwariskan dan menjadi identitas mereka sebagai orang Melayu.

Beberapa warga nampak larut dalam kesedihan. Salah satunya Muhammad Saleh. Ia menangis tak lama setelah tiba di Lubuk Lanjut. Sambil memandang batu nisan yang tertindih oleh akar Pohon Ara di lokasi pemakaman, ia sampaikan bahwa makam-makam yang tersebar di kawasan ini adalah jejak keberadaan nenek moyangnya dulu.

Baca Juga:  Saksi Sebut Bang Long Tidak Ada Menyuruh Melempar saat Demo Bela Rempang

Ia tak habis pikir pemerintah tidak menganggap mereka ada, padahal bukti keberadaan masyarakat di Pulau Rempang begitu nyata. Bahwa peradaban masyarakat Melayu di Pulau Rempang sudah lebih dulu ada, jauh sebelum Indonesia.

Untuk diketahui, pada 7 September 2023 lalu, masyarakat Pulau Rempang terlibat bentrok dengan 1.010 aparat gabungan yang memaksa masuk. Warga yang takut kehilangan kampung, menolak dengan melakukan perlawanan.

Aparat yang hadir kemudian merespons dengan menghujani warga dengan gas air mata dan peluru karet. Petugas juga menangkap tujuh warga yang dianggap melawan, menjadikan mereka tersangka, sebelum akhirnya mereka dibebaskan.

Meskipun demikian, warga terus memberikan perlawanan, sampai malam. Menahan laju gerak petugas dengan pealatan seadanya, sepanjang sekitar 29 kilometer jauhnya. Melawan gas air mata yang terus menyerang mereka.

Lebih lanjut, Sani mengapresiasi gerak serta masyarakat Indonesia dari berbagai penjuru, membersamai perjuangan warga Pulau Rempang. Dukungan itu membuat warga tetap bertahan meski mereka terus berada dalam tekanan dan intimidasi.

“Kami masyarakat Pulau Rempang ini sangat berbesar hati pada bantuan dari saudara mara dari sudut seluruh Indonesia ini, membela tanah Rempang ini. Karena mereka semua tahu Rempang ini bukan dua tiga hari,” pungkasnya. (*)

Berita Sebelumnya

Pentingnya Sertifikat Halal pada Produk Usaha, BRK Syariah Datangkan Kemenag Batam untuk Mengedukasi Nasabah UMKM

Berita Selanjutnya

Mitigasi Risiko Bank, Pejabat BRK Syariah Ikuti Pelatihan Aspek Hukum dari Simpul Banking Training Center

Berita Selanjutnya
Mitigasi Risiko Bank, Pejabat BRK Syariah Ikuti Pelatihan Aspek Hukum dari Simpul Banking Training Center

Mitigasi Risiko Bank, Pejabat BRK Syariah Ikuti Pelatihan Aspek Hukum dari Simpul Banking Training Center

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com