Mengantisipasi Dampak Naiknya Harga BBM, Gubernur Ansar Pimpin Rakor FKPD Provinsi Kepri - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Mengantisipasi Dampak Naiknya Harga BBM, Gubernur Ansar Pimpin Rakor FKPD Provinsi Kepri

by BATAM NOW
06/Sep/2022 15:53
Mengantisipasi Dampak Naiknya Harga BBM, Gubernur Ansar Pimpin Rakor FKPD Provinsi Kepri
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Gubernur Kepri H Ansar Ahmad memimpin Rapat Pengendalian Dampak Kenaikan Harga BBM di Provinsi Kepri bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), di Mapolda Kepri, Nongsa Kota Batam, Selasa (06/09/2022).

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak, Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman, Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Yudi Yulistyanto, Kabinda Kepri Laksma TNI Ardiansyah, Kepala Zona Kamla Maritim Barat Laksma TNI Hadi Pranoto, dan Danlanud RHF Tanjungpinang Kol Pnb A Donie P.

Hadir juga Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri, perwakilan Kajati Kepri, para Kepala OPD Provinsi Kepri serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Kepri.

Gubernur Ansar dalam kesempatan tersebut mengatakan, rapat koordinasi (rakor) kali ini memang memfokuskan pembahasan tentang bantalan sosial untuk penanggulangan dampak atas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Kepri.

Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi Kepri sendiri telah melakukan langkah antisipasi. Diantaranya, pemanfaatan dana bantuan sosial yang dikelola oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial. Dimana nanti, akan ada penyaluran bantuan langsung tunai masing-masing sebesar Rp 150 ribu selama 4 kali.

“Nanti penyalurannya akan kerja sama dengan PT Pos Indonesia,” jelasnya.

Selanjutnya masih kata Gubernur Ansar, Pemerintah Provinsi Kepri juga akan melakukan refocusing dana sebesar 2 persen dari dana transfer umum yakni melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH).

“Untuk dana refocusing 2 persen dari Pemprov Kepri sendiri setelah kita hitung-hitung ada kurang lebih Rp 5,5 miliar. Dan dana ini, masih akan ditambah dari alokasi dana serupa yang ada di masing-masing kabupaten/kota,” jelas Gubernur.

Nantinya, tambah Gubernur Ansar, dana ini akan difokuskan untuk pemberian subsidi di sektor transportasi seperti angkutan umum, ojek hingga nelayan. Termasuk untuk perlindungan sosial tambahan bagi masyarakat miskin.

“Adapun penerima, kita prioritaskan kepada mereka masyarakat miskin, yang selama ini tidak menerima bantuan sosial dari pusat, serta namanya tidak masuk di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” kata Gubernur Ansar.

Pemprov Kepri menurut Gubernur Ansar, akan memanfaatkan dana regular APBD yakni alokasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), yang ada di anggaran pemerintah daerah masing-masing seperti bansos.

Baca Juga:  Jahatnya Hoax di Medsos: Bikin Ramai Sekolah di AS Tutup

“Ada kurang lebih Rp 13,76 triliun anggaran belanja tidak terduga baik di APBD Provinsi Kepri dan kabupaten/kota Tahun 2022. Dengan realiasi per 3 September 2022 ini mencapai Rp 1,65 triliun atau 12,04 persen dan bantuan sosial sebesar Rp 11,45 triliun serta telah terealisasi sebesar Rp 4,09 triliun atau 35,75 persen,” paparnya.

Berikutnya Pemprov Kepri juga akan memanfaatkan dana desa dengan besaran maksimal 30 persen, yang akan digunakan untuk bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak inflasi.

Di akhir pemaparannya Gubernur Ansar juga mengatakan perihal rencana aksi Pemprov Kepri, mulai dari Dinas Sosial yang akan melakukan inventarisasi masyarakat miskin penerima bantuan utamanya yang tidak masuk dalam DTKS.

“Dinas Kelautan dan Perikanan akan melakukan inventarisasi yang masuk dalam kategori nelayan kecil yang memiliki kapal tangkap ikan di bawah 5 GT. Berikutnya Dinas Perhubungan akan mempertahankan tarif angkutan umum baik barang ataupun orang tidak lebih dari 15 persen dari harga saat ini,” ungkap Gubernur Ansar.

Terakhir, tambah Gubernur, Disperindag akan terus melakukan operasi pasar, menghadirkan pasar murah dan menggalakkan program gemar menanam bahan kebutuhan pokok.

Terkait pengendalian inflasi di Kepri, Gubenur Ansar membeberkan skemanya yakni memastikan ketersediaan dan penyaluran BBM, menetapkan batas kenaikan tarif angkutan penumpang dan barang, mengontrol tingkat margin di setiap rantai distribusi pada tingkat yang wajar, meningkatkan pengawasan pada distribusi dan ketersediaan barang di pasar distributor guna mencegah spekulasi atau penimbunan.

“Kita juga akan mengoptimalkan belanja pemerintah dan memastikan penyaluran bantuan sosial guna mencegah penurunan daya beli masyarakat,” tutupnya.

Kebijakan naiknya harga BBM dalam hal ini Pertalite dari Rp 7.650 menjadi Rp 10 ribu, Solar dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 dan Pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp 14.500 per liter, dibarengi dengan kebijakan pemerintah yang langsung mengalokasikan pemberian bantuan sosial bagi masyarakat paling terdampak.

Dimana pemerintah langsung mengalihkan alokasi dana subsidi BBM ke bantuan sosial. Ada tiga jenis bantuan sosial, mulai dari Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Subsidi Upah (BSU), hingga Bantuan Angkutan Umum (BAU). (*)

Berita Sebelumnya

Data Bocor Lagi, Kini Milik PNS Mulai NIK hingga Nomor Rekening

Berita Selanjutnya

Kabar Baik! Pekerja Batam Bergaji UMK Juga Berhak Dapat Bantuan Subsidi Rp 600 Ribu. Cek Syaratnya di Sini

Berita Selanjutnya
Pemerintah Bakal Beri PNS Royalti

Kabar Baik! Pekerja Batam Bergaji UMK Juga Berhak Dapat Bantuan Subsidi Rp 600 Ribu. Cek Syaratnya di Sini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com