BatamNow.com – Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia ke Pulau Rempang lagi pada Jumat siang, 6 Oktober 2023.
Ketika dikonfirmasi, beberapa tokoh masyarakat Rempang membenarkan rencana kedatangan Bahlil.
Ini kedatangan ketiga Bahlil meninjau rencana pengembangan kawasan Rempang Eco-City di pulau seluas ± 17.000 hektare itu.
Sesuai jadwal kunjungan Bahlil yang diterima BatamNow.com, ia berangkat dari Jakarta dan diperkirkan tiba di Bandara Hang Nadim, Batam sekitar pukul 11.25
Seusai salat Jumat di Masjid Tanwirun Naja (Masjid Tanjak) di Hang Nadim, Bahlil akan menuju Pulau Rempang.
Rencana giat Bahlil di Rempang, dimulai dengan pemberian bantuan komputer ke SDN 024 Galang dan SMPN 022 Batam.
Masih di Rempang, selanjutnya ia akan meninjau ke Tanjung Banun di Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang. Lokasi ini direncanakan sebagai titik tujuan penggeseran 5 kampung terdampak tahap awal pengembangan Eco-City.
Usai peninjauan lapangan, Bahlil akan melakukan dialog dengan Brisman tokoh masyarakat di Sembulang.
Sebagai penutup kunjungannya di Batam esok, setelah dari Rempang, Bahlil akan balik ke Pulau Batam untuk meninjau masyarakat yang sudah pindah di Rusun. Setelahnya, ia akan pulang ke Jakarta.
Diberitakan, setidaknya sudah dua kali Bahlil turun ke Pulau Rempang terkait polemik proyek Eco-City. Pasalnya warga tempatan di kampung-kampung di sana menolak dipindahkan dari tanah leluhurnya.
Kunjungan pertama, Bahlil menemui Gerisman Ahmad tokoh masyarakat Pulau Rempang di rumahnya di Pantai Melayu, Minggu (17/09/2023) malam.
Lalu keesokannya, Senin (18/09), Bahlil dan timnya turun lagi ke Rempang untuk mencari solusi yang dapat diterima masyarakat terkait polemik relokasi.
Seminggu kemudian di Jakarta, Bahlil mengumumkan relokasi diubah dengan penggeseran.
Lima kampung yakni Belongkeng, Pasir Panjang, Sembulang Tanjung, Pasir Merah, dan Sembulang Hulu, bakal digeser ke Tanjung Banun yang masih di Pulau Rempang. Awalnya hendak direlokasi ke Dapur 3, Sijantung, di Pulau Galang.
Menurut BP Batam dalam rilis tertanggal 4 Oktober 2023, sudah ±341 KK warga yang mendaftar bersedia digeser dari kampungnya. Disebutkan bahwa 20 KK sudah menempati hunian sementara, menunggu rampungnya pembangunan rumah tipe 45 yang dijanjikan.
Meskipun begitu, masih banyak juga warga yang kukuh tak mau dipindahkan dari kampung yang telah mereka tempati secara turun-temurun. (red)

