MT Arman 114 Masih di Perairan Batu Ampar, Posisinya Bergeser - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

MT Arman 114 Masih di Perairan Batu Ampar, Posisinya Bergeser

20/Jul/2024 20:05
MT Arman 114 Masih di Perairan Batu Ampar, Posisinya Bergeser

MT Arman 114 di Perairan Batu Ampar, Batam. Dipotret pada Sabtu (20/07/2024). (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – MT Arman 114 masih lego jangkar di seputaran perairan Batu Ampar, Batam.

Supertanker itu beserta 166 metrik ton minyak mentah muatannya menjadi barang bukti yang dirampas untuk negara sesuai putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam pada Rabu (10/07/2024).

Pantauan BatamNow.com dari pelantar Kampung Tua Batu Merah, Sabtu (20/07/2024) sore, MT Arman 114 terlihat tetap di posisi yang relatif sama dalam kurun ±1 jam.

Beberapa warga yang tinggal di rumah pelantar di tepi Kampung Batu Merah, membenarkan posisi supertanker, terkini.

Mereka menyebut bahwa kapal yang parkir di Perairan Batu Ampar itu sudah sejak beberapa bulan lalu.

“Katanya itu kapal pembuang limbah. Tapi posisinya bergeser pelan-pelan sampai sini mungkin baru 10 hari ini. Dulu, kapalnya dekat arah PT Dermott,” ujarnya kepada BatamNow.com, Sabtu.

MT Arman 114 di Perairan Batu Ampar, Batam. Difoto pada Sabtu (20/07/2024). (F: BatamNow)

Amatan BatamNow.com di beberapa aplikasi pelacakan kapal, posisi MT Arman 114 terakhir kali terekam pada 23 Februari 2024, masih di perairan Batu Ampar.

Wartawan media ini mencoba melacak menggunakan aplikasi Google Maps, terlihat posisi MT Amran 114, bergeser ±1,6 mil (2,5 km) dari posisi di tanggal 23 Februari hingga posisinya pada hari ini, 20 Juli 2024.

Posisi MT Arman 114 pada 22 Februari 2024 (kiri), dan pengukuran perkiraan pergeseran posisi MT Arman hingga hari ini, Sabtu (20/07/2024). (Grafis: Diolah BatamNow)

Cuma pasokan data dari jaringan khusus media ini, menyatakan Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) milik MT Arman 114 dalam kondisi nonaktif.

Menurut aktivis dan pemerhati Kemaritiman Republik Indonesia, Laksda TNI (Purn) Soleman B Ponto ST SH MH, memang MT Arman 114 masih di perairan Batu Ampar. Ia memprediksi perubahan posisi kapal itu karena hanyut dibawa derasnya ombak.

“Masih di perairan Indonesia kok, masih di Batu Ampar, cuma lagi kapal itu hanyut, bukannya dibawa kabur,” kata Soleman kepada BatamNow.com, melalui sambungan telepon Sabtu (20/07).

Soleman B Ponto, aktivis kemaritiman Indonesia. (F: BatamNow)

Ia pun menjelaskan bahwa hanyutnya kapal itu disebabkan derasnya arus bawah air laut di Batu Ampar.

Menurutnya, perubahan posisi kapal itu alamiah. “Ya hanyutlah, kapal udah diam sekian lama, jangkarnya sudah rusak juga, alamiah lah itu, itu kan arus keras kan di situ,” jelas Soleman.

Menurutnya lagi, kapal itu sekarang mendekat ke areal pipa gas Medco serta pipa-pipa minyak yang berada di dasar laut.

Masih menurut Soleman, jangkar dari kapal yang hanyut itu berpotensi merusak pipa-pipa yang berada di bawah laut. Dampaknya akan menimbulkan kebocoran sehingga bisa terjadi kebakaran seperti di Balikpapan, tahun kemarin.

“Siapa yang tanggung jawab nanti, kalau sampai jangkar kapal itu menyebabkan kebocoran di pipa-pipa itu,” tegas Soleman.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam I Ketut Kasna Dedi, maupun Kasi Intelijen Tiyan Andesta, belum merespons konfirmasi yang dilayangkan media ini, hingga berita ini dipublikasikan.

Beberapa hari yang lalu pada saat Tiyan dijumpai di ruang kerjanya mengatakan, bahwa barang bukti berupa kapal serta muatannya itu, masih diawasi Bakamla serta KLHK.

Lalu dikonfirmasi ke Humas Zona Bakamla Barat di Batam, Bryant Purba belum merespons juga.

Sementara Humas Bakamla RI Kapten Yuhannes Antara menjawab, “Kami forward ke tim humas Zona Barat y bang, nanti saya kabari lagi. karena situasinya yg tahu yg di Zona Barat“.

MT Arman 114 berbendera Iran dan perkaranya menjadi perhatian banyak pihak. Sebab, beberapa kali menimbulkan polemik bahkan antara penegak hukum.

Kini, nakhodanya pun Mahmoud Mohamed Abdelaziz Mohamed Hatiba (MMAMH) menghilang hingga perkaranya diputus PN Batam.

Warga negara Mesir yang tak ditahan selama menjalani persidangan itu, mangkir saat sidang pembacaan putusan.

Lewat sidang in absentia, Rabu (10/07), Mahmoud divonis pidana penjara 7 tahun dan denda Rp 5 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Sementara itu, Ketua DPP LI-Tipikor dan Hukum Kinerja Aparatur Negara, Panahatan SH menegaskan bahwa bagaimanapun pengawasan terhadap supertanker itu mesti dilakukan ekstraketat.

“Supertanker berisi minyak mentah 166 ribu metrik ton itu kan sudah diputus pengadilan dirampas untuk negara, jadi apabila terjadi penanganan yang buruk sama saja mempermalukan negara,” ujarnya.

Apalagi, katanya, nilai rupiah minyak mentah itu ditaksir Rp 1,5 triliun dan sejak awal dikabarkan sudah diincar mafia bisnis minyak dunia. (A/D)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Gerak Cepat PLN Batam Normalkan Gangguan Pasokan Listrik

Berita Selanjutnya

Rapimda Partai Hanura Kepri Minta Munas Dipercepat dan Digelar di Batam

Berita Selanjutnya
Rapimda Partai Hanura Kepri Minta Munas Dipercepat dan Digelar di Batam

Rapimda Partai Hanura Kepri Minta Munas Dipercepat dan Digelar di Batam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com