BatamNow.com – Beberapa nasabah Bank Mandiri di Kota Batam mengalami kendala saat ingin melakukan penarikan tunai dana dalam jumlah besar, di atas Rp 100 juta.
Kejadian ini pada Rabu, 6 Agustus 2025, bermula saat para nasabah yang enggan disebutkan namanya mencoba melakukan transaksi di salah satu mesin ATM yang berada di kawasan Plamo, Batam Center.
Salah satu dari nasabah itu menuturkan, saat ia hendak mengecek saldo rekening miliknya, namun saldo tersebut tak kunjung muncul di layar ATM.
Tak menyerah, nasabah ini pun mencoba melakukan transfer sebesar Rp 50 juta ke rekening lain, namun transaksi juga gagal dilakukan.
Merasa ada yang janggal, ia pun langsung menuju ke Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Mandiri Palm Spring.
Setibanya di sana, ia menghadap teller untuk mencari tahu penyebab kegagalan transaksi yang dialaminya.
Dari hasil pengecekan oleh pihak teller, diinformasikan bahwa tidak ada masalah pada kartu ATM maupun rekening miliknya.
Bahkan, menurut data bank, saldo rekening tersebut terpantau berada di angka lebih dari Rp 150 juta.
Setelah dinyatakan tidak bermasalah, nasabah itu diarahkan untuk kembali mencoba menarik dana melalui mesin ATM yang berada di dalam kantor cabang.
Ia pun mencoba menarik tunai sebesar Rp 1 juta lebih, namun transaksi kembali gagal. Saat mencoba menarik Rp 500 ribu, barulah transaksi berhasil.
Tidak puas dengan hasil tersebut, nasabah itu kembali ke teller dan berniat melakukan penarikan tunai sebesar Rp 130 juta.
Namun, pihak teller menyatakan bahwa transaksi penarikan tunai hanya bisa dilakukan hingga maksimal Rp 100 juta.
Ternyata, bukan hanya satu nasabah yang mengalami kendala serupa. Ada nasabah lain yang juga berniat menarik dana sebesar Rp 200 juta, namun kembali mendapatkan penjelasan yang sama: batas penarikan tunai hanya diperbolehkan sebesar Rp 100 juta.

BatamNow.com coba mengonfirmasi langsung ke Kepala Kantor Cabang, namun security yang berjaga saat itu, mengatakan kepala Cabang sedang berada di luar kantor.
“Kepala cabang lagi di luar bang, saya kurang tahu balik ke kantor lagi jam berapa,” kata petugas security dengan tulisan “Wahyudi” yang terlihat di papan nama yang berada di atas kantong baju sebelah kanan.
Kemudian security itupun menanyakan maksud dan tujuan wartawan BatamNow.com datang ke kantor Cabang itu.
Lalu security itu pun menjelaskan bahwa di kantor cabang itu hanya ada wakil kepala kantor cabang saja, dan wartawan BatamNow.com pun disuruh menunggu dua jam lamanya.
Kemudian wartawan media ini diarahkan kepada seorang perempuan dengan jabatan Back Office Staff (BOS) atau Supervisor.
Namun, ia menolak untuk memberi tahu namanya, serta ia menutup bet namanya ketika dilakukan wawancara.
Menanggapi keluhan nasabah tersebut, Supervisor itu menyampaikan bahwa pihaknya perlu melakukan cross check terlebih dahulu terhadap rekening nasabah yang bersangkutan.
“Nasabah banyak kan, kita harus cross check kebenarannya, apakah ada gangguan di kartunya, kita harus verifikasi dulu,” ujarnya saat ditemui di kantor cabang, Kamis (07/08/2025).
Saat disampaikan bahwa nasabah memiliki saldo lebih dari Rp 150 juta namun tidak dapat menarik dana sesuai keinginannya, Supervisor itu balik bertanya, “Tapi (teler) nggak ada diinformasikan alasannya kenapa?”.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses penarikan dalam jumlah besar memang terkadang mengalami kendala apabila stok dana di kantor cabang sedang terbatas.
Jika hal tersebut terjadi, biasanya pihak bank akan terlebih dahulu menginformasikan kondisi tersebut kepada nasabah.
“Tapi kalau ada kendala, kita harus cek ini. Kalau ada datanya bisa kita cek sekarang, apakah ada masalah di kartunya, atau mungkin stok dana yang ada di cabang saat itu kosong. Ya kita harus verifikasi dulu kan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa dalam kasus seperti ini, kemungkinan besar permasalahan bukan terletak pada rekening atau saldo nasabah, melainkan pada ketersediaan dana tunai di kantor cabang tersebut.
“Jadi mungkin bukan di nasabahnya yang nggak ada saldonya, tapi mungkin di sini (kantor cabang) yang nggak ada saldonya. Makanya mungkin mau tarik Rp 200 juta tapi tersedia hanya Rp 100 juta,” katanya.
Supervisor itu juga mengaku belum dapat memastikan apakah pihak teller yang melayani nasabah telah memberikan penjelasan rinci mengenai terbatasnya stok dana di cabang tersebut.
“Kita nggak tahu penyampaian dari teller-nya, apakah disampaikan atau nggak ke nasabahnya. Misalnya, ‘Ibu, Bapak, dana yang tersedia mungkin karena banyak penarikan, sedianya Rp 100 juta.’ Bukan berarti dana Bapaknya yang nggak ada,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jika nasabah memang memiliki saldo yang mencukupi, maka penarikan dalam jumlah besar bisa dilakukan setelah konfirmasi dan penjadwalan penyediaan dana oleh pihak cabang.
“Kalau memang saldonya ada, berarti mungkin dari kita (kantor cabang) yang lagi kosong,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah kejadian stok dana kosong sering terjadi di cabang tersebut, Supervisor itu menjawab singkat, “Nggak juga, tergantung penarikan nasabah”. (A)

