Negara Ini Berantakan Karena Redenominasi, RI Ogah Ikutan! - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Negara Ini Berantakan Karena Redenominasi, RI Ogah Ikutan!

by BATAM NOW
01/Des/2021 19:44
Efek Biden, Rupiah Kian Berjaya di Rp 14.065 per Dolar AS

Ilustrasi uang. (F: Antara)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Wacana redenominasi rupiah masih terus dibahas oleh Bank Indonesia (BI) bersama para otoritas keuangan lainnya. Indonesia juga bisa belajar dari Venezuela yang baru-baru ini telah resemi melakukan redenominasi mata uang negaranya.

Dilansir CNBCIndonesia.com, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan redenominasi rupiah harus dilakukan di timing yang tepat. Sehingga hal ke depan rencana redenominasi rupiah bisa disosialisasikan dengan baik secara masif kepada masyarakat.

“Kita sedang betul-betul mencari timing yang tepat, yaitu pada saat ekonomi sedang stabil. Kalau tiba-tiba BI atau Kemenkeu mengumumkan redenominasi, timingnya gak tepat,” jelas Erwin kepada CNBC Indonesia saat dihubungi melalui video conference, Rabu (01/12/2021).

Timing dan sosialisasi itu, kata Erwin menjadi kunci agar keberhasilan redenominasi rupiah di tanah air bisa sukses dilakukan.

Pasalnya, pada hakikatnya, tujuan redenominasi rupiah itu sendiri, kata Erwin merupakan kebijakan yang positif untuk menyederhanakan rupiah, tanpa mengubah nilai tukarnya.

Nah, sambil menunggu timing yang tepat dan menunggu finalisasi pembahasan redenominasi rupiah oleh BI dan otoritas lainnya, Indonesia juga bisa belajar dari Venezuela yang pada 1 Oktober 2021, memutuskan untuk memangkas enam angka nol di belakang mata uang bolivar.

Belajar dari Redenominasi Bolivar di Venezuela

Untuk diketahui, per Jumat (1/10/2021), pemerintah Venezuela resmi melakukan redenominasi dengan menghapus enam angka nol di belakang mata uang bolivar.

Keputusan tersebut diberlakukan guna mengurangi dampak hiperinflasi dan memudahkan warga untuk menggunakan uang bolivar.

Nilai tertinggi untuk mata uang baru adalah 100 bolivar, bernilai sedikit kurang dari US$ 25 atau sekitar Rp 356 ribu (asumsi Rp 14.200/US$).

Baca Juga:  18 Provinsi Ogah Naikkan UMP 2021, Daerah Lain Gimana?

Tujuh uang kertas bernilai satu juta bolivar atau pecahan tertinggi dan sangat sulit didapat, hanya bisa untuk membeli satu potong roti.

“(Mata uang) bolivar tidak akan bernilai lebih atau kurang; itu hanya untuk memfasilitasi penggunaannya dalam skala moneter yang lebih sederhana,” kata bank sentral Venezuela setelah mengumumkan perubahan mata uang, dilansir dari Al Jazeera, Rabu (1/12/2021).

Perubahan ini dimaksudkan untuk membuat transaksi tunai dan akuntansi menjadi lebih sederhana. Karena seringkali diperumit oleh serangkaian angka nol yang terlalu banyak.

Selain itu inflasi telah menyebabkan bank membatasi berapa banyak uang tunai yang dapat ditarik individu dalam sehari. Ini memaksa masyarakat di sana untuk menggunakan dolar Amerika Serikat (AS) atau metode pembayaran elektronik.

Itu terjadi ketika produk domestik bruto atau PDB Venezuela telah anjlok hingga 80% sejak 2013 akibat jatuhnya harga minyak dan berkurangnya produksi selama beberapa dekade kekurangan investasi.

Bolivar telah kehilangan hampir semua nilainya hanya dalam lebih dari 10 tahun, merosot hampir 73% pada tahun 2021 saja.

Sementara bank sentral Venezuela tidak lagi mempublikasikan statistik inflasi, Dana Moneter Internasional memperkirakan bahwa tingkat negara itu pada akhir 2021 akan berada di 5.500%.

Bolivar kehilangan tiga angka nol dengan skema redenominasi pada tahun 2008 di bawah kepemimpinan mendiang Presiden Hugo Chavez. Penggantinya, Presiden Nicolas Maduro saat ini, menghilangkan lima nol pada 2018.

Bank mengatakan mereka akan membekukan operasi selama beberapa jam antara Kamis dan Jumat untuk melakukan penyesuaian atas perubahan tersebut. (*)

Berita Sebelumnya

Artis K-Pop Direncanakan Hadiri Ground Breaking PKS KPBU Hang Nadim

Berita Selanjutnya

Mulai Pagi Ini, Coba Kunyah Ubi Jalar Rebus Setiap Hari, Jangan Kaget Kalau Sekarang Tidak Perlu Habis Biaya ke Dokter

Berita Selanjutnya
Mulai Pagi Ini, Coba Kunyah Ubi Jalar Rebus Setiap Hari, Jangan Kaget Kalau Sekarang Tidak Perlu Habis Biaya ke Dokter

Mulai Pagi Ini, Coba Kunyah Ubi Jalar Rebus Setiap Hari, Jangan Kaget Kalau Sekarang Tidak Perlu Habis Biaya ke Dokter

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com