Obat Terapi Covid Gammaraas: Manfaat dan Efek Samping - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Obat Terapi Covid Gammaraas: Manfaat dan Efek Samping

23/Jul/2021 19:53
Obat Terapi Covid Gammaraas: Manfaat dan Efek Samping

Kementerian Kesehatan sedang mengusahakan masuknya obat untuk perawatan pasien Covid-19, salah satunya adalah gammaraas. (F: combiphar.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan RI sedang mengusahakan masuknya obat untuk perawatan pasien Covid-19, salah satunya adalah gammaraas. Sebanyak 30 ribu vial (1 vial 50 ml) gammaraas telah tiba di Indonesia.

Tapi apa sebetulnya obat gammaraas itu?

Dilansir CNNIndonesia.com, gammaraas sempat ramai diperbincangkan karena harganya yang relatif mahal. Jika melihat e-commerce, rata-rata harga gammaraas satu vial berkisar Rp 3,5 juta – Rp 4,5 juta. Sementara bisa dibutuhkan lebih dari satu vial gammaraas untuk terapi obat pasien Covid-19. Namun obat ini harus menggunakan resep dokter dan tidak boleh digunakan sembarangan.

Obat ini mengandung plasma Imunoglobulin dalam bentuk larutan steril untuk injeksi. Tiap vialnya mengandung Imunoglobulin Human intravena 5 persen. Obat ini bukanlah obat baru, sebelum digunakan sebagai obat terapi Covid-19, obat ini digunakan sebagai obat dengan indikasi Imunodefisiensi primer dan sekunder, ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura), dan Sindrom Kawasaki.

Konsultan penyakit tropik dan infeksi RSCM, dokter Erni Juwita Nelwan mengatakan, gammaraas merupakan terapi obat tambahan untuk pasien Covid-19. Pemberian gammaraas termasuk dalam terapi intravenous immunoglobulin (IVIG) yang ditujukan pada pasien Covid-19 bergejala berat-kritis. Kandungan IVIG ini sudah diizinkan WHO untuk terapi Covid-19 gejala berat-kritis. Penelitian mengenai penggunaan obat ini masih terus dilangsungkan.

Umumnya, terapi IVIG diberikan untuk mengobati kekurangan antibodi, mencegah respon penolakan tubuh terhadap transplantasi organ, dan mengobati penyakit autoimun. Pada kasus Covid-19, terapi obat tambahan dengan IVIG bertujuan untuk menambah antibodi atau kekebalan tubuh secara langsung pada tubuh pasien Covid-19.

Obat ini akan diberikan langsung secara injeksi melalui infus pasien Covid-19. Tujuannya agar ada antibodi tambahan untuk melawan virus SARS-CoV-2.

Baca Juga:  Wanhat PWI Kepri: Pemko Batam Harus Jelaskan Soal Balai Wartawan Versi LHP BPK Itu

“Gammaraas merupakan produk turunan plasma yang dapat memberikan kekebalan pasif terhadap berbagai patogen. Pemberian gammaraas bertujuan agar pasien memiliki antibodi untuk menangani infeksi di tubuh,” kata Erni saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (22/07/2021).

Pemberian obat ini hanya untuk pasien bergejala berat-kritis. Namun perlu diingat bahwa gammaraas adalah salah satu pilihan terapi tambahan pasien Covid-19. Artinya, tidak semua pasien Covid-19 bergejala berat-kritis menggunakan terapi obat tersebut.

Efek Samping Gammaraas

Sejauh ini obat gammaraas baru bisa bermanfaat jika diberikan segera ketika pasien menuju pada perburukan, bukan saat perburukan itu terjadi. Dokter penanggung jawab akan mempertimbangkan terapi tambahan menggunakan gammaraas dengan melihat kondisi klinis pasien Covid-19.

Selain itu Erna juga mengatakan, pemberian gammaraas belum terbukti menyembuhkan Covid-19.

“Belum terbukti secara pasti apakah pemberian gammaraas bisa mengurangi risiko perburukan. Sejauh ini hanya ada laporan kasus dan satu uji klinis dengan pasien yang sedikit,” ucap Erna.

Efek Samping

Gammaraas juga punya efek samping berupa sakit kepala, demam, mual, muntah, nyeri otot atau nyeri sendi, kulit menjadi merah (flushing),detak jantung cepat (takikardia),dan rasa sakit pada area yang disuntik.

Terapi obat ini juga tidak disarankan untuk pasien Covid-19 dengan komorbid seperti diabetes, hipertensi, gagal ginjal, penyakit jantung, serta pembekuan darah.
Dosis penggunaan gammaraas juga akan ditentukan oleh dokter. Dosis serta lama penggunaannya bergantung pada berat badan pasien, kondisi klinis, dan penyakit penyerta.

“Gammaraas tidak masuk pedoman tatalaksana pengobatan Covid-19, pemberiannya hanya ditujukan sebagai pengobatan tambahan di bawah pengawasan dokter,” tutur Erna.(*)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Gelar FGD, Polri Paparkan Prinsip Pemolisian di Tengah Pandemi Covid-19

Berita Selanjutnya

Siapa yang Berisiko Terkena Infeksi Jamur Hitam?

Berita Selanjutnya
Siapa yang Berisiko Terkena Infeksi Jamur Hitam?

Siapa yang Berisiko Terkena Infeksi Jamur Hitam?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com