Osman Hasyim: Batam New Port Kurangi Ketergantungan Indonesia dengan Singapura - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Osman Hasyim: Batam New Port Kurangi Ketergantungan Indonesia dengan Singapura

21/Feb/2022 13:36
Osman Hasyim: Batam New Port Kurangi Ketergantungan Indonesia dengan Singapura

Ketua Bidang Kepelabuhanan dan Maritim Yayasan Kelautan & Maritim Indonesia Sejahtera, Osman Hasyim. (F: Dok. Pribadi)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Ketua Bidang Kepelabuhanan dan Maritim Yayasan Kelautan & Maritim Indonesia Sejahtera, Osman Hasyim menjelaskan realisasi Batam New Port sebagai pelabuhan transhipment akan mengurangi ketergantungan Indonesia dengan Singapura.

“Akan memangkas ongkos logistik yang sangat besar. Tadinya kita harus beberapa kali handling di Singapura, dengan adanya Batam New Port nanti langsung dari Batam ke negara tujuan. Tak perlu lagi ke Singapura,” jelas Osman ke BatamNow.com, Senin (21/02/2022).

Ia lanjutkan, juga akan ada multiplier effect dari kegiatan transhipment di pelabuhan yang digadang-gadang lebih besar dari Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta.

“Kita harap nanti pertumbuhan ekonomi masyarakat juga akan meningkat,” ucapnya.

Osman mengatakan Batam New Port ini sangat ditunggu-tunggu terutama di kalangan para pelaku industri pelayaran/ kemaritiman.

“Sudah 40 tahun kita mennggu perwujudan perundang-undangan FTZ [Free Trade Zone] ini,” ungkap Osman.

Mengenai lokasi pembangunan Batam New Port di Tanjung Pinggir, menurut Osman sudah tepat.

“Tanjung Pinggir sangat strategis untuk pelabuhan dan berhadapan dengan laut bebas. Sementara hambatan teknisnya soal arus/ ombak nanti kan bisa direkayasa,” katanya.

“Saya pikir pemerintah pusat sudah memikirkan hal komersil dan teknisnya,” tambahnya.

Untuk pengelola Batam New Port, menurut Osman kemungkinan besar dikelola oleh BP Batam. “Kalau Pelindo nanti ada dualisme lagi,” jelasnya.

Baca Juga:  Tindak Lanjut Rencana Pembangunan Batam New Port

Sebelumnya, Penasehat Menteri Bidang Pertahanan dan Keamanan Maritim Kemenko Marves, Laksamana TNI (Purn) Marsetio menjelaskan Batam New Port di Tanjung Pinggir itu akan dibangun berstandar internasional dengan konsep green and smart port.

Marsetio merinci, aktivitas bongkar muat di pelabuhan Singapura mencapai 33-35 juta TEUs/ tahun dan 18-19 juta TEUs diantaranya adalah dari Indonesia.

“Sekarang dengan hadirnya pelabuhan ini, kita harapkan datangnya ke Indonesia,” katanya dalam rapat koordinasi percepatan pembangunan Batam New Port di Balairungsari, BP Batam pada Jumat (18/02).

Dalam rakor itu juga, Staf Ahli Bidang Konektivitas Kemenko Marves, Sahad M Panggabean mengungkapkan rencana ground breaking akan dilaksanakan pada akhir September atau awal Oktober 2022. Targetnya, Batam New Port rampung sebelum 2024. (LL)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Pangeran Mohammed bin Salman: Wanita Arab Saudi Tak Perlu Pakai Abaya Hitam

Berita Selanjutnya

SE Menag Yaqut: Volume Pengeras Suara Masjid Maksimum 100 Desibel

Berita Selanjutnya
SE Menag Yaqut: Volume Pengeras Suara Masjid Maksimum 100 Desibel

SE Menag Yaqut: Volume Pengeras Suara Masjid Maksimum 100 Desibel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com