Catatan Redaksi BatamNow.com
Target pelaksanaan konstruksi Jembatan Bintan-Batam mundur lagi ke tahun 2023, setelah sebelumnya digembar-gemborkan medio 2022.

Kabar itu berembus dari Herry Trisaputra Zuna, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Lewat media ini.
Tentu Herry dengan alasan teknis termasuk skema pembiayaannya dari pinjaman luar negeri, yang harus dicari lagi.
Meski begitu, katanya, untuk dukungan pemerintah (konstruksi Jembatan dan Jalan Tol seksi Batam-Tanjung Sauh) telah masuk dalam Green Book dan saat ini sedang tahap review.
Itu baru untuk seksi konstruksi dari Batam.
Sementara dari Tanjung Sauh ke Bintan, disebut menjadi porsi KPBU. Katanya lagi sedang dalam proses finalisasi Final Business Case (FBC), pengusulan penjaminan pemerintah dan pengusulan izin lingkungan.
Saat ini, kata Herry, untuk porsi dukungan pemerintah dalam proses review teknis dan persiapan dokumen readiness criteria.
Sebaliknya, ekspektasi publik Kepri belakangan ini memang sangat tinggi akan wujud dari jembatan yang dirancang sepanjang 13 km itu.
Tak hanya Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang berapi-api mendorong pemerintah pusat akan percepatan pembangunan jembatan yang ditaksir Rp 13 triliun itu.
Para pemangku kepentingan dari daerah juga dengan semangat yang sama atas pembangunan jembatan itu.
Anggota DPR RI dari Komisi V, Cen Sui Lan, misalnya, kerap “show” ke publik tentang optimismenya akan kepastian pembangunan jembatan itu dimulai pertengahan 2022.
“Semua masih on schedule. Saya sudah berbicara dengan kementerian PUPR ,”ujarnya kepada media baru-baru ini.
Bahkan Anggota Fraksi Golkar itu pernah mengatakan puluhan investor sudah “antre” untuk berinvestasi di sana.
Namun tidak seperti biasa, Cen Sui Lan penggati antarwaktu (PAW) Ansar Ahmad di DPR RI itu belum bersuara atas lagi-lagi molornya rencana pembangunan jembatan itu.
Dua kali WhatsApp BatamNow.com dikirimkan untuk meminta tanggapannya atas “ngaret”-nya kepastian pembangunan jembatan ini, namun tak direspons.
Mimpi Jembatan Bintan-Batam, dimulai dari BJ Habibie – Ismeth Abdullah – M Sani – Nurdin Basirun, hingga sekarang.
Jembatan yang diimpikan menjadi pemicu dan pemacu pertumbuhan ekonomi di kawasan ini.
Bahkan publikasi belakangan ini disebut, kelak “Jembatan Bintan-Batam” adalah legacy Presiden Jokowi.
Tentu hendaklah menjadi legacy yang nyata.
Ide dan rencana pembangunan jembatan di Kepri ini adalah mimpi panjang mulai dari BJ Habibie sebagai Ketua OB tahun 90-an sebelum Jembatan Barelang dibangun.
Lalu estafet ke para Gubernur Kepri Ismeth Abdullah – M Sani – Nurdin Basirun dan kini di masa Ansar Ahmad. (*)