Peluang Baru dan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Sektor Pariwisata - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Peluang Baru dan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Sektor Pariwisata

21/Jun/2021 12:45

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Pariwisata dikenal sebagai salah satu hal yang vital serta kontributor penting dalam penciptaan lapangan pekerjaan, lingkungan, pelestarian budaya dan pengentasan kemiskinan.

Sektor pariwisata dirancang untuk dapat dikelola dengan baik sehingga dapat melesatarikan budaya, alam dan menghasilkan peluang serta mengetahui pemahaman antarbudaya.

Kendati demikian, jumlah orang yang bepergian terus meningkat secara domestik maupun internasional setiap tahunnya. Sehingga menimbulkan sebuah tantangan baru yang berkembang ke depannya terkait emisi gas rumah kaca, kebocoran ekonomi, pengelolaan sumber daya atau dampaknya pada komunitas lokal dan aset budaya. Oleh karena itu pemanfaatan dan pembangunan pariwisata memberikan kontribusi positif secara berkelanjutan dan mitigasi potensi terhadap dampak buruk dari sektor tersebut.

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau dalam bahasa Inggris Sustainable Development Goals (SDGs) adalah 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi.

Tujuan ini dicanangkan bersama oleh negara-negara lintas pemerintahan pada resolusi PBB yang diterbitkan pada 21 Oktober 2015 sebagai ambisi pembangunan bersama hingga tahun 2030. Tujuan ini merupakan kelanjutan atau pengganti dari Tujuan Pembangunan Milenium yang ditandatangani oleh pemimpin-pemimpin dari 189 negara sebagai Deklarasi Milenium di markas besar PBB pada tahun 2000 dan tidak berlaku lagi sejak akhir 2015.

Tujuan SDGs ini diformulasikan sejak 19 Juli 2014 dan diajukan pada Majelis Umum PBB oleh Kelompok Kerja Terbuka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang meliputi masalah-masalah pembangunan yang berkelanjutan termasuk didalamnya adalah pengentasan kemiskinan dan kelaparan, perbaikan kesehatan, dan pendidikan, pembangunan kota yang lebih berkelanjutan, mengatasi perubahan iklim, serta melindungi hutan dan laut.

Apa Itu SDGs?

Tepatnya pada tanggal 25 September 2015 bertempat di perhimpunan PBB, para pemimpin dunia secara resmi mengesahkan agenda tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) sebagai kesepakatan pembangunan global di hadiri lebih kurang 193 Kepala Negara dari seluruh dunia dengan mengusung tema “Mengubah Dunia Kita: Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan”.

SDGs yang berisi 17 Tujuan dan 169 Target merupakan rencana aksi global untuk 15 tahun ke depan (berlaku sejak 2016 hingga 2030), guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. SDGs berlaku bagi seluruh negara (universal), sehingga seluruh negara tanpa kecuali negara maju memiliki kewajiban moral untuk mencapai Tujuan dan Target SDGs.

Pariwisata dan tujuan pembangunan berkelanjutan bertujuan untuk membangun pengetahuan, memberdayakan dan menginspirasi para pemangku kepentingan serta menyelaraskan kebijakan. Peran pembangunan pariwisata dalam SDGs menyepakati 17 tujuan sebagai berikut:

  1. Pemberantasan kemiskinan. Mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuknya di semua tempat.
  2. Pengentasan kelaparan. Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan perbaikan nutrisi, serta menggalakkan pertanian yang berkelanjutan.
  3. Kehidupan yang sehat. Menggalakkan hidup sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua usia.
  4. Pendidikan berkualitas. Menjamin pendidikan yang adil dan berkualitas, serta mendukung kesempatan untuk belajar dengan stabil disepanjang hidup untuk semua orang tanpa kecuali.
  5. Kesetaraan gender. Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan.
  6. Air bersih dan sanitasi. Menjamin akses atas air dan sanitasi untuk semua.
  7. Energi yang bersih dan murah. Menjamin akses pada energi yang murah, dapat diandalkan, berkelanjutan dan modern untuk semua.
  8. Pekerjaan yang layak & pertumbuhan ekonomi. Mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan untuk semua, dimana terdapat pekerjaan yang layak bagi yang membutuhkannya.
  9. Industri, inovasi, infrastruktur. Membangun infrastruktur yang tahan perubahan, mendukung industrialisasi yang berkelanjutan, dan membantu inovasi.
  10. Mengurangi kesenjangan. Mengurangi kesenjangan dalam sebuah negara dan antara negara-negara.
  11. Kota-kota dan komunitas yang berkelanjutan. Menciptakan kota-kota yang aman untuk semua, tahan terhadap perubahan, dan berkelanjutan.
  12. Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Menjamin konsumsi dan mendukung pola-pola produksi yang berkelanjutan.
  13. Beraksi untuk iklim. Mengambil langkah & tindakan darurat yang diperlukan untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya.
  14. Menggalakkan masyarakat yang damai dan terbuka untuk pengembangan yang lestari, memberikan akses pada keadilan untuk semua orang dan membangun institusi yang efektif, bertanggung jawab, serta terbuka di semua tingkatan.
  15. Kemitraan untuk pengembangan yang lestari serta memperkuat cara-cara penerapan dan menghidupkan kembali kemitraan global untuk pengembangan yang berkesinambungan.
  16. Mempromosikan masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses terhadap keadilan bagi semua dan membangun institusi yang efektif, akuntabel dan inklusif disemua tingkatan.
  17. Memperkuat implementasi dan menghidupkan kembali kemitraan global untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) berkomitmen untuk menginspirasi kepemimpinan dan memfasilitasi kolaborasi di antara semua pemangku kepentingan untuk memajukan kontribusi pariwisata terhadap SDGs sesuai dengan targetnya pada tahun 2030 sebagaimana tercermin dalam komitmen semua negara-negara anggota tersebut.

Berbeda dari pendahulunya Millenium Development Goals (MDGs), SDGs dirancang secara partisipatif dengan melibatkan seluruh aktor dalam pembangunan, baik itu pemerintah, Civil Society Organization (CSO), sektor swasta, akademisi, dan sebagainya. Kurang lebih 8,5 juta suara warga di seluruh dunia juga berkontribusi terhadap tujuan dan target SDGs.

Wisata Pulau Ranoh, Batam, Kepulauan Riau. (F: BatamNow)

Keberadaaan sektor pariwisata sangat erat hubungannya dengan SDGs yang berarti tidak meninggalkan satu orang pun yang merupakan prinsip utama SDGs (Leave No One Behind).

Dengan prinsip tersebut setidaknya SDGs harus bisa menjawab dua hal yaitu, keadilan prosedural yaitu sejauh mana seluruh pihak terutama yang selama ini tertinggal dapat terlibat dalam keseluruhan proses pembangunan dan keadilan secara subtansial yaitu sejauh mana kebijakan dan program pembangunan dapat atau mampu menjawab persoalan-persoalan warga terutama kelompok tertinggal.

Adanya pariwisata akan membantu baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pencapaian SDGs tersebut. Namun di sisi lain, pariwisata juga bisa menjadi hambatan dalam pencapaian tujuan tersebut apabila pariwisata tidak dikelola dengan baik dan benar.

Shaping the Journey Towards 2030 nantinya akan membuka potensi penuh pembangunan pariwisata berkelanjutan melalui:

a) Participate in the design of national SDG strategies yang berarti berpartisipasi dalam desain strategi secara nasional dan memastikan prioritas tinggi pariwisata terintegrasi dan berkelanjutan serta koherensi kebijakan dan integrasi lintas sektor,

b) Devise more inclusive tourism policies dimana merancang pariwisata yang lebih inklusif dan memastikan partispasi aktif para pemangku kepentingan,

c) Design and implement a National Tourism Export Strategy yaitu merancang dan mengimplementasikan pariwisata secara nasional melalui strategi eksport (NTES) untuk memperkuat kapasitas dan memperkuat nilai pariwisata untuk meningkatkan dampak perekonomian,

d) Assess and monitor tourism’s contribution and commitment to the SDGs dimana menilai dan memantau kondisi pariwisata serta komitmen terhadap SDGs di tingkat nasional dan maju tepat waktu dan sistematis,

e) Engage in the Sustainable Tourism Programme yaitu terlibat langsung dalam pembangunan sektor pariwisata berkelanjutan,

f) Measure and monitor the impact of tourismrelated business activities on the SDGs yaitu mengukur serta memantau dampak kegiatan bisnis pariwisata,

g) Promote high-quality education and vocational training yaitu mempromosikan pendidikan tinggi pariwisata melalui pelatihan yang menggabungkan keberlanjutan melalui inklusivitas dalam setiap program pariwisata berkelanjutan,

h) Share experiences, good practices and lessons learned terkait CSR perusahaan dan increase local purchasing of goods and services along the tourism value chain melalui penggunaan produk lokal untuk mencegah kebocoran sektor pariwisata serta meningkatkan daya saing yang dapat berdampak positif.

Dengan mengusung hal tersebut diharapkan peluang baru dan pembangunan sektor pariwisata berdasarkan SDGs dapat menjadikan pariwisata yang berkelanjutan dan bertanggung jawab serta meningkatkan pendapatan di sektor perekonomian. Semoga.(*)

SendShare

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com