Pemerintah RI Respons Mahathir: Kepri Wilayah Kedaulatan Indonesia - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Pemerintah RI Respons Mahathir: Kepri Wilayah Kedaulatan Indonesia

21/Jun/2022 15:02
Presiden Jokowi Ingatkan Pentingnya Perkuat Ekosistem Industri Pers Nasional

Hadir secara virtual, Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2022 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (09/02/2022). (F: Youtube/ Sekretariat Presiden)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Kantor Staf Presiden (KSP) menegaskan bahwa Kepulauan Riau adalah wilayah kedaulatan Indonesia. Hal itu disampaikan Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani membantah mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad.

Dilansir CNN Indonesia, sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengklaim Kepulauan Riau bagian dari wilayah negaranya.

“Hingga detik ini, satu-satunya entitas yang memiliki kendali atas wilayah Provinsi Riau adalah Pemerintah Republik Indonesia,” kata Jaleswari melalui keterangan tertulis, Selasa (21/06/2022).

Jaleswari mengatakan Peme rintah Indonesia selama ini melakukan administrasi pemerintahan lewat proses demokratis di Kepulauan Riau. Pemerintah juga melakukan pencatatan penduduk, penerapan hukum nasional dan penegakan hukum.

Dia mengatakan hal-hal itu merupakan urusan yang hanya bisa dilakukan pemerintahan yang sah. Jaleswari menilai klaim Mahathir salah kaprah.

Sebelumnya, mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan Kepulauan Riau merupakan bagian dari Malaysia. Dia pun menyebut Singapura sebagai bagian dari wilayah Malaysia.

“Kita harusnya tak hanya meminta Pedra Branca dikembalikan, atau Pulau Batu Puteh, kita juga harus meminta Singapura pun Kepulauan Riau, mengingat mereka adalah bagian dari Tanah Melayu [Malaysia],” ungkap Mahathir, Minggu (19/06).

Baca Juga:  Update Covid-19 Batam: Tinggal 6 Kecamatan Zona Kuning, Lainnya Sudah Hijau

Mahathir mengatakan bahwa lahan Malaysia dahulu terbentang dari Tanah Genting Kra di Thailand hingga Kepulauan Riau dan Singapura. Namun, wilayah itu kini terbatas di Semenanjung Malaysia.

“Saya khawatir Semenanjung Malaysia akan diambil oleh orang lain di masa depan,” katanya, seperti dilansir The Straits Times. (*)

Berita Sebelumnya

Pimpin Rakor Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kepri, Gubernur Ansar Harap Jadi Model bagi Seluruh Provinsi

Berita Selanjutnya

Dirjen Minerba ESDM: Belum Dibicarakan Membuka Kembali Ekspor Pasir Laut

Berita Selanjutnya
Pemegang IUP OP Pasir Laut Gusar? Ihwal Draf RPP yang Beredar: Izin Lama Tak Berlaku

Dirjen Minerba ESDM: Belum Dibicarakan Membuka Kembali Ekspor Pasir Laut

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com