Peneliti Ungkap Kelebihan Booster Sinovac, Tak Ada Reaksi Merugikan - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Peneliti Ungkap Kelebihan Booster Sinovac, Tak Ada Reaksi Merugikan

16/Jan/2022 17:22
Studi China: Antibodi Sinovac Memudar 6 Bulan, Butuh Booster

Ilustrasi vaksin Covid-19. (F: AP/ Ng Han Guan)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Booster atau dosis ketiga menggunakan vaksin CoronaVac atau Sinovac dikatakan mampu meningkatkan titer antibodi seseorang tanpa menimbulkan efek yang merugikan.

Dilansir Bisnis.com, peneliti di National Institute of Health Research and Development (NIHRD), Indonesia, Ririn Ramadhany mengatakan, dalam studi itu, para peneliti melibatkan para partisipan yang belum terkena Covid-19. Mereka mengambil sampel dua kali, yakni sebelum para peserta studi mendapatkan booster dan satu bulan setelah mereka mendapatkan dosis ketiga.

Peneliti lalu membandingan tingkat antibodi peserta dan menemukan peningkatan titer antibodi hingga 7,8 kali pada booster homolog dengan Sinovac.

Hasil studi memperlihatkan, tidak ada perbedaan signifikan untuk interval kurang dari enam bulan atau lebih dari enam bulan antara suntikan kedua dan ketiga.

Begitu juga titer antibodi berdasarkan kelompok usia, walaupun pada populasi usia lansia atau lebih dari 60 tahun, hasilnya rata-rata lebih rendah dibandingkan kelompok usia lain.

“Beberapa bulan setelah vaksin kedua mereka masih memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2. Interval dosis kedua dan ketiga berkisar antar 1,5-9,5 bulan. Median antibodi sebelum booster sekitar 400,” ucap Ririn dalam sebuah webinar yang membahas seputar penanganan Covid-19, Minggu (16/01/2022).

Baca Juga:  Gebyar Muharram, Gubernur Tekankan Pentingnya Pertumbuhan Iman dan Takwa

Lalu, dari sisi reaksi usai penyuntikan, Ririn mengatakan para peserta tidak melaporkan efek yang merugikan. Umumnya, mereka hanya merasakan rasa nyeri di daerah bekas penyuntikan.

Sementara itu, terkait interval pemberian dosis ketiga sejak dosis kedua diberikan, peneliti dari Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU) Raph Hamers menuturkan, ada perbedaan antara respon imun antara interval yang lebih lama dan lebih cepat.

Hal ini berdasarkan hasil uji coba booster fase kedua yang dilakukan pihak Sinovac di Tiongkok yang membandingkan peningkatan pada dua atau delapan bulan setelah dosis kedua.

Hasil uji memperlihatkan, interval delapan bulan memberikan respon imun yang lebih kuat ketimbang interval dua bulan. Jadi, secara umum booster diyakini paling efektif dengan interval yang lebih lama. (*)

Berita Sebelumnya

Jual Gambar di NFT Makin Populer, Kominfo Beri Rambu-rambu Agar Masyarakat Bijak

Berita Selanjutnya

Kemenag Setop Sementara Penerbangan Umrah

Berita Selanjutnya
Detail Kuota Umrah, Protokol Kesehatan, dan Kenaikan Biaya saat Pandemi Covid-19

Kemenag Setop Sementara Penerbangan Umrah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com