BatamNow.com – Diduga keras sejumlah pengelola arena gelanggang permainan (gelper) di Batam secara diam-diam memindahkan mesin-mesinnya mulai tadi malam, Senin (22/08/2022) ke tempat yang lebih aman.
Upaya ini, menurut sumber, untuk menghilangkan jejak dugaan perjudian masif selama ini di Batam. Selain itu juga untuk menghindari risiko jadi barang bukti.
Kemungkinan lain, menurut sumber, ada agenda tersembunyi di balik pemindahan sejumlah mesin-mesin itu.
Sebagaimana berita media ini, dugaan perjudian bertopeng arena gelper sudah sangat terbuka selama ini, tutup massal pada Jumat (12/08) malam.
Belum diperoleh konfirmasi hingga kini atas perintah siapa penutupan serentak secara mendadak itu.
Konfirmasi redaksi BatamNow.com ke Kapolda Kepri Irjen (Pol) Aris Budiman dan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt seputar tutup serentak arena gelper lewat WhatsApp tak direspons.
Tutup massalnya sejumlah arena gelper di Batam, Tanjungpinang dan Tanjung Balai Karimun sehari pasca perintah Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo.
Sigit memerintahkan jajarannya untuk menangkap bandar dan arena perjudian di semua wilayah hukum Polda.
Perintah keras itu muncul atas dugaan keras terhadap tersangka pembunuhan berencana Brigadir J, yakni Irjen (Pol) Ferdy Sambo yang menjadi beking judi di darat maupun di udara (online).
Ferdy Sambo dijuluki Kaisar 303 bersama gengnya. Kaisar disebut juga memiliki kaki tangan hingga ke daerah-daerah termasuk Batam (Kepri), sebagaimana tertera dalam skema yang beredar luas di masyarakat.
Selain arena gelper, ada beberapa lokasi kasino kecil di tiga tempat, ada arena judi super bola pingpong semi kasino yang dituding masuk bekingan jaringan “kerajaan” Fredy Sambo.
Pantauan kru BatamNow.com dan kerap disoroti media ini bahwa alat atau fasilitas judi di arena gelper terdiri dari slot mesin atau jackpot, mesin burble, mesin mahkota tebak gambar, mesin tembak ikan. Semua jenis mesin judi ini dijuluki “drakula”.
Semua alat judi ini dilarang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 9 Tahun 1981 tentang Pelaksanaan Penertiban Perjudian turunan dari UU No 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian.
Diperkirakan omzet semua mesin judi di arena gelper yang dioperasikan selama ini di Batam mencapai miliaran per hari.
Demikian juga judi super bola pingpong, ditaksir beromzet miliaran per hari. Lokasi mesin-mesin judi itu ada dioperasikan di beberapa hotel dan gedung entertain.
Jumlah mesin alat judi itu ditaksir mencapai 5.000-an unit. Sebagaimana beberapa kali diberitakan media ini bahwa perkiraan jumlah mesin alat judi di puluhan arena gelper dan dugaan arena perjudian lainnya di Batam diperkirakan melebihi jumlah unit mesin di dua kasino di Singapura, yakni kasino di kawasan Sentosa dan Marina Bay Sands (MBS).
Mesin-mesin drakula inilah yang mulai dipindah sembunyikan mulai tadi malam dan diperkirakan akan bersambung malam ini.
Mesin-mesin judi di arena gelper yang mulai dipindahkan tadi malam, ada dari Wukong, Simpang Lima dan di Batu Aji beberapa lokasi lain.
Pemindahan mesin-mesin alat judi ini sebagai buntut tutup massal puluhan arena gelper di Batam, Tanjungpinang dan Tanjung Balai Karimun secara serentak.
Untuk sementara ini, kabar yang berembus kencang beberapa cukong atau bandar dugaan perjudian di Batam yang tak asing lagi nama-namanya telah bersembunyi sejak tutupnya arena perjudian berkedok gelper dan sejenisnya.
1 Gelper di Batam Digerebek pada Agustus. Tiga Pelaku dengan Barbuk Uang Rp 60 Ribu
Sementara perjudian yang ditangkap Satreskrim Polresta Barelang jajaran Polda Kepri pasca perintah Sigit adalah 6 kasus, dalam periode Mei-Agustus 2022. Dari keenam kasus itu, total 21 pelaku diamankan mulai dari pemain, penyelenggara hingga bandar.
Dalam konferensi pers hari ini, Selasa (23/08), diungkap 3 kasus perjudian di Batam yang digerebek pada Agustus. Ketiganya adalah judi kartu jenis Song, gelper dan bola super pingpong.
Perjudian kartu Song digerebek di Ruli Tangki Seribu, Batu Ampar pada Kamis (18/08). Turut diamankan empat pelaku berinisial F, R, BS dan M dan barang bukti (barbuk) uang tunai Rp 145 ribu, 2 set kartu remi dan 4 buah tong.
Kemudian pada Sabtu (20/08) sekitar pukul 03.30 WIB, polisi menggerebek perjudian berkedok gelper di Ruli Kampung Aceh Simpang DAM Muka Kuning Sei Beduk. Tiga pelaku diamankan yang berinisial K, M, dan J. Barang buktinya berupa 18 unit mesin permainan gelper dan uang pemain Rp 60 ribu.
Terbaru pada Minggu (21/08) sekira pukul 04.00, digerebek juga perjudian bola pingpong dii Komplek Berniaga Nagoya Blok I, Lubuk Baja. Ada empat pelaku yang diamankan, pria berinisial V dan A serta wanita inisial L dan R. Sedangkan barang buktinya: 2 buah kartu ATM, 1 unit handphone Samsung, 20 lembar catatan angka pingpong, 1 unit mesin pemutar pingpong, 24 bola pingpong dan 1 buah papan periode.
Pengungkapan ketiga kasus itu disebutkan berawal dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti Satreskrim Polresta Barelang.
“Jadi untuk untuk bandar [dijerat] Pasal 303 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun penjara. Untuk pemain, Pasal 303 bis KUHPidana dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara,” ungkap Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N.
Polda Kepri Gerebek Markas Judi Online di Kamar Hotel di Batam
Sementara sebelumnya, Polda Kepri juga menggelar konferensi pers pengungkapan kasus perjudian online maupun konvensional, Senin (22/08).
Diungkapkan ada tiga kasus perjudian diungkap Ditreskrimum Polda Kepri pada 16-17 Agustus 2022.
Pada Selasa (16/08), perjudian yang digerebek adalah jenis sie jie di daerah Pasar Jodoh Nagoya. Ada dua pelaku diamankan, penulis berinisial R dan pembeli berinisial J.
Rabu (17/08), digerebek lagi perjudian jenis sie jie masih di kawasan Pasar Jodoh. Turut diamankan tiga pelaku, AS sebagai penulis, dan dua pembeli berinisial A.
Masih di Rabu itu, Polda Kepri juga menggerebek perjudian online yang bermarkas di dua kamar salah satu hotel di Kota Batam.
Ada 7 orang diamankan, V selaku pengawas dan selebihnya costumer service (CS) berinisial RP, RA, RA, ABM, H dan AS.
Diketahui server judi online mereka berada di luar Indonesia. Selain itu, sebagian CS juga dengan kemampuan multilingual (Bahasa Inggris, Mandarin) guna menjaring korban dari luar negeri juga. (tim)

