Penularan Omicron Mirip Seperti Vaksinasi, Tanda Berakhirnya Pandemi Covid-19? - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Penularan Omicron Mirip Seperti Vaksinasi, Tanda Berakhirnya Pandemi Covid-19?

by BATAM NOW
12/Jan/2022 06:06
Pakai Masker Usai Divaksin Bisa Lindungi Nyawa Ribuan Orang

Ilustrasi penggunaan masker di keramaian. (F: SCMP.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono menyebut penyebaran virus Covid-19 varian Omicron yang saat ini kasusnya mulai merebak di Indonesia bisa dianggap sebagai layaknya sebuah proses vaksinasi alami.

Dilansir Tempo.co, virus Covid-19 varian Omicron disebut tidak seberbahaya varian Delta. Sehingga orang yang terinfeksi varian ini diprediksi bakal lebih cepat sembuh dan sekaligus mendapatkan kekebalan alami.

Daya tular virus yang jauh lebih cepat dari varian Delta, membuat Omicron mendorong proses vaksinasi alami berjalan lebih cepat terjadi di masyarakat. Sehingga, hal ini diprediksi bisa menjadi pertanda berakhirnya pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Kalau penularan sangat cepat, banyak orang akan mendapatkan kekebalan. Apalagi virus ini tidak banyak menimbulkan gejala berat, khususnya ke yang sudah divaksinasi. Jadi orang menganggapnya ini vaksinasi alamiah, karena sulit ditekan penularannya dan gejala beratnya sangat minimal, jadi kan mirip seperti vaksinasi,” ujar Pandu Riono kepada Tempo, Selasa (11/01/2022).

Namun, meski tak menimbulkan gejala berat, Pandu Riono mewanti-wanti masyarakat untuk tidak bereksperimen dengan sengaja menularkan virus Covid-19 ke dirinya sendiri. Sebab, saat ini bukan hanya varian Omicron saja yang tersebar, masih ada varian Delta yang menghantui masyarakat.

Baca Juga:  Pemprov Kepri Hibah Lahan 2 Hektare di Dompak untuk Stasiun TVRI

Karena menurut Pandu Riono, varian Omicron tetap berbahaya bagi orang yang memiliki imunitas lemah dan komorbid. Sehingga penerapan protokol kesehatan dan perluasan cakupan vaksinasi masih perlu dilakukan untuk mencegah melonjaknya angka penularan Covid-19 akibat Omicron.

“Jadi jangan bereksperimen. ‘Ah, kalau begitu, biar saja saya kena Omicron,’ jangan. Karena masih ada sekitar 20 persen penduduk yang belum punya kekebalan,” kata Pandu.

Lebih lanjut, Pandu Riono menjelaskan saat ini varian Omicron sangat sulit terdeteksi di tengah populasi masyarakat, karena tidak menimbulkan gejala parah seperti varian Delta.

Sehingga, ia menyarankan agar penggunaan masker lebih diperketat, sambil pemerintah memperluas cakupan vaksinasi ke anak-anak dan memberikan booster ke lansia.

Kedua kelompok tersebut, menurut Pandu, merupakan yang paling rentan terkena gejala parah dari varian Omicron. “Problemnya vaksinasi untuk anak balita belum ada. Nah, mungkin anak balita tidak terekspos dulu dengan kegiatan masyarakat,” kata Pandu. (*)

Berita Sebelumnya

Bakal Bersua di Bintan, Presiden Jokowi dan PM Singapura Siap Teken Pengalihan FIR?

Berita Selanjutnya

Ini Beda E-KTP Digital dengan E-KTP Biasa, Bye Mesin Fotokopi

Berita Selanjutnya
Kemendagri: Warga Harus Punya Smartphone untuk Miliki E-KTP Digital

Ini Beda E-KTP Digital dengan E-KTP Biasa, Bye Mesin Fotokopi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com