BatamNow.com – Sebanyak 200 teknologi dan solusi industri dari berbagai brand nasional maupun internasional dipamerkan dalam Manufacturing Indonesia Series – Batam Chapter 2026.
Pameran perdana di Batam yang digelar PT Pamerindo Indonesia itu resmi dibuka di Radisson Golf & Convention Center, Selasa (29/09/2026). Dijadwalkan, kegiatan ini berlangsung hingga Kamis (01/10).
Mengusung tema “Indonesia’s New Industrial Gateway”, kegiatan ini mempertemukan pelaku industri dengan penyedia teknologi, supplier, serta calon mitra bisnis dari berbagai sektor manufaktur.
Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia, Meysia Stephannie, mengatakan sekitar 50 peserta membuka stan dan sekitar 200 teknologi dalam pameran perdana Manufacturing Indonesia Series di Batam ini.
“Sekitar ada 50 stand, tapi mereka membawa langsung 200 teknologi showcase. Jadi dengan 200 mesin atau brand dari nasional maupun internasional,” ujar Meysia.
@batamnow Sebanyak 200 teknologi dan solusi industri dari berbagai brand nasional maupun internasional dipamerkan dalam Manufacturing Indonesia Series – Batam Chapter 2026. Pameran perdana di Batam yang digelar PT Pamerindo Indonesia itu resmi dibuka di Radisson Golf & Convention Center, Selasa (29/09/2026). Dijadwalkan, kegiatan ini berlangsung hingga Kamis (01/10). Mengusung tema “Indonesia’s New Industrial Gateway”, kegiatan ini mempertemukan pelaku industri dengan penyedia teknologi, supplier, serta calon mitra bisnis dari berbagai sektor manufaktur. Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia, Meysia Stephannie, mengatakan sekitar 50 peserta membuka stan dan sekitar 200 teknologi dalam pameran perdana Manufacturing Indonesia Series di Batam ini. “Sekitar ada 50 stand, tapi mereka membawa langsung 200 teknologi showcase. Jadi dengan 200 mesin atau brand dari nasional maupun internasional,” ujar Meysia. Menurutnya, Pamerindo belum dapat memastikan apakah seluruh teknologi yang dipamerkan merupakan teknologi baru dibandingkan pameran Manufacturing Indonesia di Jakarta. Pasalnya, agenda di Batam baru pertama kali digelar. Meski demikian, teknologi yang dibawa diarahkan untuk menjawab kebutuhan industri di Batam. “Karena kita tahun ini adalah pameran manufacturing Batam yang perdana. Jadi menurut kami, kami berharap yang kami bawa kali ini adalah sesuatu yang bisa menjawab solusi dari yang dicari di Batam,” kata Meysia. Batam Dinilai Strategis untuk Ekspansi Industri Meysia mengatakan Batam dipilih sebagai lokasi ekspansi Manufacturing Indonesia karena memiliki posisi strategis dalam perkembangan industri nasional maupun regional. Selain dikenal sebagai kawasan industri marine dan shipyard, Batam kini juga berkembang sebagai salah satu lokasi industri data center. Pamerindo ingin membawa pengalaman penyelenggaraan Manufacturing Indonesia di Jakarta yang telah berlangsung sekitar 30 tahun ke Batam. “Sekarang Batam itu kan menjadi posisi yang strategis dan sedang memang lagi digaungkan untuk industri data center dan meskipun selama ini sudah sangat terkenal dengan sektor marine dan shipyard,” ujarnya. Menurut Meysia, pembangunan data center juga membutuhkan industri pendukung, termasuk teknologi manufaktur, otomasi dan berbagai solusi industri. “Kami tahu untuk membangun data center itu butuh supporting industri juga. Seperti yang bisa dilihat teknologi-teknologinya di pameran kali ini,” katanya. Pameran tersebut tidak hanya diikuti perusahaan lokal. Sejumlah teknologi yang ditampilkan berasal dari brand Jepang, Cina, Taiwan, Singapura hingga Jerman. Meysia menjelaskan sebagian brand internasional telah memiliki distributor di Indonesia. Karena itu, sejumlah peserta yang hadir merupakan perusahaan Indonesia yang membawa teknologi dari berbagai negara. Bidik 3.500-4.000 Pengunjung Pamerindo membidik 3.500 hingga 4.000 pengunjung selama tiga hari pelaksanaan pameran. Namun, Pamerindo tidak menetapkan target nilai transaksi secara khusus. Meysia mengatakan karakter pameran Business to Business (B2B) berbeda dengan pameran konsumen. Transaksi industri umumnya membutuhkan proses lanjutan setelah pertemuan di lokasi pameran, termasuk kunjungan ke lokasi perusahaan. “Untuk target pengunjung sendiri kami sekitar 3.500 sampai 4.000 orang selama tiga hari ke depan. Dan untuk target transaksi terus terang kami belum pernah mencatat transaksi,” katanya. Menurut dia, keberhasilan pameran lebih banyak diukur dari kepuasan peserta dan keberlanjutan keikutsertaan mereka pada tahun berikutnya. “Goals kami adalah ketika exhibitor itu satisfied, mereka akan datang lagi untuk setiap tahun kalinya,” ujarnya. Pamerindo menempatkan pameran tersebut sebagai platform yang menjembatani penyedia teknologi dengan pelaku industri di Batam. “Targetnya kami adalah kami menjadi platform untuk menjembatani antara teknologi, supplier teknologi kepada industri di Batam… Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ Vlog – wouldliker
Menurutnya, Pamerindo belum dapat memastikan apakah seluruh teknologi yang dipamerkan merupakan teknologi baru dibandingkan pameran Manufacturing Indonesia di Jakarta. Pasalnya, agenda di Batam baru pertama kali digelar.
Meski demikian, teknologi yang dibawa diarahkan untuk menjawab kebutuhan industri di Batam.
“Karena kita tahun ini adalah pameran manufacturing Batam yang perdana. Jadi menurut kami, kami berharap yang kami bawa kali ini adalah sesuatu yang bisa menjawab solusi dari yang dicari di Batam,” kata Meysia.

Batam Dinilai Strategis untuk Ekspansi Industri
Meysia mengatakan Batam dipilih sebagai lokasi ekspansi Manufacturing Indonesia karena memiliki posisi strategis dalam perkembangan industri nasional maupun regional.
Selain dikenal sebagai kawasan industri marine dan shipyard, Batam kini juga berkembang sebagai salah satu lokasi industri data center.
Pamerindo ingin membawa pengalaman penyelenggaraan Manufacturing Indonesia di Jakarta yang telah berlangsung sekitar 30 tahun ke Batam.
“Sekarang Batam itu kan menjadi posisi yang strategis dan sedang memang lagi digaungkan untuk industri data center dan meskipun selama ini sudah sangat terkenal dengan sektor marine dan shipyard,” ujarnya.

Menurut Meysia, pembangunan data center juga membutuhkan industri pendukung, termasuk teknologi manufaktur, otomasi dan berbagai solusi industri.
“Kami tahu untuk membangun data center itu butuh supporting industri juga. Seperti yang bisa dilihat teknologi-teknologinya di pameran kali ini,” katanya.
Pameran tersebut tidak hanya diikuti perusahaan lokal. Sejumlah teknologi yang ditampilkan berasal dari brand Jepang, Cina, Taiwan, Singapura hingga Jerman.
Meysia menjelaskan sebagian brand internasional telah memiliki distributor di Indonesia. Karena itu, sejumlah peserta yang hadir merupakan perusahaan Indonesia yang membawa teknologi dari berbagai negara.

Bidik 3.500-4.000 Pengunjung
Pamerindo membidik 3.500 hingga 4.000 pengunjung selama tiga hari pelaksanaan pameran.
Namun, Pamerindo tidak menetapkan target nilai transaksi secara khusus.
Meysia mengatakan karakter pameran Business to Business (B2B) berbeda dengan pameran konsumen. Transaksi industri umumnya membutuhkan proses lanjutan setelah pertemuan di lokasi pameran, termasuk kunjungan ke lokasi perusahaan.
“Untuk target pengunjung sendiri kami sekitar 3.500 sampai 4.000 orang selama tiga hari ke depan. Dan untuk target transaksi terus terang kami belum pernah mencatat transaksi,” katanya.
Menurut dia, keberhasilan pameran lebih banyak diukur dari kepuasan peserta dan keberlanjutan keikutsertaan mereka pada tahun berikutnya.
“Goals kami adalah ketika exhibitor itu satisfied, mereka akan datang lagi untuk setiap tahun kalinya,” ujarnya.
Pamerindo menempatkan pameran tersebut sebagai platform yang menjembatani penyedia teknologi dengan pelaku industri di Batam.
“Targetnya kami adalah kami menjadi platform untuk menjembatani antara teknologi, supplier teknologi kepada industri di Batam,” katanya.
Keberadaan platform tersebut diharapkan turut memperkuat mata rantai pasok industri di Batam sehingga pabrik tidak kesulitan mencari produk teknologi dan penyedia tidak susah mencari pembeli (buyer).
Pamerindo juga berencana kembali menggelar Manufacturing Indonesia Series di Batam pada April 2027.

BP Batam: Industri Butuh Teknologi Modern
Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menyambut positif penyelenggaraan Manufacturing Indonesia Series – Batam Chapter 2026.
Menurut Fary, kegiatan tersebut relevan dengan upaya mendorong Batam menjadi model pertumbuhan ekonomi berbasis investasi.
“Sebagai Deputi Investasi BP Batam, tentu kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada teman-teman Pamerindo yang melakukan manufacturing event series pertama di BP Batam pada hari ini,” kata Fary.

Ia mengatakan Batam membutuhkan berbagai kegiatan yang dapat mempertemukan pelaku usaha dengan teknologi serta calon mitra baru.
Fary menyebut Batam saat ini memiliki sekitar 35 kawasan industri dan sekitar 135 kawasan galangan kapal (shipyard).
Perkembangan kawasan industri dan galangan kapal tersebut, menurut dia, membutuhkan dukungan teknologi dan sistem informasi yang semakin modern.
“Tentu Batam memerlukan kegiatan-kegiatan event seperti ini dalam rangka kita mau mendorong arahan Presiden agar Batam ini menjadi model pertumbuhan ekonomi melalui destinasi investasi,” ujarnya.
“Kita semua tahu bahwa Batam memiliki kurang lebih sekitar 35 kawasan industri dan ada 135 kawasan shipyard galangan kapal memerlukan teknologi, memerlukan IT yang lebih modern,” lanjutnya.
Menurut Fary, kesiapan teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat daya tarik investasi Batam. Namun, hal tersebut perlu berjalan bersama kepastian investasi dan kecepatan pelayanan.
“Itu yang menjadi arahan Presiden untuk kita sama-sama dengan teman-teman Pamerindo, dengan teman-teman Kadin dan pemerintah untuk kita bisa membuat Batam ini menjadi role model untuk ekonomi melalui investasi,” katanya.
Harapkan Berdampak ke Lapangan Kerja
Fary mengatakan peningkatan investasi diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan dampak kepada masyarakat.
Menurutnya, pertumbuhan investasi dan ekonomi berkaitan dengan berbagai sektor, mulai dari tenaga kerja, ekspor-impor hingga belanja pemerintah dan masyarakat.
“Bahwa investasi harus bisa kita dorong agar terjadi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
“Kalau pertumbuhan ekonomi kita naik, maka tentu berkaitan dengan tenaga kerja, ekspor-impor, belanja pemerintah, belanja masyarakat, itu juga akan naik dan akan memberikan manfaat kesejahteraan kepada masyarakat Batam, tetapi juga secara nasional, mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” sambungnya.
Tampilkan Teknologi Manufaktur hingga Otomasi
Dalam pameran tersebut, teknologi yang ditampilkan menyasar berbagai kebutuhan industri Batam.
Di antaranya teknologi untuk sektor elektronik dan semikonduktor, precision engineering dan machining, metal fabrication dan metalworking, otomasi, smart manufacturing hingga berbagai solusi pendukung manufaktur.
Selain pameran teknologi, Pamerindo menghadirkan sejumlah program pendukung.
Salah satunya Kaizen Clinic, yang menyediakan konsultasi gratis bagi pengunjung. Profesional manufaktur dapat membawa persoalan yang dihadapi perusahaan untuk didiskusikan bersama praktisi di bidang Lean Manufacturing, Kaizen, keselamatan kerja, Lean Six Sigma hingga CNC dan otomasi.
Pamerindo juga menggelar Business Matching Programme yang mempertemukan calon pembeli dengan peserta pameran berdasarkan kebutuhan produk, teknologi maupun solusi industri.
Sejumlah seminar industri turut digelar dengan menghadirkan pembicara dari BP Batam, Efortech dan APTIKNAS. Materi yang dibahas mencakup perkembangan dan tantangan industri, peluang investasi serta pemanfaatan teknologi dalam transformasi manufaktur.
Manufacturing Indonesia Series – Batam Chapter 2026 berlangsung pada 29 September hingga 1 Oktober 2026 di Radisson Golf & Convention Center Batam dan terbuka bagi profesional industri serta pelaku bisnis. (H)

