Pertama Kali Paus Fransiskus Sebut Muslim Uighur di Tiongkok sebagai Orang Teraniaya - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Pertama Kali Paus Fransiskus Sebut Muslim Uighur di Tiongkok sebagai Orang Teraniaya

25/Nov/2020 07:35
Pertama Kali Paus Fransiskus Sebut Muslim Uighur di Tiongkok sebagai Orang Teraniaya

Paus Fransiskus. (F: Instagram)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Untuk pertama kalinya Paus Fransiskus menyebut Muslim Uighur di Tiongkok sebagai orang yang ‘teraniaya’.

Pernyataan ini diungkapkan Paus Gereja Katolik Roma Vatikan itu pada sebuah buku berjudul “Let Us Dream: The Path to A Better Future”.

Dalam buku itu, Paus Fransiskus juga mengatakan pandemi Covid-19 harus mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan secara permanen menetapkan pendapatan dasar universal.

Buku yang terdiri dari 150 halaman itu ditulis oleh penulis biografi Austen Ivereigh. Secara garis besar paus berbicara tentang perubahan ekonomi, sosial dan politik, yang menurutnya diperlukan untuk mengatasi ketidaksetaraan setelah pandemi berakhir.Buku ini mulai dijual pada 1 Desember 2020.

“Saya sering memikirkan orang-orang yang teraniaya: Rohingya, Uighur yang malang, Yazidi,” kata Paus Fransiskus di bagian buku itu, seperti dikutip Pikiran-rakyat.com dari Reuters, Selasa, (24/11/2020).

Dia juga membicarakan tentang penganiayaan Kristen di negara-negara Islam.

Sebelumnya, Paus pernah berbicara tentang Rohingya yang telah melarikan diri dari Myanmar, dan pembunuhan Yazidi oleh ISIS di Irak. Namun ini menjadi kali pertama kali dia menyebut-nyebut orang Uighur.

Para pemimpin agama, kelompok aktivis, dan pemerintah mengatakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida sedang terjadi terhadap warga Uighur di Xinjiang, sebuah wilayah yang terpencil di Tiongkok. Di tempat ini lebih dari 1 juta orang ditahan di kamp-kamp.

Bulan lalu, selama konferensi di Vatikan, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengecam Tiongkok atas perlakuannya terhadap orang Uighur.

Tetapi, pihak Beijing menolak tuduhan itu sebagai upaya untuk mendiskreditkan Tiongkok. Negeri Tirai Bambu mengatakan kamp-kamp itu adalah pusat pendidikan dan pelatihan kejuruan sebagai bagian dari tindakan kontra-terorisme dan deradikalisasi.

Banyak komentator mengatakan Vatikan enggan berbicara tentang Uighur sebelumnya karena sedang dalam proses memperbarui kesepakatan kontroversial dengan Beijing tentang pengangkatan uskup.(*)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Arkeolog Yakin Temukan Rumah Masa Kecil Yesus di Nazareth

Berita Selanjutnya

KPK Tangkap Menteri KKP Edhy Prabowo. KKP Masih Bungkam

Berita Selanjutnya
KPK Tangkap Menteri KKP Edhy Prabowo. KKP Masih Bungkam

KPK Tangkap Menteri KKP Edhy Prabowo. KKP Masih Bungkam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com