Polisi Mengungkap Sejumlah Fakta dan Kronologis Terkait Kasus Mutilasi Youtuber TV IVS - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Polisi Mengungkap Sejumlah Fakta dan Kronologis Terkait Kasus Mutilasi Youtuber TV IVS

by Oki
17/Sep/2020 19:06
Polisi Mengungkap Sejumlah Fakta dan Kronologis Terkait Kasus Mutilasi Youtuber TV IVS

Tersangka Laeli Atik Supriyatin. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow – Polisi mengungkap fakta terkait kematian  yang ditemukan dimutilasi di Apertemen Kalibata City,Korban disebut sempat berhubungan badan dengan pelaku sebelum akhirnya dibunuh dan dimutilasi.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menjelaskan, korban dan tersangka Laeli Atik Supriyatin (LAS) berkenalan melalui aplikasi Tinder. Mereka sering komunikasi via WhatsApp.

Perkenalan itu kemudian semakin hangat. Korban dan pelaku saling bertukar nomor ponsel, hingga akhirnya mereka janjian bertemu di sebuah apartemen di Pasar Baru, Jakarta Pusat jelas Nana kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/9/2020).

“Dua orang di belakang saya DAF (26), yang bersangkutan adalah eksekutor membunuh korban dan memutilasi korban, sedangkan LAS (27), perannya mengajak korban untuk bertemu dan menyewa apartemen di Pasar Baru, Jakarta Pusat,” Nana menjelaskan, “Terakhir, mereka ada komunikasi tanggal 5 September, antara LAS dengan korban ini,”

Tanggal 7 September korban dan tersangka Laeli janjian bertemu di Apartemen Pasar Baru Mansion. Namun, keduanya baru masuk ke apartemen itu pada Rabu (9/9), Korban dan tersangka Laeli kemudian masuk ke apartemen tersebut.

Sebelum tanggal (9/9) tersangka LAS dan tersangka Djumadil Al Fajri (DAF) telah merencanakan pembunuhan kepada korban, Di kamar apartemen itu , korban dihabisi oleh tersangka Djumadil,

“DAF dan LAS bisa dikatakan mereka ini pasangan kekasih” ucap Nana

Ditambahkan Nana Korban dipukul 3 kali. Lalu ada penusukan kepada korban 7 kali hingga meninggal dunia, Pelaku yang kebingungan kemudian membeli gergaji dan golok untuk memotong tubuh korban menjadi beberapa bagian. selanjutnya memutilasi tubuh korban. Jelas Nana

“Mereka memasukkan jenazah korban ke dalam beberapa koper dan tas. Selanjutnya, mereka menyimpan jenazahnya di Apartemen Kalibata City”, terang Nana

Kasus tersebut terungkap pada Rabu (16/9) malam. Sebelumnya, polisi menerima laporan orang hilang atas nama Rinaldi Harley Wsimanu

Kedua pelaku ditangkap tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya dipimpin Kompol Handik Zusen, AKP Noor Marghantara, dan AKP Mugia di Depok pada Rabu (16/9) siang. imbuhnya

Keluarga Sebut Rinaldi Sosok Yang Supel

Di mata keluarga, Rinaldi Herley Wismanu adalah sosok yang supel dan humble.

“Ya suka bergaul, humble orangnya. Sama pihak mana pun bergaul dia,” kata Arief Alfian Firdaus, adik korban, ketika dihubungi detikcom, Kamis (17/9/2020).

Arief menerangkan kakaknya tersebut juga selalu berbagi cerita kepada keluarga dan sahabat jika dirinya sedang terkena masalah.

Selain bekerja sebagai Human Resource & General Affair Manager pada perusahaan kontraktor, Rinaldi juga dikenal sebagai Youtuber yang pernah melakukan studi ke Tokyo University of Foreign Studies di Kota Fuchu, Jepang. Rinaldi pernah membuat konten YouTube berjudul ‘Merantau di Negri Sakura ‘.

Dalam video yang diterbitkan pada 6 Januari 2017 tersebut, terlihat banyak komentar ucapan belasungkawa dari para sahabat dan fans korban. (sumber detik.com)

 

Berita Sebelumnya

Dua Pelaku Mutilasi di Kalibata City Tertangkap, Korban Seorang Yotuber TV IVS

Berita Selanjutnya

Konser Musik Diizinkan Saat Kampanye Pilkada, Kemenkes: Tak Boleh, Tak Ada Toleransi

Berita Selanjutnya
Konser Musik Diizinkan Saat Kampanye Pilkada, Kemenkes: Tak Boleh, Tak Ada Toleransi

Konser Musik Diizinkan Saat Kampanye Pilkada, Kemenkes: Tak Boleh, Tak Ada Toleransi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com