Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Warga Pulau Rempang, Suara Dar Der Dor Menyeramkan - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Warga Pulau Rempang, Suara Dar Der Dor Menyeramkan

07/Sep/2023 11:51
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Tetiba Tim Terpadu Kota Batam yang didalamnya termasuk pihak kepolisian menembakkan gas air mata ke kerumunan warga Pulau Rempang.

Tokoh masyarakat di Rempang mengatakan, sebelumnya, warga tidak mengetahui informasi resmi terkait kedatangan maupun maksud Tim Terpadu turun ke sana. “Kita dapat info tadi pagi lewat WA group,” katanya kepada BatamNow.com, Kamis (07/09/2023).

Kejadian di Jembatan IV Barelang, Kota Batam, pada Kamis, 7 September 2023 itu tetiba saja.

“Kami dari Tim Terpadu mengimbau kepada warga untuk membubarkan diri,” kata petugas dengan pengeras suara di lokasi.

Sejumlah warga Rempang terancam relokasi disebut mencoba menahan kedatangan tim yang ingin memasuki beberapa kampung di sana.

Namun bentrok tak terelakkan, polisi berjumlah cukup banyak itu memukul mundur kerumunan warga asli Melayu Pulau Rempang.

Polisi pun menembakkan gas air mata dan mengerahkan mobil water cannon menyemprotkan air untuk membubarkan massa. Suara letusan dar der dor pun membuat suasana semakin menyeramkan.

Terlihat banyak dari rombongan warga yang kocar-kacir tak dapat menahan pedihnya terkena gas air mata bahkan beberapa warga terlihat menangis histeris seperti mau pingsan.

“Bagaimana kalau posisi keluarga kalian dibuat seperti ini?” teriak seorang emak-emak sambil menangis, di Tanjung Kertang, setelah Jembatan IV Barelang.

Baca Juga:  Satgas IDI soal Endemi: Bukan Berarti Tak Ada Covid Sama Sekali

Selain itu ada beberapa warga yang yang wajahnya terlihat bengkak karena terkena gas air mata.

“Maju terus, provokatornya tangkap,” begitu suara petugas memakai mikrofon.

Belum didapat konfirmasi mengapa tindakan represif dari Tim Terpadu ini terjadi.

Mengapa sampai mengerahkan ramai aparat kepolisian dengan peralatan lengkap.

Sementara informasi yang diperoleh BatamNow.com, kedatangan tim terpadu ke Pulau Rempang untuk pemasangan patok tata batas terkait pengalokasian lahan oleh BP Batam kepada PT Makmur Elok Graha (PT MEG) dalam pengembangan kawasan industri Rempang Eco-City.

Setelah barikade warga bubar dari Jembatan IV, Tim Terpadu lanjut masuk ke Pulau Rempang.

Hingga kini, Pulau Rempang masih dengan situasi tegang. Warga lainnya berjaga di simpang masuk kampung-kampung mereka.

Sebagai informasi, lahan 17.000 hektare se-Pulau Rempang dan sebagian Galang, akan dikembangkan menjadi kawasan industri Rempang Eco-City oleh PT Makmur Elok Graha.

Sementara imbas dari pengembangan kawasan ekonomi itu, semua warga akan direlokasi sepihak dan 16 kampung sejarah akan hilang.

Masyarakat tempatan asli Melayu menerima investasi itu tapi menolak keras mereka direlokasi dari kampung sejarah kelahiran mereka. (tim)

Berita Sebelumnya

Buruh Bangunan Ditemukan Tewas di Indekos di Bengkong Sadai

Berita Selanjutnya

Walhi: BP Batam Pakai Uang Rakyat untuk Pressure Warga Rempang

Berita Selanjutnya
Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Warga Pulau Rempang, Suara Dar Der Dor Menyeramkan

Walhi: BP Batam Pakai Uang Rakyat untuk Pressure Warga Rempang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com