BatamNow – Perwakilan Salim Group di Kepri, Jamin Hidajat enggan berkomentar tentang kesiapan PT Moya Indonesia menggantikan PT Adhya Tirta Batam (ATB) dalam mengelola air bersih di Batam.
“Saya ini anak buah aja di Salim Group dan sudah mau pensiun, PT Moya gantikan ATB saja saya tahunya dari Media, soal lebih dalam mengenai PT Moya saya minta maaf, karna bukan posisi saya, mungkin bapak berkenan melalui jalur lain”, ungkapnya saat dikonfirmasi BatamNow melalui whatsapp, Kamis (10/9) sore.
Dia tambahkan dirinya hanya tau PT Moya Indonesia sudah mengolah air bersih di beberapa tempat di Jakarta.
Terhitung 65 hari ke depan PT Moya Indonesia, anak usaha Moya Asia Holding Limited, akan menggantikan PT Adhya Tirta Batam (ATB) dalam mengelola air bersih di Batam.
Moya akan bekerja terhitung sejak akhir konsesi pada 14 November mendatang, hingga enam bulan ke depan. Setelah itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan mengambil alih tugas Moya Batam.
Adapun PT Moya Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang penyaluran kebutuhan air bersih untuk aspek industri, komersial maupun non komersial di Indonesia di empat kota. Antara lain, Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Semarang Barat. PT MI berbasis di Jakarta.
Seperti diberitakan BatamNow pada Senin (07/09) lalu, PT MI adalah anak perusahaan Moya Asia. Di perusahan itu ada nama Anthoni Salim pemilik Salim Group. Anthoni sebagai pemegang saham 72,84% melalui Tamaris Infrastructure Pte, Ltd. PT Moya Asia adalah holding PT MI.
PT MI diketahui pemenang lelang transisi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam, 4 September lalu. Menggantikan PT ATB dalam pengelolaan air bersih di Batam, penetapan PT Moya Indonesia (MI) sebagai peserta terbaik, diungkapkan Direktur Humas, Promosi dan Protokol BP Batam Dendi Gustinandar, Senin (7/9) sore.(Oki)

