PT Moya Sebut Suplai Air Minum Terganggu Karena Kemarau. BMKG: Curah Hujan Normal, Tak ada Kemarau di Batam - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

PT Moya Sebut Suplai Air Minum Terganggu Karena Kemarau. BMKG: Curah Hujan Normal, Tak ada Kemarau di Batam

03/Agu/2021 15:33
PT Moya Sebut Suplai Air Minum Terganggu Karena Kemarau. BMKG: Curah Hujan Normal, Tak ada Kemarau di Batam

Pantauan BatamNow.com di Waduk Duriangkang terlihat debit air di dam itu masih dalam batas normal, Selasa (03/08/2021). (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Keluhan atas terganggunya suplai air di beberapa daerah mencuat ditengah proses lelang Kerja Sama Operasi dan Pemeliharaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam.

Namun yang disayangkan dan dianggap membingungkan oleh beberapa tokoh maupun aktivis di Batam adalah pernyataan Corporate Communication Manager (Corcom) PT Moya Indonesia Astriena Veracia.

Kepada salah satu media di Batam, Astriena mengatakan penyebab suplai air terkendala karena sedang memasuki musim kemarau.

“Sekarang masuk musim kemarau. Siklusnya biasa terjadi di Agustus. Saat kemarau, pemakaian air bertambah, otomatis ada yang tidak kebagian air,” kata Astriena. (dikutip dari batampos.co.id terbitan 2 Agustus 2021)

Investigasi BatamNow.com sebelumnya, beberapa daerah yang terkendala suplai airnya yakni Bengkong Permai, Bengkong Mahkota, Bengkong Palapa dan Bengkong Langit.

Diyakini masih banyak daerah lain yang juga mengalami masalah ini.

Baca Juga:  Parah! 7 Hari Air Tak Mengalir ke Bengkong Permai Blok D. Warga Sampai Nggak Mandi dan Tidak Mencuci

Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Batam Fauzan Lathif yang dikonfirmasi BatamNow.com melalui pesan WhatsApp pada Selasa (03/08/2021) pagi, mengatakan bahwa curah hujan pada tahun 2021 ini masih kategori normal.

“Normal sebagaimana rata-ratanya pak,” tulis Fauzan Lathif, Forecaster On Duty Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam.

“Tapi tidak ada istilah musim kemarau atau musim hujan di Kota Batam,” lanjutnya meluruskan.

Itu, katanya, karena Kota Batam yang masuk wilayah Non Zona Musim (ZOM), yaitu wilayah yang tidak masuk dalam klasifikasi musim yang ditetapkan oleh BMKG.

Pantauan BatamNow.com hujan terjadi pada akhir Juli lalu hingga awal Agustus, meski tidak merata mengguyur bumi.

Sementara investigasi kru BatamNow.com di Waduk Duriangkang, Selasa (03/08) tidak terlihat posisi air baku dalam kondisi kritis seperti awal tahun 2020.

Lagi-lagi Jawaban Corcom PT Moya Indonesia Menyebut Kemarau

BatamNow.com pun memberi kesempatan klarifikasi ke Corcom PT Moya Indonesia Astriena Veracia terkait pernyataannya di media yang disebutkan di atas tadi.

Dihubungi lewat WhatApp pada Selasa (03/08) dia mengatakan, “Memasuki musim kemarau, SPAM Batam melalui 6 (enam) Instalasi Pengolahan Air (IPA) yaitu IPA Muka Kuning, Sei Ladi, Nongsa, Sei Harapan, Duriangkang, Piayu yang berkapasitas total produksi sebesar 3.400 liter/detik untuk memberikan pelayanan bagi lebih dari 290.000 pelanggan di Kota Batam. Komitmen mempertahankan kapasitas produksi ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang optimal akan kebutuhan air bersih bagi warga Batam.”

“Perubahan pola pemakaian air pelanggan di musim kemarau merupakan tantangan besar bagi kami. Atas kondisi tersebut, maka SPAM Batam terus melakukan upaya pengaturan suplai secara optimal untuk pemerataan distribusi air. Bagi pelanggan di daerah-daerah yang berada di ujung pelayanan, solusi yang bisa dilakukan adalah dengan mengirimkan tangki air secara maksimal. SPAM Batam terus mengupayakan agar pelanggan di Kota Batam ini tetap mendapatkan akses air bersih bagi pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” tulisnya.

Aktivis Batam Anggap PT Moya Indonesia Amatiran dalam Mengelola SPAM

Beberapa tokoh maupun aktivis di Kota Batam angkat bicara atas publikasi membingungkan PT Moya Indonesia yang mengatakan terganggunya suplai air ke beberapa daerah termasuk stressed area akibat sedang memasuki musim kemarau.

Lain lagi aktivis Pemerhati Kebijakan Publik Sosial Kemasyarakatan, Jerry Bassau Makasau. Kepada BatamNow.com, Selasa (03/08) dia mengatakan bahwa PT Moya Indonesia harus profesional dalam mengelola SPAM Batam.

“Tidak bisa dia [PT Moya Indonesia] berkata bahwa debit air di penampungan waduknya itu kering sehingga terhentinya pemasokan air. Tidak ada alasan, dia harus profesional,” tegasnya.

Jerry Macan, begitu akrab dipanggil, mengatakan soal suplai air ke masyarakat adalah memang tanggung jawab PT Moya Indonesia.

“Moya harus bertanggung jawab dalam hal ini untuk menyediakan bahan baku air ke masyarakat,” ujar Jerry.

Soal alasan pihak PT Moya Indonesia di balik terganggunya suplai air karena memasuki musim kemarau, Jerry mengatakan, “Itu tidak profesional. Itu namanya melempar tanggung jawab.”

Menurut Jerry, alasan PT Moya Indonesia itu bisa dikatakan sebagai pembohongan publik.

“Tidak ada alasan PT Moya mengatakan air baku tidak ada atau waduk kering. Itu namanya amatiran dia,” tegas Jerry.

Kalaupun memang sedang memasuki kemarau, menurut Jerry—ketimbang mencari alasan, lebih baik mengusahakan solusi.

“Walaupun misalkan debit air kering, dia harus berusaha bagaimana caranya untuk inovasi mencari sumber air,” pungkasnya.

Demikian juga Pemerhati Lingkungan Hidup, Azhari Hamid. Dia juga angkat bicara atas pernyataan PT Moya Indonesia sebagai pengelola SPAM Batam yang mengatakan terkendalanya suplai air di beberapa daerah karena memasuki musim kemarau.

“Moya itu tidak punya teknologi dan tidak profesional. Itu saja,” ujar Azhari ke BatamNow.com, Selasa (03/08).

Azhari katakan, penggunaan alasan musim kemarau ini harus berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Di sana akan terlihat curah hujan selama beberapa bulan ini.

“Kalau dia bilang kemarau, dasar dia apa. Curah hujan kita tinggi kok,” katanya.

Pantauan BatamNow.com di Waduk Muka Kuning terlihat debit air di dam itu masih dalam batas normal, Selasa (03/08/2021). (F: BatamNow)

Statement Corcom PT Moya Indonesia Harus Menjadi Catatan Penting Panitia Lelang

Lain lagi sorotan Ketua LI Tipikor Kepri Panahatan. Dia mengatakan PT Moya Indonesia jangan mencari “kambing hitam” ditengah kelemahan pelayanan operator SPAM PT Moya Indonesia.

Semua sudah terang benderang tentang pelayanan buruk SPAM Batam.

Dia katakan Wali Kota Batam Muhammad Rudi sudah pernah mengakui bahwa pelayanan PT Moya Indonesia sebagai operator transisi SPAM memang tidak maksimal.

Alasan Rudi ketika itu karena PT Moya Indonesia sebagai pengelola masa transisi.

Jadi menurut Atan, biasa dipanggil, PT Moya Indonesia tak usah berkelit dan berbelit-belit lagi.

Atan meminta panitia lelang kerja sama operating & maintenance (O&M) SPAM Batam harus mencatat alasan-alasan pihak PT Moya ini.

Ini, katanya, seharusnya menjadi pertimbangan bagi panitia lelang dimana PT Moya Indonesia dikabarkan sebagai peserta lelang.

“PT Moya seakan mencari kambing hitam ditengah berbagai kelemahan pelayanannya. Ini penting. Ini harus menjadi masukan dan catatan panitia lelang kerja sama O&M untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola komunikasi dengan masyarakat pelanggan secara jujur dan benar,” ujar Ketua LI Tipikor Kepri Panahatan, Selasa (03/08).

Seorang tokoh lagi di Kota Batam yang enggan dituliskan namanya juga mempertanyakan alasan PT Moya Indonesia atas terganggunya suplai air beberapa waktu ini di sejumlah daerah.

“Ngomong-ngomong, kemarau nggak ada hubungan dengan kualitas suplai, kecuali ada rationing,” jelasnya.

“Emangnya kalau musim hujan airnya lancar ya. Kan nggak juga?” katanya dengan heran.

Sedangkan judul berita media online yang disebut di atas: 8 Bulan Air Tersendat Dari Pagi Hingga Tengah Malam di Bengkong Mahkota.

Artinya selama masa transisi PT Moya Indonesia mengelola SPAM Batam, 8 bulan permasalahan air minum bukan karena alasan kemarau.

Kondisi Terkini Waduk di Batam

Investigasi BatamNow.com, Selasa (03/08), terlihat debit air yang masih berada di batas normal pada beberapa waduk di Kota Batam.

Tim BatamNow.com mengecek kondisi Waduk Duriangkang penyuplai kebutuhan air ke beberapa wilayah salah satunya ke Bengkong. Sesuai pemberitaan media ini sebelumnya, kawasan Bengkong salah satu penduduk terbanyak di Batam merupakan satu contoh daerah yang terganggu suplai airnya.

Pantauan kru media ini di Waduk Duriangkang terlihat air baku di dam masih normal saja.

Pada awal dan pertengahan tahun 2020, kondisi air baku di Waduk Duriangkang sudah sangat sedikit jauh di bawah standar spillway.

Namun saat itu, pelayanan air minum ke masyarakat masih berjalan sebagaimana mestinya, mesti tak dapat ditampik sempat terjadi krisis air masa itu.(H/JS)

Berita Sebelumnya

BP Batam Paparkan Proyek SEZ Batam Sekupang International Health dalam Road to Indonesia Investment Day 2021

Berita Selanjutnya

Kabar Gembira, Sri Mulyani Bebaskan Pajak Sewa Toko di Pasar dan Mal hingga Oktober 2021

Berita Selanjutnya
Menkeu Tidak Izinkan Pajak 0% untuk Mobil Baru

Kabar Gembira, Sri Mulyani Bebaskan Pajak Sewa Toko di Pasar dan Mal hingga Oktober 2021

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com