BatamNow.com – Salah satu akses jalan utama dan penting di Batam kini mengalami kerusakan yang berkepanjangan.
Lokasinya persis di bawah Hotel Vista di Jalan Gajah Mada, Lubuk Baja.
Kerusakan parah kali ini diyakini yang pertama setelah jalan di kawasan Bukit Vista itu difungsikan sejak tahun 80-an.
Kerusakan secara kasat mata hanya terlihat pada satu titik badan jalan dengan luasan sekitar 6 x 6 meter. Namun, permukaan jalan di lokasi tersebut menggelembung, bergelombang dan terangkat atau “bunting”, sehingga kendaraan harus memperlambat laju.
Kondisi tersebut sampai mengganggu arus lalu lintas yang padat dan kerap memicu kemacetan, terutama karena posisi jalan berada di kawasan menanjak.
Lebih serius, pada Rabu (30/09/2026) siang, sebuah truk terpelanting setelah melintasi bagian jalan yang rusak tersebut. Beruntung, insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa.
@batamnow Kondisi ruas Jalan Gajah Mada yang kembali bergelombang atau “bunting” di kawasan Bukit Vista, Kelurahan Baloi Indah, Kota Batam, memicu kecelakaan. Satu unit truk Colt Diesel bermuatan buah terguling saat melintas di ruas jalan tersebut pada Rabu (30/09/2026) siang. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Truk berwarna merah dengan nomor polisi BK 8561 CK itu diketahui melaju dari arah Laluan Madani menuju Sekupang. Saat melintasi sisi kiri badan jalan yang mengalami kondisi bergelombang sepanjang sekitar 10 meter, truk tiba-tiba oleng ke sisi kiri. Kendaraan tersebut kemudian kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling di sisi kiri jalan. Akibat kejadian itu, muatan buah yang berada di dalam bak truk tumpah dan berserakan di sekitar lokasi. Dievakuasi Setelah Tiga Jam Terguling Pantauan BatamNow.com sekitar pukul 15.48 WIB, truk yang terguling akhirnya berhasil didirikan kembali setelah satu unit truk crane tiba di lokasi untuk membantu proses evakuasi. Proses evakuasi truk berlangsung sekitar 10 menit dan dikawal personel Satlantas Polresta Barelang. Selama proses evakuasi, kendaraan yang hendak melintas terpaksa berhenti karena badan jalan dipenuhi truk crane dan kendaraan yang sebelumnya terguling. Kemacetan pun tak terhindarkan. Antrean kendaraan terjadi dari lokasi kecelakaan hingga lampu merah Laluan Madani. Kemacetan berlangsung sekitar 20 menit selama proses evakuasi berlangsung. BP Batam Masih Menunggu Rekomendasi Konsultan Geoteknik? Kondisi jalan yang kembali bergelombang di kawasan tersebut sebelumnya telah menjadi perhatian Badan Pengusahaan (BP) Batam. Hasil investigasi BP Batam menyebut kombinasi aktivitas pematangan lahan, curah hujan tinggi, serta kondisi tanah lunak di bawah badan jalan menjadi faktor yang menyebabkan ruas jalan kembali mengalami kondisi bergelombang. BP Batam saat ini menghentikan sementara pekerjaan perbaikan permanen sembari menunggu rekomendasi teknis dari konsultan geoteknik. Sejumlah ahli nasional hingga konsultan dari luar negeri juga dilibatkan untuk menentukan metode penanganan yang dinilai paling aman terhadap kondisi jalan dan tanah di kawasan tersebut. Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, mengatakan aktivitas penimbunan lahan di kawasan perbukitan di atas Hotel Vista menjadi salah satu faktor yang memicu pergerakan tanah. “Kalau penyebabnya salah satunya memang karena timbunan. Setelah itu air yang terbawa hujan membuat tanah timbunan bergeser,” kata Mouris, dikutip dari Batam Pos. Menurut Mouris, BP Batam sejak awal memilih melakukan kajian teknis sebelum melaksanakan perbaikan permanen. Sensor pergerakan tanah juga telah dipasang untuk memantau kondisi lapisan tanah di bawah badan jalan. “Kami memasang alat sensor untuk melihat apakah tanahnya masih bergerak atau tidak. Kami juga memanggil konsultan nasional dari Kementerian Pekerjaan Umum yang kemudian merekomendasikan konsultan khusus geoteknik,” ujarnya. Baru Beberapa Bulan Diperbaiki, Jalan Kembali “Bunting” Ruas Jalan Gajah Mada di kawasan Vista sebelumnya diketahui telah menjalani pekerjaan perbaikan sekitar awal April 2026. Saat proses pengerjaan berlangsung, ruas Jalan Gajah Mada dari arah Batam Center menuju Sekupang juga sempat ditutup sementara. Berdasarkan informasi yang diperoleh BatamNow.com, pekerjaan perbaikan jalan tersebut menelan anggaran sekitar Rp 389 juta. Namun, baru beberapa bulan setelah diperbaiki, kondisi jalan kembali mengalami gelombang atau “bunting”. Kondisi tersebut kembali menjadi sorotan setelah truk Colt Diesel bermuatan buah terguling saat melintas di kawasan tersebut pada Rabu (30/09/2026). Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, BatamNow.com telah mengirimkan permintaan konfirmasi kepada Sthefani Barlian, Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga BP Batam melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini diterbitkan, Sthefani Barlian belum memberikan respons… Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ News Theme – TATANX
Konsultan Geoteknik dari Luar Negeri Hendak Digandeng
Kerusakan yang berulang, tampaknya membuat BP Batam “pusing tujuh keliling”, sehingga sempat berencana mendatangkan konsultan geoteknik dari luar negeri untuk mencari solusi permanen.
Namun hingga Kamis (01/10/2026), belum ada penjelasan apakah konsultan tersebut jadi digandeng sementara badan jalan masih “bunting” dan pengguna jalan tetap menghadapi kemacetan yang berisiko.

Rp 396 Juta Ikut “Terpelanting”
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, membuat pernyataan baru lagi terkait masalah itu. Dia mengatakan persoalan tersebut bukan sekadar kerusakan aspal.
Hasil kajian teknis, kata dia, menunjukkan adanya pergerakan lapisan tanah lunak pada kedalaman sekitar delapan meter. BP Batam juga telah memantau 50 titik untuk mengetahui pola pergerakannya.
Pergeseran tanah bervariasi dari beberapa milimeter hingga belasan sentimeter. Perubahan beban dan tingginya kandungan air pada lapisan tanah lunak disebut menjadi faktor pemicunya.
Dalam kurun sekitar satu tahun terakhir, badan jalan tersebut telah dua kali diperbaiki. Perbaikan terakhir pada April 2026 dan disebut menelan sekitar Rp 396 juta.
Namun, jalan kembali bermasalah. Biaya ratusan juta ikut terpelanting.
Pemotongan Bukit Vista Diduga Penyebab
Persoalan tersebut juga menjadi sorotan tajam karena muncul setelah aktivitas pemotongan bukit atau cut and fill di Bukit Vista pada 2025.
Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, melakukan sidak terhadap aktivitas tersebut pada Juli 2025 dan memerintahkan penghentian pemotongan lahan.
Aktivitas itu dihentikan hingga sekarang karena dinilai berpotensi memengaruhi kestabilan tanah dan lingkungan sekitar. Bukit yang sebelumnya hijau ditumbuhi pepohonan lalu dipangkas sehingga mengubah kontur kawasan menjadi gundul.
@batamnow Masyarakat Batam mengapresiasi langkah Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala Li Claudia Chandra yang menindak aktivitas cut and fill di Bukit Vista, Baloi, Batam, yang telah merusak lingkungan. Malah sejumlah warga mendesak agar tidak hanya penghentian sementara, tetapi juga pencabutan seluruh perizinan proyek demi penyelamatan, pemulihan Bukit Vista ke kondisi alaminya. Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #galang #rempang #barelang #bpbatam #amsakarachmad #liclaudiachandra #fyp #fypシ #batam ♬ Minimal for news / news suspense(1169746) – Hiraoka Kotaro
Setelah perubahan tersebut, diperkirakan muncul persoalan aliran air dan kestabilan tanah di sekitar lokasi.
Hingga kini, bekas pemotongan bukit tersebut masih terlihat gundul. Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai ketegasan tindak lanjut kebijakan BP Batam setelah sidak dilakukan.
Apalagi, Jalan Gajah Mada yang telah digunakan sejak era 1980-an diyakini baru menghadapi persoalan serius dan berulang setelah terjadi perubahan kondisi kawasan di sekitar Bukit Vista.

BP Batam Siapkan Sheet Pile
Untuk menghentikan kerusakan berulang, BP Batam merencanakan pemasangan dinding penahan tanah atau sheet pile secara rapat.
BP Batam juga merencanakan pengurangan beban material di sekitar tanjakan. Namun, pekerjaan permanen tersebut masih harus melalui proses administrasi, penganggaran dan pengadaan.
BP Batam, kata Ariastuty, dapat menyadari dan memahami kondisi Jalan Gajah Mada ini menjadi perhatian masyarakat.
Kebijakan BP Batam Dipertanyakan
Persoalan jalan di bawah Hotel Vista kini bukan hanya soal kapan aspal kembali mulus. Publik mempertanyakan mengapa kerusakan pada titik jalan tersebut berlangsung begitu lama hingga mengganggu jalur utama Batam dan menimbulkan insiden terhadap kendaraan.
Penanganan BP Batam terhadap perubahan kontur dan struktur tanah pasca-cut and fill di Bukit Vista juga dipertanyakan, terutama karena kawasan tersebut sebelumnya telah menjadi objek sidak Li Claudia.
Jika pergerakan tanah berkaitan dengan perubahan kondisi kawasan dan kandungan air, penanganan tentu tidak cukup hanya dengan mengaspal kembali permukaan jalan.
Dua kali pengaspalan menunjukkan bahwa perbaikan lapisan atas belum menyelesaikan persoalan di bawahnya.
Kini publik menunggu tindakan konkret BP Batam: bukan hanya kajian, rencana mendatangkan konsultan luar negeri atau pemasangan sheet pile, tetapi kepastian kapan Jalan Gajah Mada kembali aman dilalui dan terbebas dari gangguan kemacetan. (Redaksi)

