BatamNow – “Indonesia merupakan salah satu dari negara di Asia atau Asia Tenggara atau bahkan di dunia dimana gross dari ekonomi digital termasuk yang tercepat,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Ini mungkin yang memicu perusahaan raksasa teknologi dunia Tencent Holdings, ByteDance, Zoom, dan Twitter berencana berinvestasi di Singapura.
Meski investasi di Singapura, alih-alih membidik pasar di Indonesia.
Mengikuti jejak Facebook dan Google yang telah membangun pusat data di sana dengan nilai masing-masing US$ 1 Miliar dan US$ 850 Miliar.
Padahal, data menunjukkan pengguna di Indonesia lebih besar ketimbang Singapura. Misalnya, Tik Tok aplikasi besutan ByteDance dan Facebook mencatatkan masing masing 30,7 juta dan 140 juta pengguna di Indonesia. Sebaliknya di Singapura pengguna keduanya tak sampai 10 juta.
Pengguna internet di Indonesia juga sangat besar. Berdasarkan laporan “e-Conomy SEA 2019”, tercatat 152 juta pengguna internet pada 2019. Angka ini bahkan jauh lebih banyak ketimbang penduduk Singapura yang pada 2019 sebanyak 5,7 juta jiwa.
Secara pendapatan digital, Indonesia pun lebih tinggi dari Singapura. Pada 2015, pendapatan Indonesia US$ 8 Miliar atau Rp 118,7 Triliun dengan kurs Rp 14.800/US$. Satu peringkat di atas Singapura yang mengantongi US$ 7 Miliar atau setara Rp 103,6 triliun.
Proyeksi pendapatan digital Indonesia pada 2025 mencapai US$ 133 Miliar yang setara dengan Rp 1.973,7 Triliun. Sebaliknya, Singapura diprediksi hanya mampu mengumpulkan US$ 27 Miliar atau Rp 399,6 Triliun pada tahun yang sama.
sumber: KataData

