Reka Cipta Akuntan dan Industri Teknologi: Benarkah Profesi Akuntan Akan Punah? - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Reka Cipta Akuntan dan Industri Teknologi: Benarkah Profesi Akuntan Akan Punah?

08/10/2021

 

 

 

Revolusi industri 4.0 dipicu oleh perkembangan pesat di bidang teknologi komunikasi, informasi dan pandemi.

Society 5.0 lahir sebagai respons terhadap industri 4.0 yang didominasi oleh mesin dalam seluruh aspek aktivitas manusia yang dapat menimbulkan permasalahan sosial dan hilangnya humanisme.

Ilustrasi akuntan. (F: Harmony.co.id)

Empat trend transformasi yang berdampak langsung dengan kinerja akuntan sebagai imbas terjadinya revolusi industri 4.0 adalah Artificial Intelligence, Blockchain, Cyber Risk dan Big Data Analytics.

Akuntansi di masa depan membuat data akuntansi berbasis cloud sehingga pekerjaan akuntansi menjadi bersifat efisien dan mobile.

Informasi keuangan non-tradisional terintegrasi ke dalam sistem modern sehingga peran akuntansi berubah secara radikal. Perkembangan ini diduga kuat akan menjadikan peran akuntan tidak dibutuhkan lagi.

Saat ini setidaknya 15 juta pekerjaan akan lepas kepada orang-orang yang menguasai teknologi.

Diprediksi sekitar 59% pemilik usaha kecil tidak membutuhkan Akuntan dalam 10 tahun ke depan.

Konsep reporting analisis yang selama ini menjadi kekuatan akuntan dan dipercaya tidak akan tergantikan oleh mesin, kini mengalami perubahan dengan kehadiran AI (artificial intelligence).

Sering kita dengar bahwa salah satu profesi yang bisa tergantikan oleh teknologi adalah profesi Akuntan.

Menghadapi tantangan itu, apa yang harus dilakukan akuntan?

Untuk mempertahankan profesi akuntan, seorang akuntan harus juga memahami tentang penggunaan teknologi. Seorang akuntan perlu menyiapkan aplikasi mobile bagi kliennya, sehingga dapat mengakses data bisnis melalui gadget untuk mengelola data korporasi berbasis digital.

Seorang akuntan perlu berpikir kritis dan sistematik serta memiliki kemampuan literasi data yaitu membaca, menganalisis dan menggunakan informasi dalam format big data dan literasi teknologi yaitu memahami cara kerja mesin sebagai Artificial Intelligence (AI).

Maka yang harus dilakukan oleh Akuntan pada generasi milenial dan generasi Z di antaranya adalah memperkuat keahlian (mastering skills), membuka wawasan (opening mind) dan menanamkan nilai dan etika yang kuat (instilling strong values & ethics) untuk bertahan menghadapi perubahan dan terus memberikan kontribusi terhadap peradaban.

Akuntan merupakan profesi strategis yang memerlukan long-range vision agar tidak hanya andal dengan data historis namun juga berpandangan jauh ke depan.

Perubahan peran Akuntan ke depan di antaranya adalah akuntan lebih berperan untuk providing insights from data, becoming an advisor, partnering with technology, dan expanding into new areas.

Reka cipta Akuntan Muda seperti apa yang harus dilakukan?

Reka Cipta Eksternal

Pertama, Akuntan perlu investasi pada pengembangan digital skills, menerapkan prototype teknologi baru, pendidikan berbasis international certification dan digital skills, responsif terhadap industri, bisnis dan perkembangan teknologi, kurikulum dan pembelajaran berbasis human-digital skills.

Kedua, Awareness, akuntan perlu menjadi aware terhadap perkembangan revolusi industri 4.0 dengan melihat kesempatan yang muncul. Banyak bisnis-bisnis yang ada baru menyadari potensi perkembangan, contoh di Jerman, 80% perusahaan memiliki agenda revolusi industri 4.0, Cina memiliki 60% building knowledge.

Ketiga, Education, memilih kurikulum yang relevan untuk menyesuaikan dengan konektivitas digital.

Contohnya pengetahuan tentang efek sosial dari intelligent systems. Mengikuti pelatihan tertentu seperti coding, manajemen informasi dalam shared platforms, keperluan real-time accounting pada stakeholders.

Keempat, Professional Development untuk peningkatan kinerja profesi beserta program pengembangan profesional.

Kelima, Reaching Out untuk membangun konektivitas antara engineers dan akuntan agar informasi akuntansi bisa didapat dan dijaga dengan baik.

Reka Cipta Internal

  1. Memiliki sertifikasi dari Profesi
  2. Buat orientasi tujuan yang sesuai dengan kemampuan sebagai seorang akuntan profesional, termasuk menguasai bidang teknologi informasi.
  3. Membuat manajemen waktu.
  4. Selalu up to date untuk mendapatkan informasi terkini dalam bidang akuntansi untuk menyelesaikan pekerjaan dan menganalisis masalah dengan cepat, tepat, dan akurat.
  5. Gunakan software untuk memaksimalkan kinerja sehingga bekerja tidak lagi memasukkan data secara manual

Para akuntan di era digital tidak boleh memandang sebelah mata dampak dari teknologi, dan perlu menguasai data non-keuangan seperti data analysis, information technology development, dan leadership skills.

Dampak dari revolusi industri menimbulkan banyak anggapan bahwa profesi akuntan akan tergantikan dengan adanya big data dan cloud computing.

Justru dengan adanya big data dan cloud computing akan memudahkan pekerjaan para akuntan.

Akuntan dapat berinovasi untuk menghadapi perkembangan zaman, meningkatkan efisiensi dan efektifitas perusahaan tempat mereka bekerja.

Program Studi Akuntansi memiliki asosiasi atau organisasi yang bernama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai wadah sertifikasi bagi profesi Akuntan Profesional.

Ketika sedang menempuh pendidikan di kampus harus aktif berorganisasi khususnya yang masih berkaitan dengan Akuntansi.

IAI menyiapkan Akuntan Profesional Indonesia khususnya generasi milenial dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan memberikan ujian CA mencakup mata ujian sistem informasi dan pengendalian internal dengan kondisi kekinian (teknologi dan proses bisnis yang relevan) sehingga diharapkan dapat membekali Akuntan pada masa depan.

Syarat menjadi Akuntan Profesional harus mempunyai sertifikasi dan lulus ujian CA, berpengalaman, mengikuti pendidikan profesional berkelanjutan, memahami standar profesi, mempunyai ethics, dan berkontribusi dalam anggota asosiasi profesi.

Integritas merupakan hal utama yang harus dijaga oleh setiap Akuntan Profesional untuk kehormatan diri, profesi, dan kemaslahatan bangsa.

Kinerja Akuntan Profesional berdampak terhadap keberlanjutan dunia usaha & stabilitas perekonomian sehingga profesionalisme Akuntan harus senantiasa dijaga dengan menunjukkan kinerja & integritas tinggi.

Oleh karena itu, IAI mempersiapkan akuntan untuk menguasai perubahan, menyiapkan masa depan.(*)

SendShare

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com