BatamNow.com – Situasi di Pulau Rempang memanas kembali. Musababnya, ada pihak tertentu merangsek dan memasang patok diduga untuk pengukuran tanah di Kampung Sembulang Hulu, hari ini, Senin (08/07/2024).
Dalam 2 potongan video yang diterima BatamNow.com, beberapa warga menolak keras kehadiran pihak pemasang patok itu di kampung mereka yang kukuh menolak relokasi dampak proyek Rempang Eco-City.
Warga Rempang pun membenarkan kedatangan pemasang patok di Sembulang Hulu. “Hari ini, siang tadi, dia tadi yang saya lihat tadi ada 2 mobil,” kata Wadi kepada BatamNow.com, Senin (08/07) sore.
Akhirnya warga pun meminta agar kedua mobil dikendarai beberapa orang pemasang patok berpakaian bebas itu untuk pulang.
“Ada patok dicabut, diambil warga untuk bukti. Warga sudah ramai, warga menyuruh balik, kita menghindari anarkis, maka disuruh balik,” kata Wadi.
Ia pun menyesalkan karena kedatangan pihak tak dikenal itu tanpa pemberitahuan kepada RT maupun RW. Apalagi, pemasangan patok sudah diasosiasikan sebagai ancaman yang akan menggusur mereka dari kampung halamannya.
“Kita kan punya RT/RW. Karena pengukur-pengukut seperti itu tak mungkin dari pihak swasta,” ucap Wadi.
Warga Rempang meminta agar semua pihak menjaga keamanan dan tidak menimbulkan keresahan bagi mereka yang tengah berjuang menolak relokasi.
Disebut-sebut, pihak pemasang patok itu mengaku mendapatkan perintah dari BP Batam. Namun Kabiro Humas BP Batam Ariastuty Sirait bungkam ketika dikonfirmasi BatamNow.com, Senin (08/07).
Ketegangan juga terjadi di Rempang pada Kamis (16/05), karena ada satu tim berisi empat orang disebut dari Tim Terpadu yang sempat masuk ke Kampung Sembulang Hulu.
Kedatangan tim itu ditolak keras oleh warga. “Ada dua tim, tapi satu tim lagi langsung pulang ketika ditolak warga,” ucap warga. (D)

