'Resesi Seks' Hantam Singapura, Wanita Lajang Diizinkan Ini - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

‘Resesi Seks’ Hantam Singapura, Wanita Lajang Diizinkan Ini

by BATAM NOW
04/Mei/2022 07:08
VTL vs Travel Bubble

Singapura. (F: iStockphoto)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Negara Singapura dilaporkan tengah mengalami ‘resesi seks’ lantaran rendahnya angka perkawinan yang berimbas pada anjloknya tingkat kelahiran warganya.

Pada 2021, misalnya, angka kelahiran di negara tersebut hanya mencapai 1,12 bayi per wanita. Adapun, jumlah ini sangat rendah jika dibandingkan dengan rata-rata global yang berkisar di angka 2,3.

Kondisi ini lantas membuat pemerintah melakukan sejumlah upaya guna menggenjot tingkat perkawinan di Negeri Singa. Salah satunya dengan menawarkan insentif uang tunai ‘bonus bayi’ untuk menambah semangat warga negara tersebut memiliki anak.

Bahkan, Singapura berencana mengizinkan para wanita lajang untuk membekukan sel telurnya mulai tahun depan. Ini membuka kemungkinan bagi para wanita untuk hamil sekalipun saat tubuhnya tak lagi memproduksi sel telur.

Melansir dari McKinsey & Company, resesi seks ini juga akan berdampak pada kegiatan ekonomi. Resesi seks dapat menghasilkan sebuah kondisi yang dinamakan lonely economy.

Sebutan ini merupakan istilah yang dipakai untuk menggambarkan kegiatan ekonomi yang didorong oleh masyarakat yang cenderung hidup menyendiri. Bahkan, data Statista, rata-rata jumlah orang dalam sebuah rumah tangga terus menyusut.

Sebaliknya, rumah tangga berisi satu orang, atau yang melajang, makin banyak. “Pergeseran demografis yang signifikan ini mengubah pola permintaan,” tulis Mckinsey yang dikutip CNBC Indonesia, Rabu (04/05/2022).

Baca Juga:  Viral Unggahan Pertalite RON 90 Diuji Hanya 86, Begini Penjelasan Pertamina dan Ahli

Meningkatnya jumlah orang yang lebih memilih hidup sendiri telah mendorong penguatan fenomena hewan peliharaan. Kepemilikan hewan peliharaan tercatat melonjak di Asia, termasuk Singapura.

Dalam 5 tahun terakhir, jumlah hewan peliharaan di China, Singapura, dan Thailand. Masing-masing melonjak 114%, 12%, dan 23%.

Tak hanya hewan, terjadi peningkatan penggunaan aplikasi seperti Chatbot yang digerakkan oleh kecerdasan buatan. Aplikasi ini kian populer dengan jumlah pengguna yang makin meningkat yang mayoritas merupakan lajang.

Selain itu, ada juga robot LOVOT dari perusahaan Jepang yang mampu menjaga suhu tubuhnya seperti manusia dan bisa meminta pelukan. Permintaannya meningkat hingga 15 kali lipat pada 2020 akibat pandemi dan efek dari lonely economy.

Pola konsumsi makanan juga diyakini berubah. Rumah tangga tunggal membutuhkan produk yang berbeda, termasuk makanan yang dikirim ke rumah dan porsi yang lebih kecil untuk makanan kemasan.

Di Jepang, misalnya, pada 2012-2019, berat bersih rata-rata beberapa barang konsumsi yang bergerak cepat menurun sebesar 8%. (*)

Berita Sebelumnya

Hari Raya Kedua, Gubernur Ansar Kunjungi Sejumlah Tokoh Masyarakat Kepri

Berita Selanjutnya

Bandara Hang Nadim Siapkan Ruang Tunggu A9 untuk Keberangkatan Jamaah Haji

Berita Selanjutnya
Jelang Imlek, Belum Ada Extra Flight di Bandara Hang Nadim Batam

Bandara Hang Nadim Siapkan Ruang Tunggu A9 untuk Keberangkatan Jamaah Haji

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com