Ribuan Nakes Singapura Mundur, Covid-19 Masih 'Meledak'? - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Ribuan Nakes Singapura Mundur, Covid-19 Masih ‘Meledak’?

03/Nov/2021 08:22
Meledak! Kasus Positif Covid Singapura Nyaris 3.000 Sehari

Ilustrasi Singapura. (F: Aristya Rahadian)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Singapura darurat tenaga kesehatan (nakes). Pasalnya lebih dari seribu nakes di negara itu dilaporkan mengundurkan diri pada paruh pertama tahun 2021.

Dilansir CNBCIndonesia.com, Menteri Senior Kesehatan Negara Singapura, Janil Puthucheary, menyampaikan ada sekitar 1.500 nakes yang mengundurkan diri sejauh ini. Keputusan mereka didasari oleh beberapa alasan.

Di antara semuanya, nakes migran adalah yang terbanyak. Hampir 500 dokter dan perawat asing mengundurkan diri pada paruh pertama tahun 2021, dibandingkan dengan sekitar 500 pada keseluruhan tahun 2020 dan sekitar 600 pada tahun 2019.

“Pengunduran diri ini sebagian besar diajukan karena alasan pribadi, untuk migrasi, atau pindah kembali ke negara asal mereka,” katanya dikutip dari Channel News Asia (CNA), Rabu (03/11/2021

Puthucheary mengatakan para nakes mengalami kelelahan hebat. Ini akibat terlalu banyak bekerja sepanjang pandemi.

“Orang-orang kami kelelahan secara fisik, mental, emosional – apakah mereka akan mengakuinya atau tidak,” kata Janil, mengatakan sesuai pesan yang diterima dari seorang anggota senior tim klinis.

Baca Juga:  Pinjol Ilegal Marak, Ini 3 Cara Melaporkannya ke OJK

“Oleh karena itu, tidak mengherankan jika tingkat pengunduran diri meningkat tahun ini,” tambahnya.

Puthucheary juga menyebut sebagian besar nakes tidak memiliki kesempatan untuk mengambil cuti sejak tahun 2020. Pasalnya banyak fasilitas kesehatan (faskes) yang berusaha meminimalkan memiliki anggota staf.

Sehingga banyak yang terpaksa bekerja lembur. Bahkan perawat bekerja rata-rata 160 hingga 175 jam per bulan pada September lalu.

“Proporsi ini lebih tinggi dibandingkan dua tahun terakhir. Petugas kesehatan kami telah melampaui panggilan tugas untuk merawat pasien mereka,” katanya.

Singapura sendiri saat ini sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang cukup tinggi. Kasus sempat menembus 5 ribu sehari.

Kemarin Singapura mencatat 3.496 kasus baru dan sembilan kematian. Mengutip data Worldometers, negara tetangga RI itu telah mencatatkan 200.844 kasus infeksi dan 421 kematian. (*)

Berita Sebelumnya

Minum Kopi Bisa Cegah Penyakit Liver, Segini Jumlah yang Disarankan

Berita Selanjutnya

Gubernur Ansar Minta RUU Daerah Kepulauan Segera Disahkan

Berita Selanjutnya
Gubernur Ansar Minta RUU Daerah Kepulauan Segera Disahkan

Gubernur Ansar Minta RUU Daerah Kepulauan Segera Disahkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com