Rp 3,4 Triliun Pengembangan Pelabuhan Feri Internasional Batam Center: "Omon-omon"? - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Rp 3,4 Triliun Pengembangan Pelabuhan Feri Internasional Batam Center: “Omon-omon”?

Berpotensi Diambil Alih BP Batam

by BATAM NOW
05/Des/2025 12:30
Rp 3,4 Triliun Pengembangan Pelabuhan Feri Internasional Batam Center: “Omon-omon”?

Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Kota Batam. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Lebih dari satu tahun sejak 1 Agustus 2024, PT Metro Nusantara Bahari (MNB) resmi ditunjuk BP Batam sebagai mitra pengelola dan pengembang Terminal Feri Internasional Batam Center.

Namun, hingga akhir 2025, perkembangan proyek yang diiming-imingi bernilai Rp 3,4 triliun itu tampaknya masih sebatas narasi.

Hasil investigasi BatamNow.com bahwa hingga kini belum tampak tanda-tanda dimulainya pembangunan di lahan seluas 23 hektare yang dijanjikan sebagai area pengembangan terminal.

Bahkan, koordinat pasti lahan ekspansi investasi itu belum jelas di mana posisinya.

Kondisi di luar Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre. Dipotret pada Kamis (04/12/2025). (F: BatamNow)

Dari PT Synergy Tharada ke PT MNB

Pelabuhan Feri Internasional Batam Center sebelumnya dikelola PT Synergy Tharada (ST) sejak 2002 dengan konsesi 25 tahun yang berakhir Agustus 2024.

Namun, pada era kepemimpinan Muhammad Rudi sebagai Kepala BP Batam, PT MNB ditetapkan sebagai pemenang lelang pengelolaan baru pada 17 Juli 2024—sebuah proses yang sempat disorot oleh peserta lainnya.

BP Batam merencanakan pengembangan besar-besaran, yaitu perluasan terminal dari 2,5 hektare menjadi 23 hektare, terdiri atas:

  • 9 hektare untuk terminal feri internasional
  • 14,4 hektare untuk kawasan komersial.

Total nilai investasi dirancang mencapai Rp 3,4 triliun, meliputi:

  • Rp 1,49 triliun untuk pengembangan pelabuhan
  • Rp 1,91 triliun untuk area komersial.

Fasilitas tambahan direncanakan berupa pusat perdagangan, pariwisata, apartemen, serta kawasan bisnis terpadu dengan terminal.

Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BP Batam dan PT MNB ditandatangani pada 1 Agustus 2024 untuk masa pengelolaan 25 tahun.

Pada saat yang sama, PT ST harus mengakhiri kelolaannya dengan penuh kekecewaan.

Belum Ada Pembangunan Signifikan

Dalam rilis resmi BP Batam sebelumnya, Direktur Utama PT MNB, Victor Pujianto, pernah menyatakan: “Kami bertekad meningkatkan kualitas. Semoga Pelabuhan Batam semakin menarik dan dapat bersaing dengan pelabuhan lain di Singapura dan Malaysia.”

Namun, hingga kini tidak terlihat progres pembangunan terminal modern yang dijanjikan.

Alih-alih ekspansi investasi Rp 3,4 triliun, publik justru menduga skenario besar yang pernah diumbar ke publik hanya “modus” untuk mengambil alih pelabuhan pasca kepergian PT ST.

“Janji mau dibangun dengan dana triliunan, apakah itu hanya omon-omon?” kata beberapa warga dikutip media ini.

Ponton Charli Masih “Terborgol”

Pengakhiran konsesi PT ST juga tidak berjalan mulus. Hak-hak PT ST di pelabuhan masih belum tuntas diselesaikan BP Batam.

Ponton atau dermaga apung di ujung pelabuhan menghadap Teluk Tering masih disegel hingga Kamis (04/12/2025).

PT ST mengklaim ponton tersebut merupakan aset miliknya.

Kondisi ini semakin memperkuat anggapan publik bahwa proyek pengembangan terminal hanyalah “omon-omon”, mengingat tak ada pembangunan nyata di lapangan.

Ponton atau dermaga apung yang masih tersegel sejak pergantian pengelola di Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre. Dipotret pada Kamis (04/12/2025). (F: BatamNow)

Berpotensi Diambil Alih BP Batam?

Mangkraknya rencana pembangunan memunculkan spekulasi bahwa pengelolaan pengembangan pelabuhan berpotensi kembali diambil alih BP Batam.

Spekulasi ini dikaitkan dengan visi transformasi pelabuhan oleh Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakilnya Li Claudia Chandra.

Publik menilai skenario tersebut mungkin saja terjadi, menilik strategi BP Batam sebelumnya yang mengambil alih saham mayoritas PT Batam Terminal Petikemas (BTP), pemegang konsesi pelabuhan peti kemas.

Kuatnya dugaan ini diperkuat oleh regulasi Kementerian Keuangan yang memberikan BP Batam status Operator Investasi Pemerintah (OIP).

BP Batam pun menanamkan saham pada PT BTP sebanyak 75 persen, kini pemegang konsesi baru menggantikan PT Persero Batam.

@batamnow Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, membahas transformasi tata kelola bandara serta pelabuhan laut di Batam dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Rabu (09/07/2025). Menjawab pertanyaan anggota Komisi VI, Mufti Anam, Amsakar menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi besar yang tengah dilakukan BP Batam. Soal bandar udara, menurutnya, sudah hampir empat tahun ini pengelolaan Bandara Intetnasional Hang Nadim beralih dari Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) BP Batam ke konsorsium yang membentuk PT Bandara Internasional Batam (BIB). Konsorsium BIB dibentuk oleh Angkasa Pura I dengan kepemilikan saham 51 persen, Incheon International Airport Corporation (IIAC) 30 persen, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 19 persen. Amsakar enggan mengungkap detail alasan yang menjadi musabab rencana tata ulang pengelolaan bandara Batam. Tapi Kepala BP Batam yang baru menjabat sekitar empat bulan itu, menyinggung soal tak ingin mempersoalkan masa lalu. “Konsorsium itu ditopang oleh tiga. Tapi pada praktiknya hari ini, singkatnya saya tak usah bahas, kami tidak juga suka mempersoalkan masa lalu, Pak. Kami sedang ingin memperbincangkan masa depan. Lebih bagus, lebih bagus kita tata ulang soal di bandara ini,” ujar Amsakar dalam RDP, Rabu (09/07). Ia menambahkan bahwa BP Batam membutuhkan dukungan pendanaan untuk mewujudkan transformasi tersebut. Transformasi Pengelolaan Pelabuhan Laut Selain bandara, BP Batam juga tengah menyiapkan langkah untuk tata kelola pelabuhan laut. Amsakar menuturkan, saat ini pelabuhan dikelola oleh satu badan usaha yang pendanaannya bukan mandiri, justru memperolehnya dari berbagai sumber. “Kita punya pelabuhan lalu kita kerjasamakan dengan satu badan usaha. Badan usaha ini juga harus mencari pinjaman dari berbagai daerah, dari berbagai sumber termasuk dana reksa apa reksa dana, nah terbalik-balik,” katanya. “Setelah kita pelajari, kenapa enggak BP Batam saja yang kelola? Nggak ada manfaatnya, Pak. Namanya badan pengusahaan, boleh kita berusaha kok,” lanjut Amsakar. Saat ini, lanjutnya, BP Batam sedang dalam proses pembahasan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) untuk pengambilalihan pengelolaan pelabuhan tersebut. “Akan kita ambil alih dan sekarang dalam tahap sedang membahas MoU dan PKS-nya. Mudah-mudahan ini akan selesai,” ungkapnya. RDP Komisi VI ini membahas laporan keuangan, RKA, dan RKP dengan tiga mitra, salah satunya BP Batam. Hadir juga Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, ketujuh Deputi/ Anggota Bidang BP Batam, serta beberapa direktur di jajarannya. Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #galang #rempang #barelang #fyp #fypシ #fypシ゚viral ♬ original sound – BatamNow.com

Apa tanggapan Manajemen PT MNB terkait berbagai tudingan belum terlaksananya pembangunan terminal baru Pelabuhan Internasional Batam Center?

Baca Juga:  Rombongan Komisi VI DPR Tinjau Pelabuhan Batam Center, Andre Rosiade Soal Gugatan PT ST: Tunggu Putusan Inkrah

Direktur Utama PT MNB Victor Pujianto, General Manager PT MNB Zeno Rega, keduanya telah beberapa kali dihubungi wartawan BatamNow.com, namun tidak pernah memberikan respons.

BP Batam melalui Kepala Biro Umum, Muhamad Taofan, juga belum merespons konfirmasi hingga berita ini diturunkan. (A)

Berita Sebelumnya

Riak Panjang Mukota Kadin Batam: Penolakan Menguat, SK Perpanjangan Kadin Kepri Dipertanyakan

Berita Selanjutnya

Pemuda Gereja Batam Galang Solidaritas Natal untuk Korban Bencana di Sumatera

Berita Selanjutnya
Pemuda Gereja Batam Galang Solidaritas Natal untuk Korban Bencana di Sumatera

Pemuda Gereja Batam Galang Solidaritas Natal untuk Korban Bencana di Sumatera

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com