RS Mayapada Tetap Groundbreaking, Meski Wakil Kepala BP Batam Minta KEK Ditinjau Ulang - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

RS Mayapada Tetap Groundbreaking, Meski Wakil Kepala BP Batam Minta KEK Ditinjau Ulang

27/Agu/2025 17:21
RS Mayapada Tetap Groundbreaking, Meski Wakil Kepala BP Batam Minta KEK Ditinjau Ulang

Peletakan batu pertama rumah sakit Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, Sekupang. (F: Dok. BP Batam)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, pernah melontarkan agar keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam ditinjau ulang, karena dinilai tumpang tindih dengan status Free Trade Zone (FTZ).

Pernyataan Li Claudia disampaikan secara lisan saat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara BP Batam dan Komisi VI DPR RI pada Juli 2025 lalu.

Hingga kini, belum ada tindak lanjut atau klarifikasi lebih lanjut dari pihak Komisi VI maupun dari Li Claudia sendiri.

Namun, selang beberapa waktu setelah usulan itu, pembangunan Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH),–yang merupakan proyek utama dalam KEK Pariwisata dan Kesehatan Batam, tetap berjalan.

Peletakan batu pertama (groundbreaking) dilakukan pada Rabu (27/08/2025), di kawasan Sekupang, Batam.

@batamnow Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra, meminta agar status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di FTZ Batam ditinjau ulang. Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Senayan, Jakarta, baru-baru ini. Menurut Li, keberadaan KEK di wilayah Free Trade Zone (FTZ) Batam tidak lagi relevan karena Batam telah memiliki status sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) atau Free Trade Zone (FTZ). “Karena Batam FTZ, kami rasa di Batam ini, kemarin terakhir kami ketemu Presiden, saya minta beliau me-review ulang KEK Pak. Karena buat kami yang FTZ, KEK itu gak perlu Pak,” ujar Li di hadapan Komisi VI, Rabu (09/07/2025). Dia pun meminta Komisi VI mempelajari soal KEK. Li juga menekankan bahwa kebutuhan KEK lebih cocok untuk daerah lain yang belum memiliki fasilitas dan status khusus seperti FTZ Batam. “Mungkin daerah lain perlu KEK. Tapi di Batam tidak perlu KEK. Itu aja. Terima kasih.,” kata Li Claudia mengakhiri penyempaiannya ke Komisi VI. Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batam #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #galang #rempang #barelang #fyp #fypシ #fypシ゚viral ♬ original sound – BatamNow.com

KEK Pariwisata dan Kesehatan Batam Ditetapkan Lewat PP

KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam secara resmi ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2024, yang ditandatangani pada 7 Oktober 2024. Lokasinya meliputi dua wilayah utama: Sekupang dan Nongsa.

Sejak ditetapkan, pihak Mayapada Group awalnya berencana untuk mengambil alih operasional RS Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, rumah sakit yang sudah beroperasi selama puluhan tahun.

Baca Juga:  Klaim Ariastuty di Era HMR Terbantah, Amsakar Pastikan Pengelolaan RSBP Batam Mandiri Tanpa KSO

Namun, rencana tersebut gagal, karena tidak tercapainya kesepakatan antar pemangku kepentingan.

Situasi ini terjadi di akhir masa jabatan Muhammad Rudi sebagai Kepala BP Batam.

Kekhawatiran sempat mewarnai rencana kerja sama mitra operasional RSBP, khususnya di kalangan pegawai.

Namun kemudian, gagalnya Mayapada menjadi pengelola operaional diperkuat oleh sikap tegas dari Kepala BP Batam yang baru, Amsakar Achmad, serta Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.

Keduanya menyatakan lalu meyakinkan semua pihak bahwa RSBP masih dibutuhkan masyarakat dan tetap akan dikelola oleh BP Batam sendiri.

Li Claudia Absen di Groundbreaking RS Mayapada

Acara peletakan batu pertama Mayapada Apollo Batam International Hospital tidak dihadiri oleh Li Claudia, meski biasanya ia kerap tampil bersama Kepala BP Batam dalam berbagai acara publik.

Pada kesempatan itu, hanya Amsakar Achmad yang hadir mewakili BP Batam.

Peletakan batu pertama rumah sakit Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, Sekupang. (F: Dok. BP Batam)

Padahal publik sudah terbiasa melihat keduanya hadir bersama dalam berbagai acara penting, terutama sejak keduanya dilantik sebagai Kepala dan Wakil Kepala BP Batam.

Sejumlah pejabat nasional turut menghadiri groundbreaking MABIH tersebut, di antaranya: Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang;
Presiden Komisaris Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir (putra dari Dato’ Sri Tahir, pemilik Mayapada Group). (A)

Berita Sebelumnya

BEM SI Kerakyatan Kecam Represifitas Aparat Menangkap Mahasiswa di Acara BP Batam

Berita Selanjutnya

Dr Ampuan Situmeang SH MH Ingatkan Kewenangan Daerah di Rancangan Revisi PP 46/2007 KPBPB Batam

Berita Selanjutnya
Ampuan: Pengakuan Abidin “Birokrasi Hantu” Sudah Tak Ada, Perlu Penelitian Konkret

Dr Ampuan Situmeang SH MH Ingatkan Kewenangan Daerah di Rancangan Revisi PP 46/2007 KPBPB Batam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com