Sijori Versi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Membangkitkan Batang Terendam? - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Sijori Versi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Membangkitkan Batang Terendam?

by BATAM NOW
02/Sep/2022 13:11
14 Oktober, Pemerintah Siap Buka Kepri Bagi Turis dari 18 Negara, Singapura Tak Termasuk

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (F: Kemenko Perekonomian)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

Catatan Redaksi BatamNow.com

Tetiba Sijori ramai lagi dibahas.

Adalah Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menggaungkan kembali “merek” di tiga kawasan negara bertetangga itu.

Pemerintah Indonesia serius untuk mendorong konektivitas area Sijori (Singapura, Johor, dan Kepulauan Riau), kata Airlangga.

“Brand” Sijori nan lalu itu disampaikan Airlangga kala kunjungannya ke Singapura pada 29-30 Agustus 2022, saat membahas peningkatan konektivitas tiga negara bertetangga.

Di-update lagi oleh Airlangga menjadi Singapura, Johor dan Kepri, hampir sama dengan skenario terdahulu.

Jejak sejarah menunjukkan bahwa Sijori sudah tak asing lagi dan bahkan sudah masa lalu bagi masyarakat Riau dan Kepri.

Sijori yang dulu adalah singkatan dari Singapura, Johor dan Riau.

Tahun 1994 Sijori digaungkan di kancah perdagangan regional. Tiga negara bertetangga itu merajut kerja sama ekonomi, meneken prasasti The Sijori Growth Triangle.

Sebelum otonomi daerah tahun 2000 atau sebelum Provinsi Riau dimekarkan tahun 2004, Pulau Batam, Pulau Bintan dan Pulau Karimun masuk wiayah Provinsi Riau, ibu kotanya Pekanbaru.

Kini tiga kota dan kabupaten itu masuk wilayah Provinsi Kepri pasca pemekaran wilayah dan di area Sijori.

Dulu, kerja sama antarnegara ini dirancang untuk memperkuat serta mengoptimalkan perdagangan berskala global di kawasan tiga negara bertetangga. Itu sebelum ekonomi dan perdagangan Tiongkok, Vietnam dan lainnya di Asia mendunia seperti sekarang.

Saksi bisu dari jejak sejarah 35 tahun lalu itu masih terlihat dan dapat disaksikan di bundaran depan gedung BP Batam berlogo elang emas itu.

Tiga pohon beringin (ficus benjamina) tumbuh di tengah taman di sana menjadi cikal bakal atau simbol kerja sama itu. Ditanam oleh tiga kepala negara pada tahun 1987 dan 1991.

Dari Singapura oleh Perdana Menteri Lee Kuan Yew, dari Johor Malaysia Mahatir Mohamad dan dari Indonesia Presiden Soeharto.

Mahatir Mohamad yang belakangan, menyusul pada tahun 1991.

Baca Juga:  50 Tahun BP Batam. Tiga Pohon Beringin Tak Kunjung Besar dan Rimbun

Namun seiring berjalannya waktu, spirit Sijori itu lambat laun tampaknya layu sebelum mekar. Apalagi ditengah resesi ekonomi dunia melanda pada tahun 90-an.

Kawasan Industri Batamindo dan Kawasan Idustri Lobam di Bintan salah satu hasil kerja sama itu.

Segitiga Pertumbuhan Sijori. (F: Sparke at al)

Brand Sijori kala itu ngetren. Banyak perusahaan di Batam mengadopsi nama atau singkatan tersebut.

Misalnya, media cetak terbesar kala itu, Harian Sijori Pos. Menyusul Harian Sijori Mandiri. Ada lagi Sijori Resort.

Namun karena kerja sama ekonomi segitiga itu melempem, brand Sijori pun semakin lama makin meredup dan dianggap tak “menjual” lagi.

Pada gilirannya, perusahan-perusahaan yang sempat mengadopsi Sijori beralih ke merek lain.

Harian Sijori Pos, misalnya berganti nama menjadi Batam Pos. Harian Sijori Mandiri menjadi Haluan Kepri.

Satu “merek” yang tadinya hilang di pasaran di-rebranding Airlangga lagi.

Adapun konektivitas yang akan disambungkan dalam Sijori ini adalah dari sisi konektivitas data lewat fiber optik, lalu sektor energi, dan juga pembangunan infrastruktur fisik yang menyambungkan seluruh wilayah Sijori ini.

Kini Airlangga bak membangkitkan batang terendam itu.

Apa yang tengah dilakoni Airlangga juga bagian dari impian BJ Habibie sebagai Ketua Otorita Batam pada masa kekuasaan Soeharto.

Impian BJ Habibie menjadikan kawasan ekonomi khusus Batam dan Bintan sebagai pusat industri berteknologi tinggi (high tech) dan menjadi lokomotif ekonomi nasional.

“Kenapa high tech, karena sekarang sudah ada tourism dan industri ada di ‘mind’ Batam ini,” kata Habibie kala itu.

Program bisa beda, Sijori yang dibangkitkan Airlangga masih di area yang sama dan diharapkan bisa lebih nyata. (*)

Berita Sebelumnya

Sekdaprov Adi Prihantara Pimpin Persiapan Awal HUT ke-20 Kepri

Berita Selanjutnya

Gubernur Ansar Kunker ke Lingga, Agendanya Berikan Bantuan Hingga Menjaring Aspirasi Masyarakat

Berita Selanjutnya
Gubernur Ansar Kunker ke Lingga, Agendanya Berikan Bantuan Hingga Menjaring Aspirasi Masyarakat

Gubernur Ansar Kunker ke Lingga, Agendanya Berikan Bantuan Hingga Menjaring Aspirasi Masyarakat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com