BatamNow.com – SMP Negeri 35 yang berlokasi di Tembesi, Kecamatan Sagulung, menerima alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2025 dengan total sebesar Rp 1.070.320.000.
Dari informasi yang diterima BatamNow.com dana Bos tersebut terdiri dari:
- Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp 750.711.500
- Belanja Modal sebesar Rp 319.608.500
Belanja Modal sendiri terbagi dua, yakni: Peralatan Mesin sebesar Rp 207.547.600, ditambah Aset Tetap Lainnya senilai Rp 112.060.900.
Meski memperoleh kucuran anggaran tersebut, kondisi bangunan sekolah justru memperlihatkan permasalahan serius.
Beberapa bagian plafon atap di sejumlah sudut ruangan terlepas atau mengalami kerusakan.
Akibat dari copotnya plafon atap tersebut, rangka plafon serta atap berbahan seng itu pun terlihat.
Menurut narasumber terpercaya BatamNow.com, beberapa kelas juga mengalami kebocoran, selain adanya kebocoran kerusakan pada lantai juga terlihat.
Di mana, beberapa lantai keramik juga terlepas, hingga membuat semen lantai tersebut juga terlihat.
“Intinya anak-anak kalau belajar tidak nyaman karena kalau hujan kelasnya basah, kalau cuacanya panas, panasnya full, karena plafonnya sudah copot,” kata sumber.
Menurut sumber, dulunya pada setiap kelas di sekolah itu terdapat kipas angin, yang dibeli secara sukarela oleh orang tua siswa dari paguyuban.
Namun setelah dua tahun terakhir, kipas tersebut tidak hidup lagi dikarenakan arus listrik sudah tidak ada.
“Kabel-kabel juga udah pada rusak, tapi tak ada yang perbaiki, makanya kipas anginnya tidak bisa digunakan lagi,” ujarnya.
Selain ruangan kelas, hal yang sama juga terjadi di musala yang berada di dalam lingkungan sekolah tersebut. Hingga kini musala tersebut belum dipasang plafon serta mengalami kebocoran juga.
“Bukan hanya di kelas saja, musala juga plafonnya tidak ada, meski ada uang infak yang dikumpulkan para siswa, yang setiap minggunya itu terkumpul sekitar Rp 1 juta, untuk pemeliharaan serta pembangunan sekolah,” kata sumber.
Selain itu juga, masih kata sumber, di setiap pembangian rapor akhir semester, kardus besar disuguhkan kepada orang tua siswa untuk meminta sumbangan pembangunan musala.
“Tapi pembangunan dan perbaikan atap saja tidak ada sampai sekarang,” jelasnya.

Kepala Sekolah SMPN 35 Klarifikasi
Terkait hal ini, BatamNow.com mewawancarai Kepala Sekolah SMPN 35, Nyamini secara langsung di dalam kantor guru, pada Rabu (01/10/2025).
Saat ini plafon sekolah itu sedang dalam perbaikan, dan pihaknya hanya bisa memperbaiki kerusakan ringan. Sedangkan untuk kerusakan berat, seperti atap bocor, katanya, itu tugas Pemerintah Kota (Pemko) Batam.
“Kita sudah melakukan perbaikan semingguan ini, karena dananya baru bulan September keluarnya. Dan yang bisa kita perbaiki hanya kerusakan ringan seperti plafon ambruk, kalau untuk kerusakan berat itu langsung pemerintah seperti atap yang bocor, seperti yang di sana itu yang perbaiki langsung dari pemerintah,” kata Nyamini kepada BatamNow.com.
Kata Nyamini, adapun alasan baru melakukan perbaikan pada plafon yang rusak dikarenakan dulu perbaikan itu dijanjikan adanya bantuan dari pusat.
“Jadi kenapa baru sekarang karena dulu rencana ada bantuan dari pusat untuk beberapa sekolah termasuklah sekolah ini satu. Tapi ternyata bantuannya tidak jadi karena dialihkan. Jadi semua sekolah yang rencana dapat bantuan tidak jadi. Ada berapa sekolah, saya lupa,” ujar Nyamini.
Kini perbaikan itu dengan menggunakan dana BOS dan pencairan dana BOS baru keluar dua kali, dari total Rp 1 miliar lebih.
“Makanya ini yang sekarang perbaikan dari dana BOS. Untuk pencairan dana BOS itu 2 kali tidak sekaligus, karena dananya sudah keluar makanya kemarin itu saya tanya lagi ke bagian sarana dan prasarana jadi nggak bantuannya, ternyata tidak jadi. Makanya setelah keluar ini barulah diperbaiki,” jelasnya.
Untuk perbaikan sendiri menurut, Nyamini, itu sudah ada panduannya dan tidak bisa langsung dikarenakan sudah ada persentase perbaikan.
“Jadi kalau dah lewat persentasenya berapa persen tidak bisa lagi karena sudah ada panduannya. Itu harus minta perubahan. Ternyata setelah kami konsultasi bisa jadi kita nggak serta merta ini kejadian langsung diperbaiki tidak bisa karena nggak dianggarkan kecuali sudah kita anggarkan,” kata Nyamini lagi.
“Kami terus melakukan perbaikan tapi tidak bisa sekaligus karena plafonnya ini ada juga baru ambruk juga. Jadi kalau untuk plafon kami sudah sering memperbaiki,” sambungnya.

Kepala Sekolah Akui Banyak Kebocoran Atap Sekolah
Untuk memperbaiki kebocoran di beberapa titik gedung sekolah, menurutnya, Pemko Batam lah yang memperbaiki dikarenakan biayanya besar.
“Karena kalau atap dananya besar, kalau pake dana kita (dana BOS) belum tentu cukup karena dana itu bukan untuk satu titik saja, jadi sudah ada penggunaannya, kita tinggal mengikuti aturan saja,” ujar Nyamini.
“Kita nggak bisa sekaligus perbaikan karena anggaran itu kan dianggarkan 2024, sementara kejadian di 2025. Kebetulan kita bisa melakukan perubahan karena ada misalkan sisa dana yang kita kelola itu bisa digunakan lagi untuk perbaikan baru diajukan lagi, tapi tidak bisa langsung dipakai,” lanjutnya.
Selain atap gedung sekolah, terdapat kebocoran di atap musala dan kata Nyamini, itu berbeda dan dananya bukan dari dana BOS.
“Itu sudah diperbaiki dari dulu. Saya datang ke sini tahun 2022, dulunya itu tanah terus kami tambahilah terasnya, bikin keramik beberapa bulan kemudian, terakhir tempat wudhu,” jelas Nyamini.
Dari penjelasan Nyamini, saat musim hujan dan angin kencang ia takut dikarenakan pasti ada saja kejadian saat guru dan pegawai sekolah sedang berada di rumah.
“Malam tahu-tahu ini sudah ada yang ambruk, seperti kemarin waktu hujan lebat dan angin kencang itu yang di belakang ambruk karena atap bocor masuk air seperti yang di musala itu,” kata Nyamini.
“Kami selalu ajukan di Musrenbang, ke dinas bukan kita diam saja, ini kami sudah banyak lakukan perbaikan perbaikan, setiap tahun selalu kami ajukan. Tapi kan nggak selalu di-acc tapi mungkin ada labih butuh dari kami,” lanjutnya.
Selain ke Nyamini, konfirmasi juga dikirimkan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam, Hendri Arulan, melalui pesan di WhatsApp dan belum ada respons.
Hendri, yang baru dilantik sebagai Kadisdik Kota Batam, di mana sebelumnya menjabat sebagai Kadis Koperasi dan UMK.
Hendri sendiri, bukan pejabat baru di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam. Sebelum menjabat Kadis Koperasi dan UMK, ia menjabat Kadisdik pada tahun 2023, di periode kepemimpinan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. (A)

