Studi Temukan Kesemutan Jadi Gejala Covid-19 - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Studi Temukan Kesemutan Jadi Gejala Covid-19

28/Mar/2022 13:39
Studi Temukan Kesemutan Jadi Gejala Covid-19

Ilustrasi. (F: iStockphoto)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Kesemutan menjadi salah satu gejala Covid-19. Hal ini ditemukan dalam sebuah studi terbaru yang dilakukan para peneliti di Fakultas Kedokteran Washington University.

Dilansir CNN Indonesia, tak hanya kesemutan, pasien juga mengalami nyeri dan mati rasa. Ketiganya merupakan gejala neuropati perifer.

Simon Haroutounian, kepala penelitian klinis di Washington University Pain Center sekaligus tim peneliti dalam studi, menyebut bahwa beberapa infeksi virus memang berkaitan dengan neuropati perifer.

“Beberapa infeksi virus, seperti HIV dan herpes zooster, berhubungan dengan neuropati perifer karena virus dapat merusak saraf,” ujar Haroutounian, seperti dikutip dari laman resmi Washington University School of Medicine.

Tim melakukan penelitian terhadap pasien yang menjalani tes Covid-19 di Washington University Medical Campus mulai 16 Maret 2020-12 Januari 2021. Dari sebanyak 1.556 peserta penelitian, sebanyak 542 orang terkonfirmasi positif Covid-19, sedangkan 1.014 orang negatif.

Kemudian sebanyak 29 persen dari mereka yang terkonfirmasi positif melaporkan gejala neuropati saat diagnosis. Di samping itu, ternyata kesemutan gejala Covid-19 juga mampu bertahan selama 2 minggu sampai 3 bulan pada 6-7 persen pasien.

Baca Juga:  Kemendag Buka-bukaan Penyebab Kontainer Mahal

Temuan ini, menurut Haroutounian, memperkuat kemungkinan virus bisa terlibat dalam menimbulkan gejala neuropati perifer.

“Dalam kasus HIV, kami tidak menyadari bahwa itu mengakibatkan neuropati selama beberapa tahun setelah epidemi AIDS dimulai. Akibatnya, banyak orang tidak terdiagnosis karena rasa sakit yang berkaitan dengan masalah tersebut,” ujarnya.

Riset ini telah diterbitkan di jurnal Pain. Dia berkata, penelitian lanjutan diperlukan untuk mereplikasi temuan. Terlebih lagi, sulit untuk menentukan varian yang mengakibatkan kesemutan gejala Covid ini.

“Jadi, kami ingin menindaklanjuti beberapa pasien yang memiliki gejala saraf yang menetap dan mempelajari tentang apa yang menyebabkan rasa sakit mereka sehingga kami dapat mendiagnosis dan merawat pasien ini dengan lebih baik ke depannya,” katanya. (*)

Berita Sebelumnya

Gubernur Ansar Ajak Masyarakat Kepri Dukung Gernas BBI 2022

Berita Selanjutnya

Enggan Tinggalkan Proyek Mangkrak, PUPR Bakal Kebut Jembatan Batam-Bintan?

Berita Selanjutnya
Wahyu Utomo: Pembangunan Jembatan Batam-Bintan Tahap Persiapan. Kerja Sama dengan Singapura Dimungkinkan

Enggan Tinggalkan Proyek Mangkrak, PUPR Bakal Kebut Jembatan Batam-Bintan?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com