Subvarian Baru Omicron Ditemukan di Indonesia, Simak Imbauan Kemenkes - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Subvarian Baru Omicron Ditemukan di Indonesia, Simak Imbauan Kemenkes

11/Jun/2022 11:15
Prof Wiku: Penyintas Corona Varian Omicron Tak Lagi Menularkan ke Orang Lain

Ilustrasi virus corona Omicron. (F: Dado Ruvic/ REUTERS)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Empat pasien yang terpapar Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 ditemukan di Indonesia. Pasien itu satu WNI terpapar subvarian Omicron BA.4 dan tiga WNA subvarian BA.5. WNA itu merupakan delegasi dari Global Platform Disaster Risk Reduction (GPDRR) di Bali.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril, meminta masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan ketat seiring munculnya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia.

“Prokes menjadi upaya pertama di samping vaksinasi. Tentu saja kita tidak ingin ada lonjakan kasus lagi seperti varian Delta maupun Omicron sebelumnya,” ujarnya.

Ia mengatakan pelonggaran memakai masker di luar ruangan terbuka akan dievaluasi apabila ada peningkatan kasus karena subvarian baru itu.

“Tentu saja kita tidak ingin lonjakan kasus lagi. Prokes adalah kewajiban, juga bagi yang sakit dan ada komorbid, diwajibkan masker,” ucapnya.

Ia menyampaikan kondisi klinis pasien yang terpapar subvarian baru Omicron, yakni tiga pasien tidak bergejala dan satu pasien WNA mengalami gejala ringan, yakni sakit tenggorokan dan tubuh pegal-pegal. Meski transmisi penularan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 lebih cepat, kata dia, tidak ada indikasi tingkat keparahan lebih tinggi dari subvarian Omicron sebelumnya.

Baca Juga:  Kenapa Dulu Biaya PCR Sampai Jutaan, Kini Bisa Rp 275 Ribu?

“Jadi tidak perlu panik, gejala ringan dan kita bisa isolasi mandiri,” ucapnya.

Kendati demikian, ia mengingatkan dua subvarian itu memiliki penurunan kemampuan terhadap terapi antibodi monoklonal serta mampu untuk menghindar atau lolos dari kekebalan yang sudah ada pada seseorang baik dari vaksinasi atau kekebalan secara alamiah.

“Yang mungkin perlu kita waspadai yaitu immune escape, artinya dia menghindar dari imunitas seseorang,” paparnya.

Oleh karena itu, disiplin protokol kesehatan tetap harus dilakukan mengingat keempat pasien itu sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap. “Mereka rata-rata sudah divaksinasi, bahkan sudah ada yang empat kali vaksinasi,” jelasnya. (*)

Berita Sebelumnya

Lagi, Oknum Perwira TNI AL Dituding Peras Pemilik Kapal Tanker Asing Dibantah Pangkoarmada I

Berita Selanjutnya

Imigrasi Batam Cekal 41 WNA di Januari-Mei 2022. Terbanyak WN Singapura, Tiongkok dan Myanmar

Berita Selanjutnya

Imigrasi Batam Cekal 41 WNA di Januari-Mei 2022. Terbanyak WN Singapura, Tiongkok dan Myanmar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com