BatamNow.com – Krisis air bersih yang melanda sejumlah permukiman di Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Batam, selama dua bulan terakhir memicu kekecewaan warga.
Tak hanya mengeluhkan pasokan air jaringan perpipaan yang tak kunjung normal, warga juga mengaku merasa diancam oleh Camat Sagulung, Arfie Eranov, saat hendak menyampaikan aspirasi ke kantor PT Air Batam Hilir (ABHi).
Kamis (15/10/2026) pagi, ratusan warga dari enam kawasan permukiman berencana mendatangi Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP) ABHi di Batu Aji. Namun, keberangkatan mereka sempat tertahan setelah Arfie meminta warga menunda aksi tersebut.
Salah seorang warga Perumahan Gesya Talenta, Anita, mengatakan warga tidak puas dengan solusi yang ditawarkan camat untuk mengatasi gangguan pasokan air yang telah berlangsung selama dua bulan.
Menurut Anita, warga yang berkumpul di Perumahan Gesya Talenta sejak pukul 08.30 WIB sempat ditawari bantuan dua truk tangki air. Namun, ia menilai tawaran itu disertai ancaman bahwa bantuan akan dialihkan jika warga tidak menerimanya.
“Gangguan air kami selama dua bulan. Tadi kami mau aksi, di Perumahan Gesya diancam, ‘kalau kalian mau dua tangki kami kasih, tapi kalau enggak kami alihkan’. Solusi macam apa seperti itu? Itu yang bilang Pak Camat,” ujar Anita saat ditemui di kantor ABHi.
@batamnow Krisis air bersih yang melanda sejumlah permukiman di Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Batam, selama dua bulan terakhir memicu kekecewaan warga. Tak hanya mengeluhkan pasokan air jaringan perpipaan yang tak kunjung normal, warga juga mengaku merasa diancam oleh Camat Sagulung, Arfie Eranov, saat hendak menyampaikan aspirasi ke kantor PT Air Batam Hilir (ABHi). Kamis (15/10/2026) pagi, ratusan warga dari enam kawasan permukiman berencana mendatangi Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP) ABHi di Batu Aji. Namun, keberangkatan mereka sempat tertahan setelah Arfie meminta warga menunda aksi tersebut. Salah seorang warga Perumahan Gesya Talenta, Anita, mengatakan warga tidak puas dengan solusi yang ditawarkan camat untuk mengatasi gangguan pasokan air yang telah berlangsung selama dua bulan. Menurut Anita, warga yang berkumpul di Perumahan Gesya Talenta sejak pukul 08.30 WIB sempat ditawari bantuan dua truk tangki air. Namun, ia menilai tawaran itu disertai ancaman bahwa bantuan akan dialihkan jika warga tidak menerimanya. “Gangguan air kami selama dua bulan. Tadi kami mau aksi, di Perumahan Gesya diancam, ‘kalau kalian mau dua tangki kami kasih, tapi kalau enggak kami alihkan’. Solusi macam apa seperti itu? Itu yang bilang Pak Camat,” ujar Anita saat ditemui di kantor ABHi. Anita menilai bantuan dua truk tangki belum menjawab persoalan utama warga, yakni gangguan distribusi air perpipaan yang telah berlangsung berbulan-bulan. Ketidakpuasan tersebut membuat warga tetap melanjutkan rencana mendatangi kantor ABHi untuk meminta kejelasan sekaligus mendesak penyelesaian masalah pasokan air. Ratusan warga akhirnya tiba di kantor pelayanan ABHi di tepi Jalan Letjend Suprapto, Batu Aji sekitar pukul 10.20 WIB. Mereka berasal dari enam kawasan permukiman, yakni Perumahan Green Laguna, Gesya Tembesi, Krystal, Griya Laguna Mas, Kampung Tua Gundap, dan kawasan PT Ayam. Warga mengeluhkan gangguan pasokan air yang berdampak pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Mereka berharap pihak ABHi memberikan penjelasan mengenai penyebab gangguan sekaligus kepastian kapan distribusi air kembali normal. Hingga berita ini ditulis, warga masih berkumpul di depan kantor ABHi. Sejumlah perwakilan warga tengah melakukan audiensi dengan pihak perusahaan untuk membahas persoalan tersebut. Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #bpbatam #batamtiktok #fyp ♬ original sound – BatamNow.com
Anita menilai bantuan dua truk tangki belum menjawab persoalan utama warga, yakni gangguan distribusi air perpipaan yang telah berlangsung berbulan-bulan.
Ketidakpuasan tersebut membuat warga tetap melanjutkan rencana mendatangi kantor ABHi untuk meminta kejelasan sekaligus mendesak penyelesaian masalah pasokan air.
Ratusan warga akhirnya tiba di kantor pelayanan ABHi di tepi Jalan Letjend Suprapto, Batu Aji sekitar pukul 10.20 WIB.
Mereka berasal dari enam kawasan permukiman, yakni Perumahan Green Laguna, Gesya Tembesi, Krystal, Griya Laguna Mas, Kampung Tua Gundap, dan kawasan PT Ayam.
Warga mengeluhkan gangguan pasokan air yang berdampak pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Mereka berharap pihak ABHi memberikan penjelasan mengenai penyebab gangguan sekaligus kepastian kapan distribusi air kembali normal.
Hingga berita ini ditulis, warga masih berkumpul di depan kantor ABHi. Sejumlah perwakilan warga tengah melakukan audiensi dengan pihak perusahaan untuk membahas persoalan tersebut. (H)

